by

Sinopsis Chandra Nandini Episode Terakhir Tayang Senin 26 Maret 2018

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode Terakhir Tayang Senin 26 Maret 2018 – Part 1 . Tak terasa Serial India yang saat ini Tayang di ANTV yaitu Chandra Nandini Chandra telah mendekati episode terakhir Chandra Nandini, terlalu cepat mungkinkah banyak di skip oleh ANTV? Entahlah. Lalu bagaimana cerita akhir Chandra NAndini? yuk baca sinopsis lengkapnya ya broo.

Episode Terakhir Chandra Nandini
Episode Terakhir Chandra Nandini

Sebelum meneonto episode terakhir chandra nandini, silahkan tonton cuplikan video akhir chandra nandini dalam bahasa india, karena belum ada bahasa Indonesianya

Chandra memasuki aula dan semua menyambutnya. Chandra menatap Nandini dan bertanya apakah dia sudah siap dan Nandini mengangguk lalu Chandra menuju singgasananya dan mulai berbicara kalau selama ini lelaki lah yang selalu di puji tapi hari ini seorang wanita harus diberi ucapan selamat.

Helena menatap dengan penuh kebencian pada Nandini. Chandra lalu memberikan tangannya pada Nandini dan membawanya ke singgasana berdiri di sampingnya.

Chandra lalu mengumumkan nama Nandini dan berbicara tentang keberaniannya. Chandra berterimakasih pada Nandini dan mengumumkannya sebagai ratu pertama. Pelayan membawakan mahkota dan Chandra memasangkannya di kepala Nandini.
Helena tersenyum penuh arti

(kilas balik saat Helena berbicara pada Chandra Nandini memaksa agar menjadikan Nandini ratu pertama karena Nandini sudah banyak membantu Chandra dan Magadha. Nandini menolak tapi Helena meyakinkan Chandra untuk itu).

Bindusara menolak putusan Chandra karena Nandini adalah putri musuh Magadha yaitu Padmananda. Chandra mencoba memberi pengertian pada Bindusara dengan berkata kalau Nandini sudah banyak berkorban untuk mereka dan Nandini juga yang memintanya untuk mengembalikan gelar putra mahkota.

Bindusara beranjak pergi tapi Chandra memanggilnya. Bindusara mengatakan kalau dirinya tidak tertarik lagi untuk menjadi putra mahkota. Chandra berkata bahwa dengan beranjak pergi dia bukan hanya bersikap tidak sopan pada dirinya tapi juga pada semua yang sedang berkumpul di aula. Bindusara terlihat emosi dan beranjak pergi.

Di kamarnya Helena berdiskusi dengan Ellis dan Justin. Justin bertanya pada Helena mengapa dia menyimpan rahasia bahwa Bindusara yang mencoba melenyapkan Nandini dulu. Helena berkata kalau dirinya ingin menciptakan pertarungan besar antara Chandra dan Bindusara hingga mereka akan saling menghabisi satu sama lain dan dirinyalah yang akan memimpin Magadha nantinya.

Bindusara tengah berlatih sambil mengingat penobatan Nandini tadi. Bindusara berhenti berlatih dan meminum minumannya. Dharma datang dan menegurnya. Bindusara pun menjawab kalau Raja Chandra sudah tidak waras dan buta karena cinta.

Bindusara juga menambahkan bahwa kembalinya Nandini hanya untuk membalas dendam. Dharma menyahut kalau dia sudah salah paham tentang Nandini. Bindusara pun bercerita kalau dirinyalah yang dulu memilih untuk tidak menolong Nandini saat dia terjatuh ke jurang karena dirinya ingat Nandini yang sudah menghabisi ibunya.

Dharma pun terkejut mendengarnya dan bertanya apakah dia yang melempar Nandini ke jurang. Bindusara menyuruh Drlharma pergi untuk memberitau kebenarannya pada Chandra dan dirinya akan melihat bagaimana reaksi Chandra. Dharma pun beranjak pergi.

Sinopsis Chandra Nandini Episode Terakhir Tayang Senin 26 Maret 2018. Nandini menghampiri Chandra di balkon dan Chandra berbicara dengannya bajwa Bindusara selalu melakukan kesalahan. Nandini menjawab, “bagaimanapun kondisi Bindusara hari ini akulah yang harus disalahkan dan akulah yang harus bertanggung jawab karena waktu itu kau hanya memikirkanku dan tidak pernah memberikan perhatian pada Bindusara”.

Chandra menangis dan mengakui kalau semua adalah kesalahannya dan berjanji akan membawa Bindusara ke jalan yang benar dan Chandra juga siap untuk meminta pengampunan dari Bindusara. Nandini pun memeluk Chandra dan keduanya menangis bersama.

Helena mendatangi kamar Bindusara dan melihatnya tengah minum. Bindusara terlihat marah karena Chandra memberikan posisi ratu pertama pada Nandini. Helena berpura2 mengatakan kalau dirinya tidak peduli dengan posisi itu dan hanya peduli terhadapnya.

Helena memprovokasi Bindusara untuk melawan ChandraNandini. Bindusara berjanji akan melawan Chandra dan mengembalikan posisi ratu pertama padanya. Helena senang memikirkan bahwa dirinya berhasil dengan apa yang di inginkannya dan Helena berpikir akan mengorbankan Bindusara.

Pagi harinya, Chanakya berbicara pada Chandra bahwa mereka harus menyelesaikan tugas yang tertunda yakni menyatukan kerajaan2 karena sekarang Nandini telah kembali. Nandini dan Helena mendengarkannya. Nandini berbicara pada Chandra agar mereka mengikutsertakan Bindusara untuk diskusi hal ini.

Chandra menjawab kalau Bindusara selalu mabuk dan dirinya ingin menjauhkan Bindusara dari diskusi2 penting. Chanakya setuju dengan Chandra. Nandini pun merasa kesal. Lalu ke tiganya beranjak pergi dan Helena pun tersenyum licik.

Di kamar, saat melihat kedatangan Chandra maka Nandini pun menjauh. Chandra mengikutinya dan berkata bahwa kekasih raja harus selalu bersamanya dan tidak boleh menjauh. Chandra meminta Nandini memeluknya. Nandini mendekat dan saat mereka hampir berciuman segerombolan lebah muncul.

Chandra pun bersembunyi di balik tubuh Nandini. Keduanya lalu berlari mencoba bersembunyi. Nandini mengambil barang untuk memukul lebah tapi Chandra yang terkena pukulannya. Lalu keduanya duduk kelelahan dan Nandini kembali melihat lebah di bahu Chandra.

Dengan syaratnya Nandini memberitau Chandra. Chandra pun menepis sang lebah dengan tangannya dan keduanya kembali mencari tempat sembunyi. Nandini membuka sebuah peti besar dan masuk ke dalamnya. Chandra pun bergegas mengikutinya. Di dalam peti keduanya kembali berdekatan dan saling berpandangan.

Dharma masuk ke kamar Raja dan melihat peti yang bergerak2. Dharma curiga dan mengambil vas bunga lalu bergerak mendekati peti dan membukanya. Dharma terkejut melihat ChandraNandini didalamnya. Begitu juga dengan ChandraNandini.

Dharma meminta maaf dan hendak pergi tapi Nandini menghentikannya dan berkata kalau dirinya dan Chandra hany sedang mencoba bersembunyi dari segerombolan lebah dan bukan untuk hal lain. Prajurit kemudian datang mengatakan kalau kuda perang yang telah dipilih hilang di curi.

Chandra Nandini ke kandang kuda dan penjaga disana mengatakan sesuatu. Chanakya dan Helena juga muncul. Chanakya berkomentar. Tiba2 terdengar suara ringkikan kuda. Sang penjaga menuding ke kejauhan dan kemudian Bindusara muncul sambil menaiki kuda.

Bindusara tertawa menyindir Chandra dan mengatakan agar dia berperang melawannya karena dirinyalah yang sudah mencuri kudanya lalu Bindusara turun dari kudanya dan bertanya pada Chandra apakah dia takut dengannya. Nandini menegur Bindusara karena mabuk dan berbicara omong kosong pada Chandra.

Bindusara pun mengolok Nandini. Chandra dan Bindusara pun berdebat lalu keduanya hendak saling serang dengan pedang masing2. Nandini maju di tengah2 mereka berusaha menghentikan. Chandra menyuruh Nandini menepi dan Nandini menjawabnya.

Bindusara berkata pada Chandra bahwa dia pasti akan terluka oleh pedangnya jika saja dia bukan ayahnya kemudian Bindusara melempar pedangnya lalu beranjak pergi sambil terhuyung2 karena mabuk. Chandra beranjak pergi di ikuti Chanakya.

Helena menghampiri Nandini dan berkata bahwa keluarga mereka akan terpecah belah. Nandini menjawab bahwa tidak akan ada satupun yang bisa memecah belah keluarganya. Nandini juga bertanya bagaimana bisa Bindusara tau mengenai diskusi waktu itu.

Helena bertanya balik apakah dia mencurigainya. Nandini berkata tidak mencurigainya tapi tidak akan melepaskan pelakunya lalu Nandini beranjak pergi tapi Helena menghentikannya dan mengakui kalau dirinya ingin membuat jurang perbedaan antara Chandra dan Bindusara.

Nandini hanya menjawab kalau pernikahan dia dan Chandra hanya sekedar untuk kesepakatan. Helena menghardik Nandini dan mengangkat tangannya hendak menampar Nandini tapi Nandini memegangi tangannya dan lalu menamparnya. Helena terkejut melihat keberanian Nandini. Nandini lalu memperingatkan Helena bahwa dirinya tidak akan membiarkan rencana jahatnya terwujud lalu Nandini beranjak pergi.

Nandini mendatangi Chanakya dan mengatakan kalau Helena lah yang sudah menciptakan perbedaan antara Chandra dan Bindusara. Chanakya menyahut kalau dirinya adalah mentri yang akan membantu Chandra dalam masalah politik tapi tidak bisa ikut campur dalam masalah pribadi. Chanakya berkata bahwa dia pasti akan menemukan solusinya sendiri. Nandini meminta saran Chanakya. Chanakya menyarankan agar Nandini menggunakan pikirannya daripada kekuatannya.

Saat makan malam bersama. Nandini memberi tantangan agar mereka memakan makanannya dengan tangan lurus dan tanpa membengkokkannya. Lalu Nandini meminta semua untuk mencoba tantangannya. Semua orang di meja makan pun mencoba untuk menyuapkan makanan ke dalam mulut dengan tangan lurus dan tidak ada yang berhasil. Helena pun memikirkan apa rencana Nandini kali ini.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 41 - Chandra Buru Dalang Percobaan Pembunuhan Nandini

Dharma melirik Charumitra dan mendapat ide kemudian dengan tangan lurus menyuapkan makanannya kedalam mulut Charumitra. Dharma pun mengatakannya pada yang lain. Lalu Dharma kembali menyuapkan makanannya pada Charumitra dengan tangan lurus.

Nandini berkomentar. Semuanya lalu mencoba ide Dharma yaitu saling suap dengan orang yang ada didekatnya. Ellis saling suap dengan ibunya, Justin saling suap dengan Bhadraketu. Nandini lalu menyuruh Bindusara mencobanya. Bindusara pun saling suap dengan Chandra.

Prajurit kemudian datang dan membacakan surat dari Apama yang meminta Helena agar mengunjunginya di Yunani karena sudah sangat merindukannya. Nandini lalu mengatakan pada Helena agar pergi menemui ibunya. Helena menjawab kalau dirinya punya banyak tanggung jawab di Magadha dan tidak bisa pergi meninggalkannya.

Nandini lalu berbicara pada Chandra. Chandra pun bersikeras meminta Helena untuk pergi ke Yunani dan setelah itu Chandra beranjak pergi di ikuti yang lain. Helena menghampiri Nandini dan menantangnya bahwa besok sebelum matahari terbenam Chandra pasti akan menghentikan kepergiannya .

Di kamarnya Bindusara kembali minum dan mabuk. Dharma muncul dan Bindusara bertanya apakah dia akan menghinanya. Bindusara memberitau Dharma bahwa dia tidak akan pernah memahami rasa sakitnya yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

Dharma menjawab kalau dirinya juga tidak pernah merasakan kasih sayang orangtua tapi Nandini yang telah membantunya untuk mandiri. Dharma terus berbicara hingga tanpa disadari Bindusara sudah jatuh terlelap.

Helena tengah berdiskusi dengan Ellis dan Justin. Helena menunjukkan ramuan herbalnya yang akan menghentikan kepergiannya ke Yunani. Helena berkata kalau ramuan itu akan membuat Chandra Nandini bahagia.

Nandini ke kamarnya dan berbicara pada pelayan agar penyemprot ruangannya. Pelayan melakukannya dan penyemprot ruangan dengan ramuan dari Helena.

Justin mengatakan sesuatu pada Helena. Helena mentertawakannya dan mengatakan kalau ramuan herbalnya akan melakukan sebuah trik. Ellis pun ikut berkomentar. Nandini tiba2 merasa pusing dan terbatuk2 lalu pingsan. Pelayan pun mencemaskannya.

Chandra dan Helena melihat keadaan Nandini. Tabib lalu mengatakan pada Chandra kalau Nandini tengah hamil. Nandini terkejut dan berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil. Chandra pun sangat senang mendengarnya dan mengatakan agar Helena merawat Nandini .

Helena berkata kalau dirinya akan pergi ke Yunani. Chandra menjawab agar dia pergi setelah kelahiran bayi Nandini lalu Chandra beranjak pergi untuk memberitau yang lain. Helena berbicara pada Nandini kalau dirinya berhasil membuat Chandra menghentikan kepergiannya dan Helena memberitau Nandini kalau ramuan herbal yang dibuatnya membuat dia menunjukkan gelagat kehamilan tapi dia sebenarnya tidak sedang hamil.

Nandini terkejut mendengarnya dan bertanya apa yang Chandra lakukan jika Chandra tau kebenarannya. Helena berkata tidak peduli dan memperingatkan Nandini bahwa jika dia ingin menang maka dia harus berpikir dan bersikap seperti dirinya lalu Helena beranjak pergi.

Nandini berbicara pada Chanakya semua tentang Helena. Chanakya berkomentar bahwa dia seharusnya tidak meremehkan lawannya dan Chanakya menyuruh Nandini untuk berpikir seperti seorang ratu.

Helena membawa manisan ke kamar Bindusara dan berkata ada sebuah berita bagus. Bindusara menjawab kalau tidak ada hal baik yang akan terjadi. Helena menyuapkan manisan pada Bindusara dan memberitau bahwa mereka akan mempunyai raja Magadha baru karena Nandini sedang hamil.

Bindusara pun terkejut dan berkata kalau dirinya tidak akan membiarkan ketidak adilan terjadi padanya. Dharma mengintai dari kejauhan dan berpikir kalau Helena benar2 jahat dan dirinya bersyukur bisa memata2inya. Helena menyuruh Bindusara untuk melawan Nandini karena hanya itulah cara untuk mengakhiri ketidakadilannya.

Dharma kembali berpikir bahwa Bindusara tidak bisa menyadari rencana jahat Helena dan Dharma berniat memberitau Nandini lalu beranjak pergi. Helena pun melihat bayangan Dharma.

Nandini tengah mengangkat sebuah peti dan Chandra menghentikannya melarangnya mengangkat beban yang berat. Nandini mengatakan kalau dirinya ingin menjaga agar kamarnya tetap rapi. Chandra menyahuti kalau sudah menjadi tugasnya untuk tidak membiarkannya melakukan hal2 berat dalam kondisi hamil.

Nandini berpikir bagaimana caranya memberitau Vhandra kaalu dirinya tidak sedang hamil. Chandra berkata pada Nandini ingin seorang putri sepertinya. Nandini tidak ingin merusak kebahagiaan Chandra lalu bertanya bagaimana jika bayinya laki2.

Chandra berkata akan membuatnya menjadi pemberani. Nandini meminta janji Chandra untuk tidak menjadikan anak mereka sebagai raja Magadha karena hanya Bindusara yang layak menjadi raja dan dirinya juga tidak ingin Bindusara dan putranya bertarung memperebutkan singgasana. Chandra pun berjanji dan keduanya pun berpelukan.

Bindusara ke kamar Nandini sambil membawa pedang lalu menghunjamkan pedangnya ke atas ranjang karena mengira Nandini tengah tidur. Nandini muncul dan mengatakan sampai berapa lagi dia alan membodohi diri sendiri. Bindusara terkejut dan membuka selimut yang ternyata hanya berisi bantal guling.

Nandini berbicara pada Bindusara kalau Helena sudah memanfaatkannya selama ini. Bindusara mendebatnya karena melawan Helena yang sangat menyayanginya. Nandini meminta Bindusara mempercayainya dan Nandini menceritakan semuanya.

Nandini memberitau kalau Helena memberikan racun padanya sejak anak2 dan Nandini memanggil pengasuh lalu menyuruhnya menjelaskan. Pengasuh tadi mengatakan kalau Nandini mengatakan yang sebenarnya lalu dia beranjak pergi. Bindusara kembali menghardik Nandini tidak mempercayai semuanya.

Nandini pun berkata bahwa dia akan percaya kalau Helena sendiri yang mengatakan kebenarannya. Nandini pun menyuruh Bindusara mengikuti rencananya untuk mengetahui sifat asli Helena. Bindusara lalu menyabetkan pedangnya dan beranjak pergi.

Bindusara mendatangi Helena sambil membawa pedang yang berlumuran darah. Helena bertanya. Bindusara mengatakan bahwa dirinya sudah menghabisi Nandini. Helena pura2 terkejut dan mengatakan bahwa Chandra akan menghabisinya jika tau semua itu.

Bindusara berkata bahwa bukannya dia yang menyuruhnya untuk menghabisi Nandini. Helena cuci tangan dan mengatakan kalau dirinya tidak pernah menyuruhnya dan mengapa dia menyalahkannya atas perbuatannya sendiri. Helena pun menyuruh Bindusara melarikan diri menjauh dari Magadha. Bindusara pun terpukul mendengar ucapan Helena dan teringat ucapan Nandini

(kilas balik saat Nandini berbicara pada Bindusara agar dia menemui Helena dan berkata kalau dia sudah menghabisinya karena sejauh yang diketahui Helena pasti akan menyuruhnya melarikan diri dan Helena tidak akan mengakui kalau sudah menyuruhnya untuk melenyapkannya).

Bindusara berpikir bahwa ucapan Nandini benar adanya kalau Helena memang sudah memanfaatkannya untuk keuntungannya sendiri. Bindusara pun bertanya pada Helena sambil menahan emosinya kenapa dia selalu memanfaatkannya selama bertahun2.

Helena mentertawakannya dan mengakui kalau sudah memanfaatkannya untuk keuntungannya dan Helena juga berkata kalu dirinya sudah berencana untuk membawanya kemari. Lalu Helena menarik pedang Bindusara dan menusukkannya sendiri ke perutnya. Bindusara terkejut bukan main.

Chandra yang tiba2 datang meneriaki Bindusara karena mengira Bindusara yang menusuk Helena. Chandra membantu Helena dan Helena berpura2 mengatakan kalau dirinya mencoba menasihati Bindusara untuk bersikap sopan pada Nandini tapi Bindusara mabuk dan menusuknya. Bindusara coba membantah ucapan Helena tapi Chandra menghentikannya dan memanggil prajurit untuk menangkapnya.

Nandini mendatangi aula dan bertanya pada Chandra mengapa dia memenjarakan Bindusara. Chandra mengatakan kalau Bindusara sudah menusuk Helena. Nandini berusaha membela Bindusara dengan mengatakan kalau itu adalahnkonspirasi dan Bindusara tidak bersalah tapi Chandra berkata kalau dirinya melihat sendiri Bindusara melakukannya.

Nandini pun berkata akan mengatakan kebenarannya. Nandini lalu menceritakan semua dan berkata kalau Helena sudah mencoba menjebak Bindusara dalam rencana jahatnya. Chandra tidak percaya dan meminta bukti. Nandini meminta pada Chandra untuk memberinya waktu membuktikan kejahatan Helena. Chandra pun mengomentari.

Helena mengatakan pada Ellis dan Justin tentang bagaimana dirinya menjebak Bindusara dan dirinya juga sebenarnya tidak tertusuk. Ellis bertanya pada Helena. Helena tertawa mmenjawabnya dan Justin pun memuji ibunya. Helena menyuruh mereka untuk fokus ke langkah selanjutnya.

Charumitra mendatangi sel Bindusara dan berkata kalau dirinya mempercayainya. Bindusara berkata kalau semua orang menganggapnya bersalah. Nandini datang dan berkata kalau dirinya yang bersalah hingga dia harus di penjara. Nandini meneteskan airmata dan Bindusara menampung tetesan tersebut lalu memanggilnya ibu dan memintanya untuk tidak menangis.

Nandini tertegun dan bertanya apakah dia memanggilnya ibu. Bindusara kembali berbicara kalau dirinya tidak punya hak untuk memanggilnya ibu karena dirinya sudah mencoba untuk menghabisinya dan menghinanya. Nandini menenangkannya dan membelai pipinya.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 45 - Padmananda Akhirnya Tewas ditangan Chandra, Nandini Lemas

Lalu Nandini mengatakan kalau semua itu bukan kesalahannya taoi Helena lah yang sudah membuatnya melakukan semua itu. Nandini berjanji pada Bindusara kalau Helena akan menerima akibat dari perbuatannya. Bindusara pun menggenggam tangannya. Nandini lalu beranjak pergi di ikuti Charumitra.

Justin dan Ellis mengobrol di koridor tentang ibu mereka yang sudah menipu Nandini dan tiba2 dua orang lelaki menarik Justin dan membawanya pergi. Ellis pun berteriak memanggil ibunya.

Ellis menunjukkan jalan rahasia di mana Justin di bawa pergi. Lalu Ellis mengajak Helena untuk menemui Chandra dan menceritakan semuanya tapi Helena menghentikannya dan mengatakan percuma saja memberitahu Chandra karena dirinya tau siapa yang melakukannya.

Helena mendatangi Nandini dan Nandini mengatakan sesuatu. Helena menanyakan keberadaan Justin. Nandini menjawab kalau dia harus membayar perbuatannya karena sudah memasukkan Bindusara ke dalam penjara. Helena pun mengancam tidak akan melepaskannya.

Nandini tersenyum dan mengatakan agar dia melihat putranya dulu sebelum pergi lalu Nandini menarik sebuah tirai dimana terlihat bayangan Justin dalam keadaan terikat. Nandini mengatakan kalau Justin berada di sebuah gua yang jauh.

Helena pun memohon pada Nandini untuk tidak melakukan apapun pada Justin dan Helena berjanji akan melakukan semua yang di perintahkannya. Nandini pun menyuruh Helena pergi mengakui kejahatannya pada Chandra jika ingin Justin selamat. Nandini juga memperingatkan Helena kalau dirinya akan memberikan racun pada Justin dan hanya dirinya yang mempunyai penawar obatnya. Helena pun berkata akan melakukan semua ucapannya lalu Helena beranjak pergi.

Helena mendatangi Chandra sambil berteriak dan mengatakan bahwa Bindusara tidak berniat menghabisinya dan dirinya baik2 saja. Chandra terkejut mendengarnya dan menjawab kalai.Nandini mengatakan yang sebenarnya. Helena mengiyakan dan kembali memohon pada Chandra agar menyelamatkan Justin karena Nandini akan menghabisinya.

Chandra berkata kalau Nandini tidak akan bisa melakukan itu. Nandini datang mengatakan kalau memang dirinya memberikan racun pada Justin untuk menyelamatkan Bindusara. Chandra bertanya pada Nandini. Nandini menyahutinya. Helena berlutut memohon pada Chandra Nandini untuk menyelamatkan putranya dan Helena mengakui semua yang telah terjadi di istana adalah perbuatannya. Chandra pun menatap Nandini.

Justin muncul dan Helena memeluknya. Nandini mengatakan pada Chandra kalau dirinya hanya memberikan obat pada Justin yang hanya membuatnya mual dan Nandini berkata kalau Justin baik2 saja sekarang. Chandra lalu memanggil prajurit.

Istana diserang perlahan2. Semua prajurit Magadha dihabisi satu persatu. Helena tertawa terbahak2 dan bertepuk tangan lalu mengatakan kalau dirinya tidak akan menyerah dengan begitu mudah. Chandra menanyakan maksud ucapannya. Helena pun menjawab

(kilas balik saat Helena menemui Swananda dan berjanji padanya akan menikahkannya dengan Ellis kalau dia berhasil menghabisi Chandra dan dia akan memimpin Mahadha).

Helena kembali tertawa terbahak2. Sementara sekelompok orang yang menyerang istana terus masuk ke dalam istana. Bindusara di dalam sel berteriak memanggil2. Dharma dan Charumitra muncul lalu Dharma mengatakan pada Bindusara kalau Nandini sudah membuktikan kalau dia tidak bersalah tapi Helena menipunya.

Bindusara menyuruh mereka untuk melarikan diri tapi Dharma menolak. Penjaga penjara di habisi lalu seseorang menghampiri Dharma dan mencekiknya. Charumitra pun melarikan diri. Bindusara mencoba menghabisi penyerang Dharma dan berhasil. Bindusara lalu menyuruh Dharma pergi tapi Dharma menolak.

Bindusara pun berkata kalau dirinya mencintai Charumitra tapi dia melarikan diri sedangkan dia yang selalu di hinanya bersedia untuk membelanya. Helena masih tertawa dan Chandra berteriak memanggil prajurit. Sekelompok orang pasukan Swananda masuk dan menyandera Chandra.

Dharma mengatakan kalau dirinya tidak akan pergi dan akan tinggal serta mati bersamanya. Dharma mencoba membuka sel Bindusara dan melihat kunci penjara tergeletak. Dharma mengambilnya dan membuka sel Bindusara. Dharma pun merasa senang dan memeluk Bindusara. Bindusara lalu mengajaknya pergi.

Bindusara berlari bersama Dharma tapi Dharma terjatuh. Bindusara menanyakan keadaannya dan bertanya mengapa dia melakukan semua ini. Dharma berkata kalau dirinya tidak bisa melihat rasa sakitnya. Bindusara lalu mengatakan bahwa dirinya selama ini sudah membenci orang2 yang selalu membelanya lalu Bindusara bertanya lagi mengapa dia menyelamatkannya.

Dharma menggenggam tangan Bindusara dan mengatakan kalau dia sudah dimanfaatkan sebab dia adalah orang yang baik. Dharma memintanya melupakan yang sudah berlalu dan melangkah ke depan. Mereka berdua pun saling tatap. Binduaara bertanya lagi maukah dua melupakan masa lalu dan akan selalu bersamanya.

Dharma mengatakan kalau dirinya tidak bisa berpikir bagaimana hidup tanpanya. Bindusara pun memeluknya. Charumitra kemudian muncul dan melepas pelukan Dharma lalu memeluk Bindusara bersyukur dia selamat. Bindusara melepas pelukan Charumitra.

Dharma hendak pergi tapi Bindusara menarik tangannya dan berkata pada Charumitra , “ aku hanyalah suami Dharma karena dia ada saat aku dalam bahaya sementara kau melarikan diri dan lebih baik kau berhenti bersandiwara..sekarang akan aku buktikan kalau aku adalah anak yang baik”.

Swananda muncul dan berkata pada Chandra kalau semua prajuritnya sudah mati. Chanakya dibawa masuk oleh musuh. Chanakya meneriaki Swananda dan mengatakan bahwa Chandra akan menghabisinya. Swananda tersenyum mengejek dan berbicara pada Chanakya kalau dia lah yang pertama kali akan dihabisinya lalu Swananda hendak menyabet Chanakya dengan pedangnya tapi sebuah anak panah melesat melempar pedang Swananda.

Swananda melihat Bindusara yang melakukannya dan memanggilnya pengecut. Chandra memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang musuh dibantu Bindusara. Bindusara pun sempat meminta maaf dan berpelukan dengan Chandra. Chanakya dan Nandini bahagia melihat keduanya. Nandini lalu mengatakan pada Helena kalau Chandra dan Bindusara akan bertarung bersama dan bukan menyerang satu sama lain.

Chandra dan Bindusara kembali menghadapi musuh bersama2. Swananda lalu bertarung melawan Bindusara dan dengan liciknya melempar serbuk pada mata Bindusara. Nandini pun berteriak mencemaskan Bindusara. Bindusara kesulitan melihat dan Swananda pun menghajarnya. Swananda lalu melihat Chandra yang dengan tangguh menghajar pasukannya. Chanakya dan Dharma mencoba membantu Bindusara.

Swananda menatap Nandini lalu menyanderanya sebelum Chandra sempat bertarung dengannya. Swananda mengancam Chandra agar membuang pedangnya atau Nandini akan dipenggal. Nandini memintanya untuk tidak menuruti Swananda tapi Chandra mengikuti perintah Swananda dan melempar pedangnya lalu Swananda menyuruh prajurit menghajar Chandra hingga dia akan lupa kalau dia pernah menjadi seorang Raja.

Nandini berlari menangisi Chandra yang bersimbah darah. Swananda mengatakan pada Chandra yang tak berdaya kalau dia tidak akan mati dengan begitu mudahnya karena istana ini harus melihat kematian Chandra dan Swananda memerintahkan prajuritnya untuk mengurung Chandra dalam dinding.

Chandra yang tak sadarkan diri di kurung dalam dinding. Nandini meneriakinya mengingatkan akan janjinya untuk tidak meninggalkannya. Chandra yang sudah terkurung rapat oleh dinding pun tersadar dan dengan kekuatannya dia meruntuhkan dinding yang baru selesai di buat.

Para prajurit Swananda menyerang tapi Chandra menghabisinya satu persatu. Swananda turun dari singgasana dan hendak menyerang Chandra tapi Chandra mengangkatnya ke udara dan berhasil menghabisinya.

Chandra lalu terduduk kelelahan. Nandini dan Bindusara menghampirinya. Helena hendak melarikan diri tapi Chanakya menghentikannya dan berkata kaalu dia harus menerima akibat dari semua perbuatannya. Nandini mengatakan pada Chandra agar memaafkan Helena karena dia melakukan semua ini karena cinta.

Nandini berkata kalau Helena mencintai Chandra tapi dia tidak mendapatkan cinta yang di inginkan. Nandini menambahkan bahwa lebih baik mengirim Helena dan anak2nya untuk kembali ke Yunani agar mereka bisa hidup bahagia di sana. Helena pun terharu mendengar perkataan Nandini.

Chandra lalu meminta maaf pada Helena atas semua ketidak adilan yang dihadapinya dan Chandra mengatakan kalau dia bebas dari Magadha. Chandra meminta Helena untuk menjaga dirinya sendiri dan anak2nya. Helena meminta maaf pada ChandraNandini dan berterimakasih lalu beranjak pergi di ikuti Justin dan Ellis.

Bindusara pun meminta maaf pada Chandra. Chandra tersenyum memeluk Bindusara dan Nandini. Bindusara pun memeluk Dharma. Bindusara memiliki putra dari Charumitra dan Dharma sementara Chandra memberikan singgasananya dan menobatkan Bindusara sebagai Raja Magadha lalu dia bersama Nandini pergi meninggalkan istana

Loading...

Comment