by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 353

-Debroo-75 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 353. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 352 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Zeenat dan Suaminya berhasil di tangkap dan dibantai. Zeenat sendiri mati ditangan Ratu Ruqaiya dengan memberikan racun yang sama saat Zeenat membunuh sikembar. Sedangkan Qasim tewas dimata pedang Raja Bharmal (ayah RatuJodha). Tak puas dengan kematian Qasim dengan cara demikian, RajaJalal datang dan mencabik-cabik mayat Qasim secara membabi buta. Ia sangat murka, Kini Jalal benar-benar mengutuk dirinya sendiri bersama Tuhanya yang telah membiarkan anak-anaknya Mati. Apakah yang akan diperbuat Jalal kemudian? Mari Simak Ceritanya berikut ini

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 353

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-353-1

Pada saat upacara pemakaman Hussein yang terakhir, RajaJalal menggendong Hussein, dia memeluknya dgn erat dan menguburkannya. Malam harinya, saat itu hujan deras, RajaJalal sedang menikmati turunnya hujan, badannya basah kuyup oleh hujan, RatuJodha melihatnya dan mencoba utk mendekatinya, tubuhnya juga basah terkena siraman air hujan, lalu dia memanggil suaminya: “yang Mulia, kenapa kau menghukum dirimu sendiri? kau bisa jatuh sakit, ayoo masuk kedalam”. RajaJalal langsung menjawab: “Saat ini diriku dingin seperti air hujan, semuanya sudah berakhir, impianku telah hancur!” lalu dia memegang tangan RatuJodha sambil menatapnya dan berujar: “Aku sudah berkata bahwa kau malam itu, kau seharusnya bersama dgn Hussein, tapi kau keras kepala ingin selalu bersamaku, diammu itu menandakan kecerobohanmu” RajaJalal terlihat sangat marah sekali dgn RatuJodha.
RatuJodha terkejut lalu RajaJalal menghempaskan tangan RatuJodha dan berlalu meninggalkan tempat itu, RatuJodha kaget tdk percaya kemudian dia mengikuti langkah RajaJalal dari belakang sambil terus menatapnya, tak berapa lama kemudian RajaJalal menoleh kearah RatuJodha, menatapnya dgn tatapan yang sadis lalu menyibakkan tirai kamarnya yang memisahkan dirinya dan RatuJodha, RajaJalal tidak peduli pada RatuJodha, amarahnya telah memuncak. Ratu Ruqayah sedang menangis didalam kamarnya, dia sedang memeluk pakaian Hussein, lalu bibinya masuk kekamarnya dan menyuruhnya utk mengontrol dirinya, tapi Ratu Ruqayah terus menangis dan berkata: “Tolooong, bawa kembali Husseinku, dia telah pergi” lalu bibinya menyuruhnya utk duduk ditempat tidur dan Ratu Ruqayah berkata lagi sambil tersedu-sedu: “Aku tdk ada artinya apa-apa tanpa dia, tolong bawa dia kembali, mereka telah merenggut anakku dariku” Ratu Ruqayah menangis terus, tak lama kemudian Ibu Ratu Hamida dan Ratu Salimapun datang, lalu Ratu Ruqayah berkata “Aku tidak butuh belas kasihan dari seseorang yang harus bertanggung jawab atas kematian Hussein, kau berdua menyuruhku utk menyerahkan Hussein ke RatuJodha, tapi apa???? aku tdk mau lihat wajahmu lagi! RatuJodha mungkin bisa menjadi kekasih yang hebat tapi dia tdk bisa menjadi seorang ibu, waktunya hanya utk mencintai suaminya saja”. Lalu Ibu Ratu Hamida berkata: “Kita semua sedih tapi jangan menyalahkan RatuJodha, dia juga telah kehilangan anak anaknya” , “Kenapa kalian semua mengkhawatirkan RatuJodha?” Tanya Ratu Ruqayah, lalu Ratu Salima menjawab: “Kami juga khawatir denganmu, kau telah memilih Zeenat utk menjadi pengasuh Hussein, kalau mau memberikan tanggung jawab itu Ke RatuJodha, semua ini tdk akan terjadi Ratu Ruqayah” Ratu Ruqayah semakin menangis tersedu-sedu.
Hati RatuJodha berbicara: “RajaJalal benar, aku telah mengabaikan tugasku
Hati RajaJalal berbicara: “Mulai malam itu, cinta yang bersemi diantara kami menjadi sebuah racun yang menyakitkan, dan kegelapan dimalam itu menjadi kegelapan kami pada malam-malam berikutnya”
Sampai suatu hari ketika RatuJodha sedang merenung ditaman, tiba-tiba dilihatnya RajaJalal melintas didepannya, RatuJodha ingin berbicara tapi RajaJalal tidak mempedulikannya dan itu terjadi berulang ulang
Hati RatuJodha berbicara : “Kalau dulu kami sering saling berbagi satu sama lain, saling mencintai satu sama lain, kali ini kami menjadi orang asing yang hidup dalam satu atap tapi memiliki dunia sendiri sendiri, RajaJalal menjadi seorang raja yang kejam, kemarahannya ditunjukkan melalui matanya ketika dia hendak membunuh orang”
Suatu hari ketika RatuJodha sedang duduk ditaman, dia merenung, “Sekarang RajaJalal telah mengubah Akbar menjadi RajaJalal lagi yang dulu, kemarahannya terlihat pada raut mukanya” RajaJalal yang saat itu sedang berlatih pedang dgn pengawalnya, sampai pengawalnya babak belur dihajarnya, dalam hati RajaJalal berucap: “Aku tahu kalau saat ini RatuJodha sudah mulai membenciku karena kemarahanku tapi cinta dan perhatian dihatinya dan dihatiku telah hancur berkeping-keeping. Lalu RajaJalal meletakkan pedangnya dileher seseorang yang dibawa oleh Todar Mal (orang kepercayaan RajaJalal) dan melihatnya dgn marah, dalam hati dia berujar: “Lihat aku, RatuJodha, lihatlah orang ini” dari kejauhan RatuJodha melihat perbuatan RajaJalal yang keji terhadap orang itu dan dia hanya bisa menutup matanya. Suatu sore Ibu Ratu Hamida berbincang dgn RatuJodha, Ibu Ratu Hamida berkata: “RatuJodha, RajaJalal sekarang sudah berubah sama sekali, dia menunjukkan kemarahannya pada dunia, kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia benar-benar telah berubah, tidak ada kelembutan hati pada dirinya”.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-353-2
Dalam sidang RajaJalal malah berteriak bahwa dia menyatakan perang pada Rajvanshies (ras keturunan keluarga RatuJodha), “Aku nyatakan perang pada Rajvanshies, aku akan memberi mereka pelajaran!” teriak RajaJalal dgn garangnya dan semua yang mendengarkan terkejut.
Mendengar hal ini, Moti segera memberitahu RatuJodha yang sedang berada dikamarnya, RatuJodha bertanya: “Apa???? Aku harus menghentikan RajaJalal, Moti, walau apapun yang akan terjadi” tapi Moti berkata: “Jangan, jangan pergi RatuJodha, dia pasti tidak akan suka” tapi RatuJodha bersikeras: “Suka atau tidak suka, aku harus menghentikannya!” RatuJodha pun berlalu
RajaJalal sedang bersiap-siap utk berperang, dia mengambil pedangnya, saat itu RatuJodha datang ingin menemui RajaJalal tapi Maan Shing (keponakan RatuJodha) menghentikannya dan berkata: “yang Mulia sedang bersiap-siap utk berangkat berperang, bibi” , “Katakan pada yang Mulia aku ingin bertemu” kata RatuJodha, lalu Maan shing berkata lagi: “Maaf, bibi tapi aku tidak akan membiarkanmu menemuinya dan ini adalah tugasku utk mengikuti semua perintahnya” tapi RatuJodha langsung menjawabnya: “Tugasmu adalah utk mengikuti semua perintahnya yang baik bukan yang buruk“ . Mendengar suara RatuJodha didepan kamarnya, RajaJalal langsung keluar dan berteriak pada para ajudannya: “Kalian pergi semua dari sini !” , RatuJodha berkata: “Aku ingin berbicara dgnmu RajaJalal” , “Aku akan pergi berperang, aku tdk punya waktu utk ngobrol !” ujar RajaJalal.
“Tapi dgn membunuh orang-orang yang tidak bersalah diperang, itu tidak baik” kata RatuJodha, “tidak bersalah??? Anak-anakku juga tidak bersalah!” ujar RajaJalal. RatuJodha menyahut, “Tapi dgn membunuh orang-orang Rajvanshies, kemarahanmu tidak akan berkurang” tapi RajaJalal tidak menggubrisnya malah dia meminta RatuJodha utk memberikan ‘tilak’ (restu) pada pedangnya sebelum berperang. RatuJodha berkata: “Aku tidak bisa melakukan ini karena kau akan membunuh orang-orang Rajvanshies” saat itu Ratu Ruqayah, Ibu Ratu Hamidah, Gulbadan dan Moti datang menghampiri RatuJodha dan RajaJalal. Mendengar permintaan RajaJalal lalu Ratu Ruqayah menawarkan diri utk melakukan ritual tersebut: “RajaJalal, biar aku saja yang melakukan ritualnya” , “Tidaakk!!!” teriak RajaJalal garaaang, “Orang yang akan melakukan ritual ini hanya RatuJodha saja!” lalu RajaJalal mengarahkan pedangnya kearah RatuJodha. Mengetahui hal ini, Ibu Ratu Hamida langsung menyuruh Moti utk mengambil piring pemujaan dan Ibu Ratu Hamida berkata ke RatuJodha: “RatuJodha, aku tahu kau tidak setuju dgn apa yang akan dilakukan oleh RajaJalal tapi pemujaan ini utk keselamatan RajaJalal dan jika kau tidak melakukan ritual ini, nyawa RajaJalal bisa terancam, RatuJodha” , Lalu dgn berat hati RatuJodha melakukan ritual pemujaan utk suaminya yang akan berperang. Kemudian disayatnya tangannya sendiri dgn pedang RajaJalal, dan ditorehkannya tilak dipedang RajaJalal menggunakan darahnya.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-353-3
lalu RatuJodha berkata pada RajaJalal: “Hari ini darahku membekas dipedangmu dan hari ini pula orang Rajvanshies yang pertama yang kehilangan darahnya karena pedangmu adalah aku RatuJodha istrimu”. RajaJalal menatap RatuJodha dgn marah dan tatapan yang sadis kemudian berlalu dari hadapan mereka. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 353 berakhir.
Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 354 berikutnya.. Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *