Sinopsis Chandra Nandini Episode 33 – Teror di Magadha, Hadirnya Vishaka Saingan Nandini

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 33 – Teror di Magadha, Hadirnya Vishaka Saingan Nandini. Nandinipun mengambil pedang dan merebut Bindusara dari tangan Chandra lalu bertanya siapa yang telah menyuruhnya. Chandra berpikir bahwa Nandini tidak bisa mengenalinya, Nandinipun menyerangnya.

Mereka bertarung tapi kemudian Bindusara menangis, Chandra hendak menghampirinya tapi Nandini melemparnya dengan gelas dan kembali melawannya, Nandini berhasil menghunuskan pedang dilehernya dan bertanya siapa dia sebenarnya kemudian Nandini membuka penutup wajah Chandra

Nandini terkejut melihat Chandra lalu berkata bahwa berarti dirinya bertarung dengannya tadi. Chandra menjawab bahwa dia sudah melewati ujiannya dan berhasil menjadi pilihan yang tepat untuknya menjaga Bindusara. Nandini menjawab bahwa dirinya akan mempertaruhkan hidupnya demi Bindusara.

Chandra berkata bahwa hingga saat ini dirinya masih bisa melihat kalau dia yang melenyapkan Dhurdhara, Chandra berkata sudah sangat terlambat dan beranjak pergi. Nandinipun bergumam bahwa Chandra begitu sangat membencinya.

Chanakya menghitung koin emasnya, Chandra kemudian datang dengan penutup wajahnya, Chanakya memperhatikannya lalu Chandra membuka penutup wajahnya. Chanakya terkejut melihat Chandra, Chandra menarik pedangnya dan menghampiri Chanakya seraya berkata bahwa dirinya tau kalau dia pasti berada disini lalu Chandra meletakkan pedangnya dikaki Chanakya dan meminta berkatnya.

Chanakya memapahnya berdiri dan berkata bahwa rencana mereka berhasil karena bahkan Padmananda ingin bertemu dengannya (kilas balik saat Chandra memberitau Chanakya mengenai keberadaan Nandini di istana sebagai pengasuh Bindusara dan apa yang telah diperbuatnya untuk Bindusara. Chanakya pun berkomentar bahwa dia mengambil keputusan yang benar untuk Bindusara. Chanakya lalu membicarakan Apama dan bercerita bagaimana Apama menemui Sunanda di ruang rahasia dan Chanakya mengikutinya. Chandra lalu membahasnya)

Chanakya berbicara pada Chandra bahwa Apama akan membantu mereka menjalankan jebakannya dan Apama pun akan terjebak juga. Chandra meminta maaf karena harus bersikap kasar padanya, Chanakya menjawab bahwa itu semua kan hanya pura2 saja dan rakyat pasti akan mempercayainya. Chanakya memintanya untuk segera kembali dan melanjutkan sandiwara mereka. Chandra pun kembali menutupi wajahnya.

Chandra kembali keistana dan masuk ke kamar lalu tanpa sengaja menjatuhkan gelas, Nandini yang sedang menidurkan Bindusara pun menegurnya agar tidak menimbulkan kebisingan. Chandra kemudian berjalan mendekat dan Nandini kembali memarahinya karena suara sandalnya.

Chandra membuka sandalnya lalu hendak menggendong Bindusara tapi lagi2 Nandini melarangnya dan mengomelinya. Chandra pun berkata menghina Nandini kalau seolah2 Bindusara itu anaknya dan dia yang melahirkan. Nandini merasa sedih mendengarnya dan mengatakan bahwa dirinya memang bukan yang melahirkan Bindsara tapi dirinya bisa merasakan rasa sakitnya

sekali lagi Nandini menjelaskan pada Chandra bahwa dirinya tidak pernah melenyapkan Dhurdhara. Chandra menanyakan bukti yang dia punya. Nandini pun menjawab kalau dia saja tidak mempercayainya apakah dia akan mempercayai bukti2 yang ada. Chandra menyuruhnya untuk tidak berbohong lagi karena dia tidak punya bukti dan dia memang yang melenyapkan Dhurdhara.

Chandra mengalami kram tiba2 dan mengerang, Nandini hendak mendekat tapi Chandra melarang lalu Chandra memanggil pelayan dan memberi perintah agar mengambilkan minyak pemberian tabib. Pelayan kemudian datang dan mengoles punggungnya tapi itu tidak meredakan rasa sakit Chandra.

Setelah itu Nandini memijat paksa punggung Chandra dan menarik tangannya dengan kuat hingga membuat Chandra berteriak. Bindusara terbangun dan Nandini langsung menggendongnya, Chandra mengomel dan Nandini mengatakan bahwa dia sudah membangunkan Bindusara. Chandra lalu merasa kramnya sudah menghilang.

Raja Parvatak dan Chanakya bertemu di tengah hutan dan berbicara mengenai Chandra. Raja Parvatak lalu berkata akan mengatur pertemuannya dengan Padmananda besok lalu Parvatak beranjak pergi dan Chanakya pun berbicara dalam hati bahwa Padmananda akan terjebak secepatnya.

Chandra sedang melamun di balkon dan teringat kematian Dhurdhara serta bagaimana pembelaan Nandini untuk dirinya sendiri. Chandrapun berbicara sendiri merasa bingung apa yang harus dilakukannya dan siapa yang harus dipercaya.

Chandra berpikir mungkin surat Dhurdhara bisa memberi petunjuk. Lalu Chandra bergegas pergi menuju kamar Dhurdhara. Helena melihatnya dan berpikir mengapa Chandra pergi kekamar Dhurdhara lalu Helena mengikuti Chandra.

Chandra membuka kamar Dhurdhara dan teringat saat melihat Dhurdhara sedang memakan asam di kamarnya lalu dirinya dan Nandini datang kemudian menggoda Dhurdhara. Chandrapun tersenyum sendiri tapi kemudian bayangan2 itu menghilang, Chandra tersadar dan bergerak mencari2 apa yang bisa dijadikan barang bukti. Chandra menemukan surat Dhurdhara.

Helena masuk ke dalam kamar dan bertanya apa yang diakukannya. Chandra mengatakan ingin melihat petunjuk dalam surat Dhurdhara adakah tertulis nama Nandini. Helenapun berpikir dengan ketakutan kalau surat itu bisa membuat dirinya dalam kesulitan

Helena merebut surat Dhurdhara dan mengatakan bahwa pelakuny memang Nandini dan bertanya mengapa dia masih mempercayai Nandini. Chandra merebut kembali surat ditangan Helena dan membacanya. Helena terkejut saat Chandra menyebut nama Nandini sebagai tertuduh dalam surat tersebut.

Helena merebut suratnya dan melihat nama Nandini disana, Helena berpikir bagaimana mungkin semua ini terjadi lalu mengajak Chandra pergi. Chandra pun beranjak keluar kamar. Helena pun masih bertanya2 mengapa nama Nandini bisa tertulis di surat Dhurdhara.

Helena menunjukkan surat Dhurdhara pada Apama dan berkata bahwa dirinya ingat bukan surat itu yang ditulis Dhurdhara dan tidak terdapat nama Nandini disana, Apama menyuruh Helena membantunya memindahkan sebuah patung lalu Apama mengambil surat Dhurdhara yang asli dari dalam patung tersebut

Helena membandingkan keduanya lalu bertanya pada ibunya. Apama pun menjawab (kilas balik saat Apama ke kamar Dhurdhara dan menemukan surat Dhurdhara. Apama lalu mengganti surat tersebut dengan surat tulisan tangannya disertai nama Nandini didalamnya), Apama berbicara pada Helena bahwa dirinya yang mengganti surat tersebut. Helena memeluk ibunya dengan bangga dan memuji kecerdasannya. Apama pun membakar surat Dhurdhara.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 33. Pagi harinya Nandini bercanda dengan Bindusara, Bindusara menyebut kata “ibu” dan Nandini terkejut serta mengira bahwa yang didengarnya tadi hanya imajinasinya saja, tapi kemudian Nandini kembali mendengarnya, Nandini menggendong Bindusara dan memintanya memanggilnya ibu sekali lagi. Bindusara kembali menyebut nama “ibu”. Nandini pun bahagia.

Sinopsis Parvatak menemui Chanakya dan hendak menutup mata Chanakya, Chanakya bertanya mengapa dia harus menutup matanya sedangkan mereka akan bekerja sama tapi Parvatak menjawab bahwa ini permintaan Padmananda. Chanakya tidak mempermasalahkan dan berkata jika dirinya lapar dan telah membawa bekal beberapa kacang untuk perjalanan

Chanakya menyuruh Parvatak memeriksa isi tasnya tapi Parvatak tidak mempermasalahkan lalu Parvatak menutup kedua mata Chanakya menggunakan kain berwarna hitam. Diam2 Chanakya memberi tanda jalanan dengan membuang kulit kacang.

Di aula, Chandra mendengar keluhan sepasang suami istri yang berebut hak asuh anak mereka. Sang suami merasa bisa memberikan kehidupan yang layak jadi merasa berhak mendapatkan hak asuh sementara sang istri mengatakan kalau bayinya masih sangat kecil dan membutuhkan dirinya.

Chandra menanyakan pendapat Megasthenes. Megasthenes lalu memberi saran agar hak asuh jatuh ke tangan sang ayah karena sang ayah bisa merawat anaknya dengan baik. Sang istri memohon pada Chandra agar membiarkan anaknya diasuh olehnya.

Nandini masuk ke dalam aula dan mendengar keluhan istri tadi. Chandra lalu mengatakan bahwa keputusan diambil untuk kebaikan anak mereka. Nandini meminta maaf karena harus menyela dan mengatakan bahwa anak itu membutuhkan ibunya.

Helena menegurnya dengan berkata bahwa sekarang pengasuh Bindusara akan ikut campur dalam masalah politik. Chandra teringat surat Dhurdhara yang tertuliskan nama Nandini didalamnya dan kemudian membentak Nandini agar tidak mengatakan apapun

Chandra juga mengatakan agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama lalu Chandra pun mengusirnya agar keluar dari aula.

Nandini dan Bindusara berjalan keluar tapi kemudian Bindusara memanggil “ibu”, Chandra langsung berlari menghampiri Nandini dan menggendong Bindusara. Bindusara kembali memanggil “ibu”, Chandra merasa senang dan menunjukkannya pada semua orang kemudian Chandra mendudukkan Bindusara di singgasana dan berkata bahwa Bindusara akan segera berjalan dan nantinya akan segera mengambil alih tahtanya lalu Chandra membawa Bindusara keluar aula.

Semua orang membubarkan diri, Dadima menghampiri Nandini dan berbicara dengannya agar tidak tersakiti dengan perkataan Chandra. Nandini mengatakan bahwa seharusnya seorang anak tinggal dengan ibunya karena sang ibu sudah terhubung dengan anaknya sebelum kelahirannya. Dadima pun berkata bahwa dirinya mempunyai rencana.

Padmananda memarahi Gautami dan seorang putri raja yang ditangkapnya, prajurit lalu datang memberitau kedatangan Chanakya. Gautami dan putri tadi di bawa masuk ke dalam ke gudang dan di ikat.

Parvatak membawa masuk Chanakya kedalam tenda Padmananda. Parvatak membuka penutup mata Chanakya. Padmananda menyapanya dan mulai berbicara menghinanya tapi Chanakya berkata bahwa dirinya ingin membantunya, Chanakya berkata memiliki rencana tapi dia meminta janji Padmananda seandainya dia kembali menguasai Magadha maka dia akan mengatur Magdha sesuai keinginannya. Padmananda pun setuju.

Gautami dan putri tadi berhasil melepaskan ikatan mereka. Gautami berlari masuk ke dalam tenda Padmananda seraya berkata agar Chanakya tidak mempercayai Padmananda tapi ternyata Chanakya sudah pergi, Padmananda pun mentertawakannya dan menyuruh prajurit untuk menangkapnya kembali.

Chandra bermain bersama Bindusara, Nandini masuk membawa mangkuk makanan dan Bindusara memangginya “ibu”, Chandra lalu mengambil mangkuk dan hendak menyuapi Bindusara tapi terlalu mengalami kesulitan, Nandini membantunya dengan memangku Bindusara, Chandra hendak menyuapi Bindusara tapi tangan Nandini tanpa sengaja menyenggolnya hingga membuat makanan di sendok Chandra terjatuh. Chandra pun membentaknya.

Nandini meletakkan Bindusara di ranjang dan beranjak pergi tapi Chandra menghentikannya dan bertanya mengapa dia beranjak pergi, Nandini menjawab dan Chandra mengingatkan bahwa statusnya hanyalah pengasuh Bindusara, bukan istri atau Ratu nya.

Nandini bertanya mengapa dia terlihat begitu marah. Chandrapun berkata bahwa dirinya menemukan surat Dhurdhara yang menuliskan nama dia sebagai pelakunya. Nandini terkejut mendengarnya lalu Chandra mengusir Nandini keluar. Saat akan keluar Dadima masuk dan menyuruh Nandini menyuapi Bindusara.

Nandini pun kemudian menggendong Bindusara dan menyuapinya. Dadima lalu berbicara pada Chandra menyadarkannya kalau seorang ibu selalu terhubung dengan anaknya bahkan jauh sebelum kelahiran. Chandra lalu berteriak memanggil pelayan dan memberinya perintah agar memanggil pasangan tadi karena keputusan untuk mereka akan dibuat.

Chandra kemudian juga beranjak keluar kamar. Dadima berbicara dengan Nandini kalau Chandra tidak akan mendengarkannya tapi dia akan mendengarkan orang lain.

Chandra menggendong anak pasangan tadi di aula lalu berbicara dengan pasangan tadi bahwa anak tersebut akan tinggal bersama sang ibu karena masih memerlukan kasih sayangnya. Chandra pun memberikan anak yang digendongnya pada ibu anak tersebut. Chandra mengatakan sang ayah harus membiayai keperluannya setiap bulan dan kedua warga tadi beranjak pergi.

Seorang prajurit masuk dan mengatakan ada seseorang yang ingin menemuinya. Chandra mengijinkan dan prajurit itu beranjak pergi lalu kembali dengan membawa seorang wanita (Vishaka). Vishaka maju ke tengah dengan keadaan acak2an dan terluka lalu memberi salam pada Chandra.

Chandra bertanya siapa diadan Vishaka memberi penjelasan bahwa dirinya seorang putri dari sebuah kerajaan tapi Padmananda sudah menyerang dan menghabisi keluarganya sebab itulah dirinya datang untuk meminta bantuannya.

Megasthenes memperyanyakan kebenaran ucapan Vishaka, Vishaka terkejut lalu menunjukkan tanda di pergelangan tangannya pada Chandra sebagai bukti bahwa dirinya adalah seorang putri dan Vishaka memohon bantuannya. Chandra mengabulkan lalu berbisik pada Megasthenes agarmencari informasi mengenai Vishaka. Vishaka pun berterimakasih. Chandra memanggil pelayan dan menyuruh mereka melayani Vishaka, Vishaka lalu beranjak pergi.

Nandini berpura2 menjadi Chandra dengan memakai kumis dan mahkotanya lalu berbicara pada Bindusara layaknya Chandra, ulah Nandini ini membuat Bindusara tertawa. Nandini lalu terus berakting. Chandra masuk dan memperhatikan Nandini.

Nandini melihat Chandra dan langsung terdiam lalu meletakkan Bindusara di ayunan dan meletakkan mahkota Chandra. Nandini hendak pergi tapi Chandra mempertanyakan semua ucapanya tadi dan mendekat pada Nandini. Nandini dan Chandra pun berdebat ringan.

Nandini beranjak pergi dan terhenti karena Bindusara memegangi selendangnya. Nandini mengira Chandra yang memeganginya dan menyuruhnya melepaskannya. Chandra mengatakan bahwa bukan dirinya yang memegang selendangnya, Nandini membalikkan badan lalu menarik selendangnya dan pergi tapi Chandra kembali memanggilnya dan menghampirinya kemudian menarik kumis palsunya dan menyuruhnya pergi.

Vishaka tengah mandi di kolam. Chandra masuk dan melihat Vishaka tengah menggosok kakinya. Chandra terus menatapnya, Vishaka melihatnya dan terkejut. Chandra berpikir mengapa dirinya harus memperhatikan Vishaka lalu beranjak pergi.

Nandini memgang bahu Vishaka dari arah belakang. Vishaka bertanya siapa dia dan Nandini menjawab bahwa dirinya pengasuh Bindusara kemudian Nandini mengoleskan lulur di punggung Vishaka sembari mengobrol. Vishaka merasa senang karena memiliki teman baru di Magadha.

Helena datang dan mengatakan pada Vishaka bahwa Nandini bukan temannya karena dia adalah putri Padmananda, Helena juga menambahkan bahwa Nandini juga pembunuh Dhurdhara. Vishaka lalu membalas ucapan Helena bahwa setiap orang pasti memiliki masa lalu dan Vishaka juga mengatakan bahwa ayahnya (Seleucus) pun juga pernah menyerang Magadha tapi dia (Helena) tetap menjadi ratu di Magadha.

Helena menegur Vishaka agar menjaga sikap karena dia hanya tamu di Magadha lalu Helena beranjak pergi. Nandini kembali berbicara pada Vishaka bahwa dia tidak perlu membelanya tapi Vishaka menjawab kalau dirinya bisa membaca karakter orang dan menilainya sebagai orang yang baik.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 33. Chandra dan Chanakya bertemu di hutan dan Chanakya memberitau Chandra mengenai jalan kebarak Padmananda yang sudah ditandainya dengan kulit kacang, Chanakya menyuruh Chandra agar segera menyerang Padmananda dengan mengikuti jejak kulit kacang tersebut.

Malam harinya, Chandra dan pasukannya berjalan ke tengah hutan dan menelusuri jejak kulit kacang yang dibuang Chanakya. Sementara itu Nandini tengah menenangkan Bindusara tapi tidak berhasil, Dadima dan Moora masuk lalu Dadima bertanya apa yang terjadi.

Moora menyuruh pelayan memanggil tabib. Apama dan Helena juga masuk dan Helena bertanya pada Nandini apalagi yang tengah terjadi. Tabib masuk dan memeriksa Bindusara lalu mengatakan kalau Bindusara baik2 saja. Vishaka muncul dan memperhatikan ucapan sang tabib.

Vishaka mendekat dan meminta ijin menggendong Bindusara. Moora mempersilahkan. Vishaka lalu menggendong Bindusara dan menenangkannya. Bindusara pun menjadi tenang. Moora lantas berterimakasih dan memujinya. Vishaka lalu mengatakan bahwa semua ini tidak ada apa2nya dibandingkan dengan perlindungan yang telah Magadha berikan padanya. Vishaka lalu membaringkan Bindusara diayunannya.

Chandra mendatangi barak Padmananda dan memberi aba2 pasukannya untuk masuk dengan perlahan2, Chandra memberi aba2 lalu masuk ke dalam tenda tapi dirinya terkejut melihat tenda sudah dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Prajurit yang lain pun melaporkan kalau tenda yang lain juga sudah tak berpenghuni.

Chandra menemui Chanakya dan mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan apa yang diperintahkan tapi barak itu sudah ditinggalkan penghuninya.

Padmananda beralih mendirikan tenda disebuah hutan. Padmananda lalu bertanya pada Amartya mengapa mereka harus berpindah tempat. Amartya menunjukkan kulit kacang Chanakya yang ditemukannya. Amartya lalu mengatakan dirinya menemukan kulit kacang ini diluar tenda mereka dan jenis kacang tersebut tidak tersedia di sekitar wilayah mereka.

Amartya menambahkan kalau semua ini jelas perbuatan Chanakya. Padmananda pun memuji kecerdasannya. Amartya juga berkata bahwa tidak menutup kemungkinan orang lain juga yang melakukannya dan mereka harus mencari tau.

Chanakya berbicara pada Chandra bahwa sekarang Padmananda pasti akan lebih waspada dan tidak mudah mengelabui Amartya. Chanakya meminta Chandra memberinya waktu untuk berpikir.

Malayketu berkomentar bahwa dirinya yakin semua itu perbuatan Chanakya. Padmananda pun berkata kalau mereka harus menguji Chanakya sebelum bergabung dengannya. Amartya berkata mempunyai solusi untuk hal tersebut.

Vishaka dan Nandini tengah bermain bersama Bindusara. Nandini kemudian berkata akan mengambil susu lebih dulu. Vishaka mengendong Bindusara dan Nandini beranjak pergi. Chandra masuk kedalam tanpa melihat Vishaka dan merasakan kram lagi. Chandra yang mengira Bindusara tengah bersama Nandini berteriak memanggilnya meminta tolong. Vishaka meletakkan Bindusara diayunan lalu bergerak ragu menghampiri Chandra untuk memijatnya.

Nandini masuk membawa susu Bindusara dan terkejut melihat Vishaka tengah memijat Chandra, Chandra juga terkejut melihat Nandini dihadapannya dan melihat ternyata Vishaka yang memijatnya. Vishaka lalu meminta maaf pada Chandra karena sudah memijatnya.

Chandra berbicara dan tersadar kramnya sudah menghilang. Nandini bertanya dan Chandra tertawa pada Vishaka mengucapkan terimakasih serta menambahkan kalau tangannya mengandung keajaiban. Nandini membenarkan ucapan Chandra.

Chandra lalu berbicara pada Vishaka agar mengatakan apa yang diinginkannya sebagai ucapan terima kasih. Vishaka mengatakan kalau dirinya sudah sangat berterimakasih atas perlindungan yang diberikannya lalu Vishaka keluar kamar. Chandra pun memuji Vishaka.

Apama bersiap2 hendak keluar dan Helena memperhatikannya lalu bertanya hendak kemana dia, Apama menjawab bahwa dirinya harus melakukan sesuatu. Helena bersikeras bertanya apa yang akan dilakukannya dan melarangnya pergi sebelum mengatakan yang sebenarnya.

Apama pun berkata kalau Sunanda sudah mengancam akan memberitaukan semuanya pada Chandra, Helena ketakutan dan menanyakan nasib mereka nanti tapi Apama menenangkannya dan berkata akan menangani Sunanda. Helena mengingatkan akan janjinya pada Chandra untuk menemukan Padmananda, Apama menyahut akan menemukan jalan untuk memenuhi janjinya itu. Apama lalu berjalan keluar dan menutupi kepalanya dengan selimut. Diam2 ada yang mengikuti Apama juga.

Chandra tengah tertidur, Nandini juga tertidur disebelah ayunan Bindusara tapi Nandini terbangun dan kemudian melihat sekelebat bayangan melintas. Nandini melihat bayangan tersebut lalu mengikutinya juga.

Apama melihat bayangan Nandini dari cermin dan secepat kilat bergegas masuk ke ruangan rahasianya. Nandini mencari2 Apama tapi kehilangan jejak dan kemudian melihat orang lain yang dikiranya orang yang sama dengan yang tadi diikutinya.

Nandini mengikutinya dan menemukannya di luar lalu bertanya siapa dia, Chanakya membalikan badan dan Nandini langsung memberi hormat dan bertanya apa yang tengah dikerjakannya. Chanakya lalu berbicara dengannya, “aku disini untuk melihatmu karena hanya kau yang mempercayaiku..dengarkan aku..Chandra berpikir aku sudah tidak bersamanya tapi dia masih seperti putraku sendiri..aku mempunyai informasi kalau ayahmu mengirim seseorang keistana untuk melenyapkan Chandra..apakah ada orang baru didalam istana..”.

Nandini menyebut nama Vishaka tapi Nandini juga berkata kalau orangtua Vishaka sudah dilenyapkan oleh ayahnya. Chanakya pun berpesan agar dia tetap memata2i Vishaka dan orang baru lainnya lalu Chanakya beranjak pergi.

Apama menemui Sunanda di gua rahasianya. Mereka pun berbicara dan Sunanda memberitau kalau Padmananda memiliki cucu yakni anak Gautami dan Nandini mengetahui hal tersebut. Apama memberinya koin, Sunanda menerimanya dan tersenyum. Apama pun beranjak pergi.

Chandra tengah menunggu Nandini dan Vishaka tengah menggendong Bindusara. Nandini muncul dan bertanya apa hyang terjadi dengan Bindusara. Chandra bertanya darimana saja dia lalu memarahinya karena meninggalkan Bindusara yang sedang menangis.

Nandini menjawab bahwa dirinya baru saja dari kamarnya, Chandra mengingatkan bahwa dia disini sebagai pengasuh. Vishaka mengatakan pada Chandra bahwa Bindusara baik2 saja lalu memberikan Bindusara pada Nandini dan beranjak pergi.

Chandra kembali menegur Nandini agar ingat apa tujuannya di bawa kembali ke istana ini. Nandini membaringkan Bindusara dan Chandra melihat jejak lumpur disandal Nandini.

Di aula, mentri membacakan peraturan baru. Chandra memberikan usulan. Megasthenes lalu berkata mengenai Vishaka dan semua informasi yang disampaikan Vishaka memang benar kalau Padmananda dan Malayketu sudah menyerang kerajaannya dan mencoba menculik Vishaka tapi Vishaka berhasil kabur.

Megasthenes juga berkata bahwa Padmananda pasti akan menyerang wilayah2 sekitar untuk menambah pasukannya, Megasthenes menyarankan agar Magadha bergabung dengan kerajaan2 sekitar untuk melawan Padmananda. Pelayan masuk memberitau bahwa ada jasad prajurit yang ditemukan.

Chandra dan keluarga memeriksa jasad prajurit tersebut, Chandra memikirkan sesuatu dan memberi perintah agar menemukan siapa pelakunya. Megasthenes berkata bahwa semua ini pasti dilakukan oleh orang didalam istana.

Nandini muncul, Chandra lalu menatap tajam pada Nandini dan teringat jejak sandalnya yang berlumpur semalam. Chandra lalu menghampiri Nandini dan menyeretnya ke tempat lain.

Helena berbicara dengan ibunya dan bertanya apakah dia yang menghabisi prajurit tadi. Apama menjelaskan bukan dirinya yang melakukannya dan Apama bercerita kalau Nandini sempat melihatnya semalam tapi Nandini tidak tau jika yang di ikuti adalah dirinya.

Apama juga bercerita mengenai anak Gautami, Helena menjawab kalau dirinya sudah tau mengenai anak Gautami, Apama memarahinya karena tidak memberitahunya dan Apama berkata kalau mereka bisa memperalat anak Gautami untuk melawan Nandini.

Chandra membawa Nandini ke kamar dan mendorongnya hingga terjatuh. Chandra menutup pintu kamar dan mulai membentak Nandini, “apa yang sudahkau lakukan !! apa yang ada di pikiranmu..mengapa kau kembali keistana ini..katakan padaku !!”

Nandini menjelaskan bahwa dirinya diistana ini untuk Bindusara dan Dhurdhara, Chandra lalu bertanya darima dia semalam. Nandini memutuskan untuk tidak memberitau Chandra tentang pertemuannya dengan Chanakya. Chandra membentaknya agar mengatakan yang sebenarnya karena semalam sudah terlihat jelas jejak lumpur dikakinya.

Nandini menunjukkan tanaman yang dibawanya dan berkata kalau dirinya keluar mencari bahan ramuan yang bisa didapat hanya pada saat malam hari. Chandra mengatakan bahwa dirinya tidak akan dengan mudah mempercayainya dan dia tidak akan pernah menang lalu Chandra beranjak pergi.

Nandini pun berpikir, “siapa yang telah menghabisi prajurit tadi..ini berarti Chanakya benar kalau Chandra sedang dalam bahaya” di cerita Chandra Nandini EPisode 33 ini, dan simak cerita selanjutnya di Sinopsis Chandra Nandini EPisode 34.

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Chandra Nandini Episode 33 – Teror di Magadha, Hadirnya Vishaka Saingan Nandini"