by

Waspada, Enam Kecamatan di Lampung Tengah Endemik DBD

Debroo.net. Waspada, Enam Kecamatan di Lampung Tengah Endemik DBD. Terdapat Enam kecamatan di Lampung Tengah menjadi wilayah endemik demam berdarah dengue (DBD), yakni Trimurjo, Kalirejo, Terbanggibesar, Terusannunyai, Gunungsugih, dan Kotagajah.

Nyamuk Aedes aegypti dan Penyakit DBD
Nyamuk Aedes aegypti dan Penyakit DBD

Hal tersebut dikatakan oleh Plt. Kadiskes Lamteng Hairul Azman yang mengatakan bahwa pada musim penghujan sekarang ini masyarakat harus mewaspadai DBD. “Kami minta masyarakat waspada DBD pada musim penghujan sekarang ini. Terutama di enam kecamatan yang endemik DBD. Yakni Trimurjo, Kalirejo, Terbanggibesar, Terusannunyai, Gunungsugih, dan Kotagajah,”

Sejauh ini, Diskes Lampung Tengah belum menerima laporan warga yang terjangkit DBD. “Kalau laporan ke kita belum ada. Tapi, kita terus edukasi masyarakat tentang bahaya dan cara pencegahan penyakit DBD. Edukasi melibatkan tenaga kesehatan puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan,” kata Hairul

Masyarakat harus dapat lebih meningkatkan kebersihan diri dan rumah tempat tinggal. “Nyamuk penyebab DBD cenderung berkembang biak di tempat-tempat bak penampungan air yang bersih. Makanya masyarakat harus menjaga kebersihan rumahnya melalui 3M Plus. Yakni mengubur, menguras, dan menutup bak penampungan air yang menjadi penyebab sarang nyamuk,” ungkapnya.

Ciri-ciri dan gejala DBD pada umumnya penderita akan mengalami demam tanpa sebab dan pergelangan tangan dipegang kuat akan terlihat bintik-bintik merah. “Bintik merah itu menandakan sudah terjadi pendarahan di bawah kulit, kemudian penderita DBD dapat mengalami mimisan, jika sudah ada gejala seperti ini, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit. DBD termasuk penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian jika terlambat dalam penanganan,” ingatnya.

Apa itu DBD?

Untuk diketahui, bahwa DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever), chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Baca Juga :  130 Guru SLTP Negeri Se-Bandar Lampung Terima Pembekalan dalam Penggunaan Buku Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim

Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Apa saja tanda-tanda dan gejala demam berdarah dengue (DBD)?
Terdapat tiga jenis demam dengue: demam berdarah klasik, dengue hemorrhagic fever, dan dengue shock syndrome. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

Gejala demam berdarah klasik

Gejala dari demam berdarah klasik biasanya diawali dengan demam selama 4 hingga 7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi, serta:

  • Demam tinggi, hingga 40 derajat C
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam
  • Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.

Gejala dengue hemorrhagic fever

Gejala dari dengue hemorrhagic fever meliputi semua gejala dari demam berdarah klasik, ditambah:

  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.

Gejala dengue shock syndrome

Gejala dari dengue shock syndrome, jenis penyakit dengue yang paling parah, meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah:

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak (dan beberapa orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Baca Juga :  Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Lampung Berpotensi Hujan Lebat

Bagaimana cara mengobati DBD (demam berdarah dengue)?

Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah DBD, kebanyakan pasien pulih dalam 2 minggu. Penting untuk menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi. Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Minum banyak cairan
  • Minum obat untuk menurunkan demam. Paracetamol (Tylenol®, Panadol®) dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam.
  • Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen(Advil®, Motrin®) dan naproxen sodium (Aleve®).

Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi DBD (demam berdarah dengue)?

Anda dapat mengatasi demam berdarah dengue dengan perawatan di rumah. Anda memerlukan hidrasi serta penanganan rasa sakit yang baik. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

  • Tinggallah di tempat yang ber-AC. Penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari.
  • Atur ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari, di mana banyak nyamuk di luar.
  • Gunakan pakaian pelindung. Apabila Anda berada di daerah yang banyak nyamuk, gunakan baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan penangkal nyamuk. Permethrin dapat dipakaikan ke pakaian, sepatu, alat kemah Anda. Anda juga dapat membeli pakaian yang mengandung permethin. Untuk kulit Anda, gunakan penangkal yang mengandung paling sedikit 10% konsentrasi DEET.
  • Kurangi tempat tinggal nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, seperti ban mobil. Kurangi habitat perkembangbiakan nyamuk untuk mengurangi populasi nyamuk.
Loading...

Comment