by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 77 Selasa 20 Maret 2018 di ANTV

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 77 Selasa 20 Maret 2018 di ANTV. Nandini berjalan di koridor dan teringat akan penculikan Dharma dan usaha untuk melenyapkan Chanakya. Nandini berpikir bahwa telah terjadi konspirasi dan Nandini berencana akan berbicara dengan Chanakya agar menambah jumlah prajurit untuk melindungi Chandra.

Sinopsis Chandra Nandini 20 Maret 2013
Sinopsis Chandra Nandini 20 Maret 2013

Tapi murid Chanakya menemuinya dan berkata kalau Chanakya keluar kerajaan untuk beberapa urusan dan tidak tau kapan akan kembali. Nandini lalu beranjak pergi. Mohini yang bersembunyi mengintai Nandini dan tertawa puas karena Nandini tidak bisa melakukan apa2 lagi sekarang.

Chandra-Bheem berjalan di koridor dan sedang mabuk. Helena melihatnya dan memanggilnya lalu bertanya mengapa dia mabuk. Chandra-Bheem menyuruh Helena pergi tapi Helena berkata tidak akan meninggalkannya dalam keadaan seperti ini.

Chandra-Bheem pun menamparnya. Helena terkejut melihat perangai kasar Chandra-Bheem. Chandra-Bheem mengatakan kalau tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan perintahnya dan Chandra-Bheem beranjak pergi. Helena berkata bahwa suatu kesalahan Chandra telah menamparnya.

Pagi harinya Bindusara menatap tangga menuju puncak kuil. Moora mengatakan padanya kalau dia harus menaiki tangga tersebut sambil menggendong istrinya. Iring2an yang membawa Dharma datang. Bindusara menanyakan alasan mengapa dirinya harus menaiki tangga tersebut. Moora menjawab kalau itu sudah menjadi tradisi keluarga dan Moora meminta Bindusara melakukannya demi dirinya.

Dharma keluar dari tandu dan memberi salam menyentuh kaki Moora berbarengan dengan Bindusara. Moora memberkati mereka lalu Bindusara dan Dharma berjalan menuju tangga. Bindusara menatap puncak kuil dan mengatakan bahwa jika seseorang terjatuh dari tangga tersebut mustahil akan bisa bertahan.

Dharma menjawab bahwa waktu yang akan berbicara. Bindusara memikirkan sesuatu dan langsung menggendong Dharma. Dharma berkata pada Bindusara agar dia menikmati perjalanan seperti dirinya yang mengambil air dari sumur suci. Bindusara memberitau kalau dirinya melakukan semua ini demi ibunya .

Dalam perjalanan mereka kembali berdebat, pelayan Charumitra melihat mereka. Bindusara terpeleset dan mereka berguling bersama2 tapi Dharma sebisa mungkin tidak melepaskan diri dari Bindusara dengan memeluk erat.

Pelayan Charumitra mendatangi Charumitra memberikan informasi mengenai Bindusara dan Dharma. Charumitra menghentikannya dan menyuruhnya pergi. Charumitra terlihat emosi dan memikirkan sesuatu.

Helena bercermin dan teringat tamparan Chandra. Nandini masuk ke kamarnya dan membuatnya terkejut. Nandini lalu berbicara padanya mengenai perilaku buruk Chandra akhir2 ini. Helena teringat kembali tamparan Chandra dan mengatakannya pada Nandini.

Lalu Helena meminta Nandini berhati2 dengan mental Chandra yang tidak stabil dan meminta Nandini tidak memberitau siapapun tentang keadaan Chandra karena jika musuh mengetahui hal ini maka mereka bisa diserang. Nandini melipat tangan berterimakasih pada Helena dan Helena memegang tangannya.

Nandini beranjak pergi dan merasa lega sudah bercerita pada Helena. Helena pun tertawa terbahak2 dan berpikir bahwa inilah saatnya menyingkirkan Chandra dari singgasananya dan membuat Bindusara menjadi raja berikutnya agar dirinya bisa menguasai Magadha.

Nandini ke kamar Chandra dan menyelimutinya. Saat hendak pergi Chandra menariknya dalam pelukannya dan mengigau mengatakan bahwa dia adalah Nandini-nya dan bukan Savitri. Nandini berpikir bahwa disatu sisi Chandra sangat mencintainya tapi di sisi lain Chandra menunjukkan sisi buruknya. Nandini berjanji akan menemukan solusi untuk Chandra.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 73 di ANTV Jumat 16 Maret 2018

Bindusara dan Dharma berhasil ke puncak kuil dan mereka melakukan pooja disana. Bindusara mengatakan pada Dharma agar berdoa karena dirinya tidak akan pernah menghabiskan waktu bersamanya lagi. Dharma membalasnya. Mereka Lalu menerima persembahan dari pendeta dan Bindusara bertanya pada pendeta.

Pendeta mengatakan agar dia tidak kembali ke istana karena sedang terjadi badai di luar. Bindusara terkejut dan berkata haruskah dirinya menghabiskan malam bersama Dharma. Dharma menjawab bahwa dia bisa pergi jika mau.

Bindusara dan Dharma tidur di kuil beralaskan tikar di lantai. Dharma sudah tidur dengan nyenyak tapi tidak dengan Bindusara. Bindusara pun mengomel. Saat tengah malam Dharma terbangun untuk mengambil air. Dia lalu melihat ular yang berada tepat di atas kepala Bindusara yang tengah tidur.

Dharma terkejut dan merangkak kemudian menepuk ular itu agar pergi tapi Dharma terjatuh menimpa Bindusara. Bindusara dengan sigap bangun dan mencekik Dharma karena mengira Dharma hendak menyakitinya tapi kemudian Bindusara melihat ular yang merayap pergi dan Bindusra menatap Dharma lalu melepas cekikannya.

Dharma pun mendorong Bindusara. Bindusara berkata bahwa dia sudah menyelamatkannya. Dharma mengatakan kalau dia sudah pernah menyelamatkannya dan dirinya harus mengembalikan bantuannya lalu Dharma kembali tidur.

Helena mencari Bindusara ke kamarnya dan menemukan Charumitra. Charumitra pun mengatakan dengan sinis kalau dia sudah mengirim Bindusara untuk pooja bersama Dharma dan mereka belum kembali. Helena menyuruhnya berhenti menyudutkannya dan Helena berkata bahwa dia akan segera menjadi ratu pertama Magadha.

Charumita menjawab tidak ingin singgasana tapi inginkan suaminya. Helena pun mentertawakannya karena tidak tau bagaimana kekuatan menjadi seorang ratu pertama.

Prajurit menemui Swananda dan mengatakan kalau dua mata2 mereka sudah dihabisi. Swananda langsung menghabisi prajurit tersebut.

Chanakya ditemui mata2nya yang mengatakan kalau Swananda mengirim orang lain lagi sebagai mata2 ke Magadha. Chanakya lalu menulis surat dan menyuruh mata2nya mengirim surat itu pada Chandra.

Amartya berbicara pada Swananda agar tenang menunggu informasi dari Bheem dan Mohini lalu setelah itu mereka akan menyerang Magadha. Swananda pun meneriakkan nama Chandra.

Nandini sedang melakukan pooja di kuil istana. Chandra berjalan menghampirinya sambil berpikir mengapa dirinya tidak bisa ingat pertemuannya dengan Chanakya. Chandra memutuskan untuk tidak memberitau Nandini tentang apapun lalu Chandra menemani Nandini melakukan pooja.

Mohini teringat kemesraannya dengan Chandra dan merasa semakin jatuh cinta serta tidak bisa jauh dari Chandra lagi. Mohini lalu berbicara sendiri. Bheem muncul dan menatap Mohini. Mohini menanyakan keberadaan Chandra pada Bheem.

Mohini berpikir untuk tidak perlu memberitau Bheem tentang perasaannya pada Chandra. Mohini berkata pada Bheem kalau mereka harus segera mengakhiri sandiwara mereka dengan segera. Bheem bertanya apa rencana selanjutnya. Mohini meminta Bheem memasuki tubuh Chandra sekali lagi dan kemudian dirinya akan memberitau rencananya.

Nandini meletakkan tilak pada Chandra. Sukma Bheem datang dan menunggu diluar kuil. Nandini sendiri mengikat benang suci pada tangan Chandra dan itu membuat sukma Bheem tidak bisa merasuki Chandra. Chandra berpikir bahwa Nandini mungkin sedang mencemaskannya dan berjanji akan mencarikan solusi untuk Nandini lalu Chandra berbicara pada Nandini kalau dirinya bermimpi begitu dekat dengannya. Nandini hanya berkata kalau dirinya tidak bisa berkata apa2 lalu Nandini beranjak pergi dan memberikan senyumnya pada Chandra.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 13 - Kehamilan Dhurdhara

Chandra berada di kamar dan memikirkan ucapan Nandini dan kemarahan Nandini. Chandra merasa bingung karena melihat sikap Nandini seperti dua orang yang berbeda. Mohini mendatanginya dan memikirkan sesuatu. Lalu Mohini memeluk Chandra dari belakang.

Chandra menganggapnya Nandini dan berbicara dengannya. Mohini memeluknya dan mengatakan sesuatu. Chandra merasa asing dan terkejut melihat Mohini lalu mendorongnya dan menghardik karena dia berani mendekatinya. Mohini terkejut dan berpikir kalau Bheem sedang menjebaknya lalu Mohini kembali merayu Chandra seraya berkata mengapa dia bersikap seperti ini. Chandra kembali mendorongnya dan memanggil prajurit.

Dharma dengan langkah tertatih2 memasuki kamar dan Bindusara melihatnya. Dharma lalu terpeleset dan hampir terjatuh tapi Bindusara dengan sigap menahannya. Mereka pun saling berpandangan. Helena masuk memanggil Bindusara. Dharma menjauh dan Helena melihatnya.

Helena lalu bertanya pada Bindusara mengapa dia dan Dharma tidak kembali ke istana semalam. Bindusara menjawab kalau pendeta menyuruhnya untuk tetap tinggal lalu menyuruh Dharma pergi dan kemudian berbicara mengenai sikap aneh Chandra dan tamparannya juga.

Bindusara terkejut dan berkata akan berbicara dengan ayahnya. Helena menghentikannya dan memintanya mengikuti perintahnya. Helena mengatakan kalau mereka akan menggeser Chandra dari singgasana. Bindusara menolak melakukannya dan berkata akan melakukan semua perintahnya kecuali yang satu itu karena rakyat tidak akan menghormatinya jika dirinya melempar ayahnya dari singgasananya lalu Bindusara beranjak pergi dan Helena mulai berpikir akan membuat tempat untuk singgasana yang lain.

Prajurit menangkap Mohini. Mohini meminta ampun pada Chandra. Chandra pun menghardiknya dan mengatakan akan menjebloskannya ke penjara lalu menyuruh prajurit membawa Mohini.

Di dalam penjara Mohini berpikir mengapa Bheem menipunya. Bheem menemuinya diam2 dan Mohini bertanya mengapa dia menipunya dnegan tidak masuk dalam tubuh Chandra. Bheem berkata sudah berusaha tapi gagal.

Chandra merasa cemas di kamarnya dan merasa harus memberitau Nandini tentang perilaku Mohini. Bheem datang dan meminta pengampunan pada Chandra seraya berkata agar memasukkannya ke penjara juga. Chandra mengatakan kalau Mohini bukan wanita yang baik.

Bheem berkata kalau dirinya sudah bersumpah tidak akan mendekati Mohini sebelum mendapatkan Savitri dan sebab itulah dia mendekati nya (mendekati Chandra). Chandra pun kemudian setuju untuk memaafkan Mohini dan menyuruh Bheem untuk mencegah Mohini mendekatinya.

Chandra berjalan di koridor bersama mentri2nya. Dia lalu melihat Nandini dan menghampirinya. Sementara Bheem dan Mohini sedang mengobrol di kamar. Bheem meminta Mohini untuk membuatnya masuk kembali pada tubuh Chandra. Nandini pun tengah berbicara dengan Chandra.

Mohini dan Bheem hendak memulai ritual hitamnya tapi Mohini tidak bisa melakukannya dan mengatakan pada Bheem kalau dirinya merasa kesulitan untuk masuk dalam tubuh Chandra.

Di aula Chandra tengah bekerja seperti biasanya dan tengah mendengarkan keluh kesah rakyatnya dan memberikan solusi terbaiknya lalu dilanjut dengan Chandra berlatih pedang seperti biasanya. Nandini melihatnya dan merasa senang karena Chandra sudah bersikap normal seperti biasanya.

Loading...

Comment