Sinopsis Chandra Nandini Episode 37 – Cari Bukti Tentang Vishaka Manuasia Ular

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 37 – Cari Bukti Tentang Vishaka Manuasia Ular. Chandra dan Parvatak ke kamar Chaya, Parvatak pura2 menangisi keadaan Chaya dan berkata bahwa hanyalah dia satu2nya harapan agar Malayketu bisa kembali ke jalan yang benar.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 37
Sinopsis Chandra Nandini Episode 37

Pelayan lalu datang dan mengatakan bahwa dia ditunggu di aula, Chandra pun beranjak pergi. Parvatak lalu tersenyum licik dan berbicara pada Chaya yang masih memejamkan mata bahwa semakin lama dia terbaring sakit maka itu akan sangat bagus untuknya.

Pelayan mata2 Parvatak lalu memanggil Parvatak dan mengatakan beum ada kabar terbaru. Parvatak menimpali agar dia tetap mengawasi Chandra dan menunggu perintah Padmananda untuk menyerang Chandra lalu Parvatak beranjak keluar dari kamar Chaya.

Nandini terbangun di malam hari lalu melihat Chandra dan mengikutinya. Chandra masuk ke kamar Vishaka, Nandinipun mengintainya. Vishaka dan Chandra pun saling berdekatan dan berpelukan,

Vishaka melihat Nandini yang tengah mengintai dan Vishaka kemudian menusukkan belatinya berulang2 pada punggung Chandra, Nandini berteriak dan berlari menuju Chandra. Nandini pun terbangun dan meneriakkan nama Chandra kemudian menyadari bahwa tadi hanya mimpi buruknya,

Nandini lalu berbicara sendiri bahwa dirinya tidak bisa meninggalkan Chandra-Bindusara sendirian dan Nandini bertekad akan bersama mereka layaknya bayangan mereka.

Di Sinopsis Chandra Nandini hari ini, Nandini kekamar Chandra dan melihatnya akan pergi, Nandini pun bertanya hendak pergi kemana dia selarut ini. Chandra balik bertanya mempertanyakan statusnya yang berani menginterogasinya dan bertanya apa yang dilakukannya di kamarnya.

Nandini berpikir kalau memberitau Chandra yang sebenarnya maka Chandra akan bereaksi buruk jadi Nandini menjawab bahwa kedatangannya untuk Bindusara. Saat Chandra akan beranjak pergi Bindusara menangis, Nandinipun mengangkatnya dan memberikannya pada Chandra, Chandra lalu coba menenangkan Bindusara.

Nandinipun kemudian tertidur di dekat ayunan Bindusara, Bindusara tertidur dan Chandra meletakkannya di ayunan, Chandra lalu memakai mahkotanya dan berjalan keluar kamar. Sinopsis

Dikamarnya, Vishaka merasa lemas dan berkeringat dingin karena belum mengkonsumsi racun ular, Vishaka membuka peti ularnya dan terkejut tidak melihat ular2nya disana, Vishaka mencari2nya dengan panik, dia membuka peti2nya yang lain tapi tidak jua menemukan ularnya. VIshaka pun panik dan berpikir bahwa dirinya harus ke hutan untuk menemukan ular untuk dikonsumsi.

Vishaka terkejut melihat kehadiran Chandra di kamarnya, Chandra terkejut melihat keadaan kamar yang porak poranda, Vishaka pun bertanya apa yang dilakukannya di kamarnya, Chandra melihat Vishaka yang menggigil dan berkeringat dingin.

Chandra pun mencemaskannya dan bertanya ada apa dengannya, Vishaka mencoba beralasan sedang sakit kepala. Chandra lalu berbicara padanya akan memanggil tabib tapi Vishaka melarangnya. Chandra mengajaknya duduk diranjang lalu Chandra membaringkan Vishaka dipangkuannya dan memijat2 kepalanya. Vishaka berpikir bagaimana dirinya akan pergi ke hutan sekarang.

Pagi menjelang, Nandini terbangun dan terkejut tidak melihat Chandra dimanapun, Nandini bertanya pada pelayan. Peayan menjawab kalau Chandra tengah bersama Vishaka di kamarnya. Lalu Nandini bergegas lari keluar kamar dan Nandini pun menabrak Chandra yang hendak masuk ke dalam kamar,

Nandini senang melihat Chandra tidak apa2 dan memeluknya. Chandra bertanya apa yang dilakukannya dan Nandini melepas pelukannya. Chandra masuk ke dalam kamar dan berbaring sembari berkata bahwa dirinya mendapatkan malam terbaiknya hanya saja tidak bisa tidur semalaman,

Nandini pun bertanya mengapa dia tidak tidur. Chandra menjawab semalaman bersama Vishaka dan sebab itulah dirinya tidak bisa tidur, Chandra lalu menyuruh Nandini memijatnya karena punggungnya terasa sakit. Nandini pun terpaksa melakukannya.

Chandra lalu sengaja membuat Nandini cemburu dengan bercerita mengenai Vishaka, Nandini menegurnya karena membagi ceritanya pada pelayan seperti dirinya dan Nandini hendak beranjak pergi tapi Chandra menghentikannya dan bertanya apakah dia merasa cemburu pada Vishaka.

Nandini pun menyangkalnya dan berkata bahwa dia tidak boleh meninggalkan Bindusara sendirian dengan cara seperti itu. Nandini lalu beranjak pergi sembari mengomel.

Chanakya tengah memberitau rencananya pada Padmananda dan Amartya, prajurit datang membawa pesan dari Magadha dan Amartya membacanya yang ternyata dari Vishaka. Chanakya pun bertanya, Amartya beralasan bahwa itu surat dari Parvatak.

Chanakya menyuruhnya membacakannya. Amartya pun membaca surat karangannya sendiri, “Yang Mulia Padmananda..aku telah tiba di Magadha dan memata2i Chandra sembari menunggu perintah darimu”. Chanakya lalu melanjutkan mengenai rencananya tadi sambil menatap surat ditangan Amartya dengan selidik.

Chanakya berbicara dengan mata2nya bahwa Padmananda dan Parvatak sama2 raja jadi Parvatak tidak akan pernah memanggil Padmananda “Yang Mulia”. Chanakya merasa ada yang mencurigakan dan menyuruh mata2nya untuk mendapatkan surat di tangan Amartya tadi.

Vishaka masih kebingungan karena belum berhasil mendapatkan racunnya. Sementara Bindusara yag diletakkan tak jauh dari Vishaka berdiri mencoba merangkak mendekati perapian tanpa disadari Vishaka, Nandinipun datang diwaktu yang tepat dan berhasil menyelamatkan Bindusara dari api lalu membentak Vishaka.

Vishaka terkejut mendengar bentakan Nandini, Nandini lalu melabraknya karena mengabaikan Bindusara. Vishaka meminta maaf dan memberi alasan kalau dirinya sedang tidak sehat lalu Vishaka meminta Bindusara tapi Nandini melihat tangan Vishaka yang gemetaran menyuruhnya menjaga dirinya sendiri sementara Bindusara akan dijaganya.

Moora berjalan masuk bersama Dadima dan membentak Nandini. Moora lalu menegur Nandini karena membentak Vishaka dan Moora mengingatkan status Nandini yang hanya seorang pelayan, Dadima hendak membela tapi Nandini mencegahnya dan mengatakan bahwa Moora benar kalau dirinya tidak seharusnya membentak Vishaka.

Sinopsis Chandra tengah melamun di balkon, dia mendengar suara langkah kaki dan kemudian melihat seseorang yang menutupi diri dengan selimut, Chandra bertanya informasi apa yang didapatnya. Orang tersebut berbisik pada Chandra. Chandra memintanya untuk tetap berhati2 dan orang tersebut beranjak pergi. Chandra pun berkata bahwa sekarang dirinya akan sampai pada akhir dari alur ini.

Di aula, Moora bertanya pada Chandra mengapa mengumpulkan mereka semua. Chandra berkata bahwa dirinya akan segera menikah dan ingin semuanya untuk bersantai sejenak, Chandra menambahkan bahwa dirinya sudah mengatur sebuah hiburan lalu Chandra memanggil seseorang.

Seorang lelaki muncul dan membawa bungkusan, dia menyapa Chandra lalu mulai memainkan seruling ularnya dan membuat pertunjukan ular. Vishaka menjadi panik sekaligus ingin mengkonsumsi racun ular tersebut. Vishaka berpikir bahwa dirinya harus mendapatkan ular tersebut.

Nandini melihat Vishaka yang menggigil hebat dan berpikir untuk bertanya pada lelaki pembawa ular tadi mengenai tato ular yang dilihatnya di kaki Vishaka. Vishaka berniat akan mencuri ular itu selesai pertunjukan.

Atraksi ular selesai di lakukan, semuanya pun bertepuk tangan lalu saling membubarkan diri, saat lelaki pembawa ular mengambil minuman, Nandini menemuinya dan bertanya mengenai tanda pada Vishaka.

Lelaki itu menjawab bahwa ada sebuah tempat didekat Magadha dimana ada bayi yang diubah menjadi gadis beracun (Vishkanya) dan tanda yang disebut Nandini tadi hanya ada pada seorang Vishkanya dan mereka sangat berbahaya karena mereka menarik target mereka dengan kecantikannya dan ketika mereka tidak mendapatkan racun maka mereka akan sakit dan menggigil hebat.

Nandini pun teringat saat tadi Vishaka menggigil hebat. Nandini mengucap gterima kasih dan beranjak pergi, lelaki tadi lalu hendak pergi tapi ularnya sudah menghilang.

Nandini tengah mondar mandir di kamarnya, pelayan datang membawakan buku tengtang Vishkanya yang dimintanya. Nandini membacanya dan mengetahui bahwa ketika seorang bayi diberikan racun oleh Vishkanya maka bayi itu bisa berubah menjadi Vishkanya dan mereka menyerang dengan cara menggigit atau mencampur darahnya ke dalam air.

Nandini pun teringat semua kejadian yang terhubung dengan Vishaka dan menyimpulkan bahwa Vishaka adalah Vishkanya, Nandini berniat memberitau Chandra.

Nandini menemui Chandra dan berbicara dengannya mengenai Vishaka yang seorang Vishkanya, Chandra pun mendebatnya. Nandini menunjukkan bukunya dan memberi penjelasan mengenai tato ular di kaki Vishaka. Chandra kembali mendebatnya dan membawanya pergi untuk membuktikan ucapan Nandini.

Vishaka tengah bermain2 dengan ular lelaki tadi sementara Chandra Nandini dalam perjalanan menuju kamar Vishaka, Vishaka lantas mengkonsumsi racun ularnya. Chandra Nandini masuk ke dalam kamar. Vishaka dengan gugup menyapanya dan bertanya apakah Bindusara baik2 saja.

Chandra berkata kalau Bindusara baik2 saja. Nandini lalu menuduhnya sebagai Vishkanya. Vishaka terperanjat kemudian menegur Nandini, Nandini pun membentaknya dan membeberkan semua bukti2nya. Vishaka pura2 teraniaya dan bertanya pada Chandra apakah dia juga meragukannya.

Chandra lalu mengatakan bahwa dirinya mempercayainya dan ingin dia menunjukkan pada Nandini kalau apa yang dituduhkan tidaklah benar. Vishaka pura2 menangis lalu menunjukkan kakinya. Nandini terkejut karena tidak melihat tato ular itu disana.

Chandra pun memperingatkan Nandini untuk tidak lagi melawan Vishaka atau dia tidak akan dimaafkan. Chandra menenangkan Vishaka dan mengusir Nandini keluar. Chandra lalu meminta maaf pada Vishaka dan Vishaka pun memeluknya (kilas balik saat Vishaka mencari robekan catatan ular dipetinya dan ketika tidak menemukannya Vishaka menduga Nandini lah yang mencurinya lalu Vishaka pun menghapus tatonya menggunakan lilin).

Chandra berkata pada Vishaka agar dia beristirahat lalu Chandramemungut buku Nandini dan melihat ular disampingnya.
Chandra pura-pura tidak melihat ular tadi dan bergegas pergi dengan membawa buku Nandini. Vishaka mengambil ularnya dan berkata bahwa Nandini tidak akan pernah bisa mengungkap rahasianya. Sinopsis

Chanakya tengah berada di sebuah tempat rahasia dan berbicara dengan mata2nya. Sang mata2 memberitau bahwa surat itu memang dari Magadha. Tapi Chanakya mendebat bahwa itu bukan dari Parvatak karena bahkan Parvatak pun tidak tau apa2 tentang surat tersebut.

Mata2 Chanakya menyahut bahwa mungkin surat itu dari Vishaka palsu. Chanakya menuruhnya mendapat kan surat itu dengan segera dan Chanakya kemudian beranjak pergi.

Nandini menunggu Chandra di kamarnya, Chandra datang dan menyuruh Nandini keluar karena tidak ingin berbicara dengannya. Mereka kembali berdebat mengenai Vishaka dan Chandra mengatakan kalau Nandini sudah tidak memiliki tempat dikehidupannya karena posisinya sudah digantikan oleh Vishaka.

Nandini pun membalas bahwa sudah menjadi tugasnya untuk menyelamatkan raja dan rakyat Magadha, Nandini menambahkan kalau dirinya tidak memerlukan posisi apapun untuk menghentikan Vishaka dan menyelamatkannya serta rakyatnya.

Amartya bertemu dengan Vishaka dan mereka membahas Chandragupta. Vishaka memberitau bahwa besok Chandra akan menikahinya dan Chandrapun akan menjadi miliknya. Amartya menyuruhnya untuk melenyapkan Chandra dan setelah kematian Chandra maka Padmananda akan mengambil alih Magadha.

Vishaka siap menuruti kemauan Amartya selaku guru nya. Amartya lalu memberinya hadiah sebuah ular seraya mengatakan bahwa racun ular tersebut sangat berbahaya dan Amartya menyuruhnya mengkonsumsi ular tersebut sebelum menyerang Chandra. Vishaka menerima hadiahnya dengan senang hati dan berkata bahwa Chandra akan menyukai hadiahnya.

Keesokan harinya, Vishaka tengah menggendong Bindusara dan membacakan sebuah dongeng untuknya. Nandini menemuinya dan memuji cerita dongengnya dengan sinis. Vishaka membalasnya dan mereka berdebat mengenai Chandra, Vishaka kemudian beranjak pergi. Nandini pun mendapatkan ide setelah kepergian Vishaka.

Nandini berbicara pada Dadima. Nandini meminta bantuan Dadima untuk dirinya meninggalkan istana. Nandini menambahkan bahwa demi Magadha, Chandra dan Bindusara dirinhya harus pergi untuk mendapatkan Vishaka yang sebenarnya karena yang berada di istana saat ini adalah Vishkanya.

Dadima bertanya bagaimana cara membantunya keluar. Nandini pun menceritakan rencananya. Dadima siap membantu Nandini, Nandini meminta Dadima agar menjaga Chandra dan Bindusara jauh dari Vishaka.

Nandini tengah memangku Bindusara dan berbicara dengannya bahwa dirinya harus pergi dan Nandini berjanji akan segera kembali. Chandra muncul dan berbicara pada Nandini. Mereka kembali saling sindir. Chandra menyuruh Nandini melihat pernikahannya dengan Vishaka sebelum dia pergi meninggalkan istana

Nandini meyakinkan Chandra akan kehadirannya di pernikahannya nanti. Nandinipun berpikir bahwa dirinya akan mendapatkan Vishaka yang asli sebelum pernikahan mereka terjadi. Nandini menyerahkan Bindusara pada Chandra dan beranjak pergi.

Dadima dan Nandini berjalan dikoridor dengan mengendap2 menuju jalan rahasia, Helena melintas di koridor yang lain dan melihat sekelebat bayangan mereka, Helena pun mengikuti mereka. Dadima membuka pintu rahasia dan menyuruh Nandini agar segera pergi.

Setelah menutup kembali pintu rahasianya Dadima melihat Helena dan bertanya apa keperluannya. Helena bertanya dia berbicara dengan siapa dan kemudian memeriksa sekitar. Dadima pun berkata bahwa dirinya sendirian dan mengajak Helena pergi melihat Bindusara.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 37 Part 2 Nandini yang sudah berada di dalam hendak beranjak pergi tapi selendangnya terjepit pintu dan Nandini pun kebingungan dengan apa yang harus dilakukannya.

Yuk Lanjut baca ke Sinopsis Chandra Nandini Episode 38

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *