by

Sinopsis SHANI Episode 1 Tayang Selasa 6 Maret 2018 di ANTV

Debroo.net. Sinopsis SHANI Episode 1 Tayang Selasa 6 Maret 2018 di ANTV. Episode ini dimulai dengan pertarungan antara Dewa dan Iblis yang saling memperebutkan nirwana. Dewa Indra muncul dan menghabisi banyak iblis.

Sinopsis SHANI Episode 1 ANTV
Sinopsis SHANI Episode 1 ANTV

Sang Raja Iblis (Shukracharya) muncul dan bertarung melawan Dewa Indra. Dewa indra berhasil menendang Shukracharya hingga jatuh terjengkang. Shukracharya membalas dan berhasil menendang Dewa Indra hingga membuat mahkotanya jatuh. Keduanya lalu berdiri memimpin pasukan masing2 dan memerintahkan untuk menyerang.

Dewa Surya duduk di singgasananya dan kemudian membuat api besar untuk menciptakan kekuatan panas. Setelah itu Dewa Surya menanyakan keberadaan sang istri (Dewi Sanghya) pada pelayannya.

Dewi Sanghya sendiri tengah bermain bersama putrinya Yamuna (Yami). Pelayan datang dan memberitahu kalau Dewa Surya mencarinya. Dewi Sanghya terlihat cemas.

Dengan perlahan Dewi Sanghya menemui Dewa Surya sambil membawa nampan pooja. Dewa Surya lalu mengatakan agar dia melakukan tilak padanya. Dewi Sanghya mendekat dan melakukan tilak pada Dewa Surya. Seketika saat jari Dewi Sanghya menyentuh kening Dewa Surya panas menjalari tangannya.

Dewi Sanghya menahan rasa sakit dan kemudian melepas tangannya karena tidak bisa menahan panasnya. Tangan Dewi Sanghya masih saja terbakar tapi lambat laun tangannya berubah normal kembali. Dewa Surya lalu berbicara pada Dewi Sanghya kalau dirinya masih tidak mengerti mengapa dia masih belum bisa mengatasi rasa panas darinya lalu Dewa Surya beranjak pergi.

Dewi Sanghya mengatakan kalau dirinya sudah mencoba tapi bukan berarti dirinya harus kehilangan hak atas cintanya. Dewi Sanghya berkata kalau dirinya menginginkan cintanya tapi panasnya selalu membakarnya, Dewi Sanghya bertanya pada suaminya tidakkah dia bisa menjadi dingin pada istrinya sendiri.

Langkah Dewa Surya terhenti. Dewa Surya menjawab kalau hal itu tidak mungkin karena dirinya selalu menyala untuk seluruh dunia dan tidak akan bisa menjadi dingin untuk satu orang saja lalu beranjak pergi. Dewi Sanghya menghentikan langkahnya lagi dan berkata bahwa satu orang yang dimaksudnya adalah istrinya sendiri.

Dewa Surya pun berkata agar Dewi Sanghya mencari solusi untuk dirinya sendiri atas permasalahan ini dan kemudian beranjak pergi. Dewi Sanghya berbicara sendiri membenarkan ucapan suaminya dan akan mencari solusi untuk masalahnya.

Peperangan masih terjadi. Shukracharya menyalahkan Dewa Indra atas peperangan yang terjadi lalu dia memunculkan satu iblis raksasa (Dambnaad) untuk melawan Dewa Indra. Dambnaad menyerang Dewa Indra dan berhasil melempar senjata Dewa Indra.

Dewa Indra pun terus diserang oleh Dambnaad menggunakan cambuk api nya. Tapi kemudian Dewa Surya datang. Banyak iblis mati karena panas yang di bawa Dewa Surya. Dewa Surya bergabung dengan Dewa Indra dan menyerang Dambnaad menggunakan panasnya.

Dewi Sanghya melihat kekuatan suaminya dari kejauhan dan mengatakan kalau suaminya berjuang sendiri dalam peperangannya begitu juga dirinya. Dewi Sanghya berkata bahwa ayahnya pasti akan memberinya solusi lalu sang Dewi berkuda menuju tempat ayahnya.

Vishwakarma (ayah Dewi Sanghya ) tengah berbicara sendiri membahas perang yang terjadi sambil memeriksa pedang buatannya. Dewi Sanghya mendatanginya dan berbicara dengannya mengenai masalahnya yang tidak pernah bisa menahan rasa panas dalam diri suaminya.

Vishwakarma memberi solusi agar putri nya menjauh beberapa waktu dari suami dan anak2nya untuk melakukan meditasi karena hanya itulah satu2nya solusi untuknya. Dewi Sanghya hanya terdiam mendengarnya.

Sang ayah pun paham kalau putrinya tidak bisa melakukan hal tersebut dan memintanya menerima keadaannya itu ketika dia tidak bisa merubah kondisinya. Dewi Sanghya pun meneteskan air mata. Sang ayah lalu berkata kalau lebih baik dia menjadi bayangan suaminya jika dia ingin aman karena tubuh bisa terbakar tapi tidak dengan bayangan.

Baca Juga :  ANTV Tayangkan Kisah SHANI Anak Dewa Surya Melawan Para Dewa

Dewi Sanghya pun beranjak pergi. Vishwakarma menuang ramuannya pada bayangan pedang yang dibuatnya dan bayangan tersebut bercahaya lalu menghasilkan pedang baru. Vishwakarma pun mengatakan dengan gembira kalau dirinya mempunyai solusi untuk masalah Dewa Indra.

Langkah Dewi Sanghya terhenti dan menatap botol ramuan ayahnya. Vishwakarm lalu menyimpan pedangnya seraya berkata kalau ramuannya bisa membuat seseorang menciptakan bayangannya menjadi nyata, saat kembali Vishwakarma sudah tidak melihat Dewi Sanghya lagi. Sementara botol ramuan Vishwakarma yang tadinya berjumlah 3 botol kini hanya tersisa 2 botol.

Dewa Surya bertarung melawan Dambnaad sendirian dan berhasil melumpuhkannya. Dewa Indra sendiri menantang Shukracharya. Dia mengumpulkan badai dengan kekuatannya dan Shukracharya menggunakan energinya untuk melawannya. Dewa Surya pun bergabung bersama Dewa Indra melawan energi Shukracharya.

Dewa Surya mengatakan pada Shukracharya bahwa tidak ada satupun iblis yang bisa melawan kekuatannya dan hari ini dia akan kalah. Shukracharya mengatakan hal yang sama pada Dewa Surya. Mereka bertiga terus saling adu kekuatan.

Dewa Indra dan Surya mengatakan pada Shukracharya agar menghentikan energinya atau dunia akan hancur tapi Shukracharya tidak mengindahkan peringatan tersebut lalu terjadilah ledakan besar.

Dewa Siwa muncul dan semuanya memberi salam. Dewa Indra mengatakan pada Dewa Siwa agar dia memusnahkan iblis di dunia ini tapi Dewa Siwa menghardiknya dan mengatakan kalau tidak ada seorangpun yang bisa memutuskan soal tersebut.

Dewa Siwa menambahkan kalau semua ini tidak akan terjadi jika mereka tau mana yang dosa dan tidak. Dewa Indra dan Shukracharya pun saling menyalahkan satu sama lain karena menghasut Dewa dan Iblis. Shukracharya pun meminta pada Dewa Siwa agar memberikan pohon Kamdhenu jika dirinya tidak bisa mendapatkan nirwana.

Dewa Indra membentaknya dan menyuruhnya untuk tidak berpikir tentang hal tersebut karena pohon itu adalah haknya. Mereka pun mulai berdebat. Dewa Wisnu menghentikan mereka dan mengatakan kalau mereka begitu serakah karena kekuatan dan kekuasaan.

Shukracharya pun mengatakan agar Dewa Siwa memutuskan semua dan Shukracharya pamit pergi. Dambnaad mengatakan kalau Dewa Siwa adalah seorang Dewa dan dia pasti akan membela pihak Dewa. Dewa Siwa berteriak marah dan hendak melemparkan trisulanya pada Dambnaad tapi diurungkannya niatnya.

Dewa Siwa lalu mengatakan bahwa perang dinyatakan berakhir dan Dewa Siwa berkata kalau sebuah energi akan lahir di bumi dan akan menghukum semua orang tergantung karma masing2. Dewa Indra dan yang lain pun memberi hormat pada Dewa Siwa.

Dewi Sanghya memegang botol ramuan sang ayah yang berhasil di curinya. Dia lalu melihat Dewa Surya melintas dengan kereta kudanya dan Dewi Sanghya teringat perkataan ayahnya kemudian berlari menghampiri putra putrinya Yamuna dan Yamraj.

Dewi Sanghya memegang botol ramuannya lalu dengan meneteskan air mata dia membuka botolnya dan menuangkan pada bayangannya tapi tiba2 Dewa Surya datang. Dewa Surya tersenyum menatap Dewi Sanghya lalu bergerak menghampiri Yami dan Yamraj.

Dewa Surya melihat ketegangan di wajah istrinya dan berkata kalau perang sudah berakhir lalu bergerak menghampiri dan sambil memegang bahunya Dewa Surya berkata kalau dirinya tidak bisa berbuat apa2 atas permasalahan yang dibahas mereka tadi karena takdir bukan ditangannya.

Dewa Surya merasa senang melihat istrinya tidak merasakan panas darinya dan Dewa Surya pun bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi. Dewi Sanghya yang asli mengintip dari balik tirai. Tiba2 prajurit masuk dan memberitahu Dewa Surya kalau Dewa Indra menunggunya. Dewa Surya beranjak pergi.

Dewi Sanghya memegangi botolnya dan mengatakan sesuatu (kilas balik saat Dewi Sanghya menuang ramuan ayahnya ke bayangannya dan seketika muncul lah bayangannya menjadi nyata). Dewi Sanghya menghampiri bayangannya dan mengatakan akan memanggilnya Chaya lalu Dewi Sanghya berdoa pada Dewa Siwa berterimakasih atas pilihan yang diberikannya.

Baca Juga :  Sinopsis SHANI Episode 40 Tayang Senin 16 April 2018 Bagian 1

Dewi Sanghya lalu berbicara pada bayangannya kalau namanya adalah Chaya. Yami menangis dan Dewi Sanghya menggendongnya lalu berkata pada Chaya kalau diantara melakukan tugasnya selama dirinya pergi meditasi karena dirinya tidak ingin Yami dan Yamraj merasa kehilangan atas ketidakhadirannya.

Chaya berkata akan melakukan yang terbaik. Lalu Dewi Sanghya memberikan Yami pada Chaya dan memintanya merawat kedua anaknya. Dewi Sanghya mengajaknya ke balkon dan menunjukkan sebuah pohon di bawah sana seraya mengatakan bahwa bayangan pohon itu tetap ada tapi tidak diijinkan melampui batasannya dan begitu juga dengan dia.

Dewi Sanghya berkata pada Chaya kalau dia harus memenuhi tugasnya tapi tidak boleh mengambil hak nya dan Dewa Surya adalah haknya. Sekali lagi Dewi Sanghya mengingatkan Chaya kalau dia hanyalah bayangannya dan akan menjauhi bayangan suaminya juga. Chaya setuju dengan semua ucapan Dewi Sanghya .

Dewi Sanghya menatap satu persatu anaknya dan beranjak pergi untuk melakukan meditasi tapi mereka menangis. Dewi Sanghya membalikkan badan dan tersenyum melihat Chaya sudah gerak cepat menggendong buah hatinya dan menenangkan mereka. Dewi Sanghya pun beranjak pergi dengan berat hati.

Shukracharya berpidato pada seluruh pengikutnya bahwa mereka harus tetap membuat para Dewa tidak melewati batasannya. Sementara Dewa Indra tengah berbicara dengan Dewa Surya kalau dirinya bangga menjadi Dewa karena tidak akan ada seorangpun yang akan memberitahukan batasan2 mereka. Dewa Surya memintanya tidak perlu cemas karena Dewa Siwa tidak akan mengambil keputusan yang salah.

Dewa Siwa berdiskusi dengan Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Dewa Siwa mengatakan kalau mereka akan menciptakan kekuatan bersama2 dan itu tidak ada hubungannya dengan siapapun karena energi itu hanya akan lahir dari rumah Dewa Surya.

Chaya senang dengan anak2 Dewi Sanghya . Dewa Surya tiba2 muncul dan memegang bahunya sambil mengatakan agar dia beristirahat karena hari sudah larut malam. Chaya pun berusaha menghindari Dewa Surya dengan beralasan bahwa Yami belum tidur.

Dewa Surya mengatakan pada Chaya kalau dia juga punya tanggung jawab pada suaminya. Chaya masih berusaha menghindar. Dewa Surya kembali memegang bahunya dan bertanya mengapa dia bersikap kasar saat dia sudah bisa menerima rasa panasnya dan Dewa Surya pun berkata kalau dirinya ingin dia ke kamarnya sekarang lalu beranjak pergi.

Chaya berjalan menuju kamar Dewa Surya sembari teringat ucapan Dewi Sandhya dan Dewa Surya secara bergantian. Chaya pun masuk ke dalam kamar Dewa Surya

Waktu pun berlalu. Dewa Surya diberkati dengan memiliki seorang putra dari Chaya. Perayaan tengah berlangsung. Dewa Surya menyaksikan hiburan di hadapannya. Sementara itu Dewa Wisnu meneteskan air mata. Dewa Brahma bertanya mengapa dia terlihat emosional.

Dewa Wisnu berkata bahwa seseorang yang telah menerangi dunia kini harus terbakar dan seseorang yang selalu melakukan keadilan kini harus melalui ketidakadilan. Dewa Siwa mengomentari bahwa hal itu pasti akan terjadi.

Chaya masuk dalam perayaan sambil menggendong putranya Dewa Surya menghentikan hiburan dan menyambut Chaya lalu mengatakan bahwa putranya akan bersinar seperti matahari. Chaya terkejut mendengarnya. Dewa Surya menghampiri Chaya dan berkata akan memberi nama pada putranya lalu meminta Chaya menunjukkan wajah putranya.

Chaya pun menjadi ragu tapi tetap menunjukkan wajah bayinya. Dewa Surya terkejut bukan main melihat bayinya yang terlihat jelek dengan kulit gelapnya dan mengatakan kalau bayi itu tidak akan bisa menjadi putranya.

Loading...

Comment