by

Inilah 4 Fakta Yang Muncul Dalam Sidang Praperadilan Budi Gunawan

-Debroo-43 views

21 Wanita Cantik Hadir di Sidang Praperadilan Budi Gunawan
21 Wanita Cantik Hadir di Sidang Praperadilan Budi Gunawan

Debroo.com. Inilah 4 Fakta Yang Muncul Dalam Sidang Praperadilan Budi Gunawan. Menghadapi sebuah kasus, sering kali muncul fakta-fakta yang aneh, misterius dan unik demikian juga dalam kurun waktu 2 minggu ntuk menuntaskan sidang praperadilan yang diajukan calon Kapolri tunggal Komjen Pol Budi Gunawan.
Permohonan praperadilan ini diajukan sang jenderal terkait statusnya sebagai tersangka dugaan transaksi mencurigakan yang disangkakan KPK. Dan dalam prosesnya, ada sejumlah fakta menarik sidang praperadilan Budi Gunawan yang dapat di lihat.
Mulai dari hadirnya wanita-wanita cantik di sidang tersebut, teror, hingga kesalnya kuasa hukum Budi Gunawan pada mantan moderator debat capres saat sidang berlangsung.
Bagaimana cerita lengkapnya? Inilah 4 Fakta Yang Muncul Dalam Sidang Praperadilan Budi Gunawan :
1. Hadirnya 21 Perempuan Cantik
Kehadiran 21 perempuan cantik nan seksi saat sidang praperadilan Budi Gunawan beberapa waktu lalu sempat mencuri perhatian. Sebagian dari mereka berasal dari kalangan artis dan penyanyi dangdut.
Dengan ikat kepala bertuliskan ‘Save Polri’, para wanita berambut panjang itu meminta hakim memutus secara adil.
“Kami sangat mendukung Polri, save Polri,” kata perwakilan kelompok yang mengatasnamakan diri mereka Srikandi PEKAT Indonesia, Rosita Mawar 9 Februari 2015 lalu.
2. Sprinlidik Terbit 2014
Dalam sidang 13 Februari 2015 lalu, terungkap KPK telah menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlidik) sejak 2 Juni 2014 lalu. Terutama sprindik keluar pada 12 Januari 2015, atau sehari sebelum KPK menetapkan Budi sebagai tersangka.
Hal ini terungkap lewat kesaksian pegawai administrasi di Divisi Penyelidikan Wahyu Budi Raharjo dan pegawai administrasi di Divisi Penyidikan Dimas Adiputra. Keduanya dihadirkan KPK sebagai saksi fakta secara bersamaan.
3. Moderator Debat Capres Bikin Kesal
Frederich Yunandi selaku Kuasa hukum Komjen Pol Budi Gunawan, tampak sangat geram saat sidang praperadilan berlangsung pada 13 Februari 2015.
Hal tersebut lantaran saksi yang dihadirkan dari pihak KPK selaku termohon, Zainal Arifin Mochtar selalu membandingkan Indonesia dengan Amerika Serikat.
Fredrich juga sempat emosional lantaran Zainal yang merupakan salah seorang moderator Debat Capres 2014 lalu tersebut dinilai selalu melihat persoalan hukum dengan logika.
“Iya (saya emosi), karena gini, dia selalu mengambil dari Amerika. Kita ini bukan (sedang) dijajah Amerika gitu lho. Peraturan di Amerika nggak berlaku di Indonesia. Karena Indonesia itu berdasarkan UU yang tertera,” cetus Frederich.
“Ada lagi (membuat emosi), selalu menggunakan logika-logika. Hukum pidana itu legalitas, bukan logika. Bagaimana bisa menurut logika seseorang dihukum. Kan nggak bisa begitu,” imbuh dia.
4. Teror
Teror sempat mewarnai proses sidang praperadilan Budi Gunawan. Kedua kubu, baik KPK maupun Budi Gunawan sama-sama mengaku mendapatkan teror. Itu artinya mereka sama-sama menteror atau sengaja ada pihak lain yang meneror keduanya.
Sejumlah pegawai KPK merasa terintimidasi dalam melaksanakan tugasnya. Ancaman yang diterima mereka dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti melalui pesan singkat, telepon, dan dibuntuti orang tidak dikenal.
Teror yang sama juga dialami Budi Gunawan. Dia bahkan harus mengganti nomor teleponnya pasca-teror yang dilancarkan seseorang tak dikenal. Lewat sambungan telepon, orang tersebut mengancam akan membunuh Budi Gunawan.
Sementara itu, isu teror yang berembus kencang saat pelaksanaan sidang praperadilan Budi Gunawan ditepis keras oleh hakim Sarpin Rizaldi. Dia mengatakan, tak ada teror ataupun intimidasi yang diterimanya selama memimpin sidang.
Sarpin sendiri tidak mau memusingkan hal itu. “Saya tidak minta dijaga dan saya tidak dijaga, saya dijaga oleh Tuhan,” pungkas Sarpin

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *