by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 32 – Penyamaran Nandini Terbongkar, Chanakya Pergi dari Magadha, Moora Usir Nandini

1,415 views

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 32 – Penyamaran Nandini Terbongkar, Chanakya Pergi dari Magadha, Moora Usir Nandini. Chandra hendak meletakkan mahkotanya disinggasana tapi Chanakya menghentikannya dan mengambil mahkota tersebut lalu mengatakan bahwa dia adalah seorang raja dan Chanakya memakaikannya kembali pada Chandra.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 32
Sinopsis Chandra Nandini Episode 32

Chanakya lalu memanggil muridnya yang datang membawa segel kerajaan, Chanakya memberikannya pada Apama dan beranjak pergi.

Apama dan Helena mendatangi Megasthenes dan memberikan segel kerajaan padanya. Helena pun kemudian memuji kecerdasan sang ibu. Tapi Apama meminta mereka berhati2 terhadap Chanakya yang sekarang tampak seperti singa yang terluka, Apama menyuruh mereka agar tetap memata2i Chanakya.

Nandini sedang bermain2 dengan Bindusara dan menyanyikan lagu favorit Chandra. Chandra kemudian datang dan melihat Nandini bersama dengan Bindusara, Chandra membayangkan Dhurdhara yang tengah bermain2 dengan Bindusara. Nandini melihat Chandra dan terdiam.

Chandra lalu menghampirinya dan Nandini memberikan Bindusara lalu beranjak pergi tapi Bindusara menangis. Chandra memanggilnya kembali dan menyuruhnya melihat Bindusara yang mulai menangis, Nandini pun bertanya apa yang harus dilakukannya, Chandra pun menyuruhnya pergi.

Nandini tidak tega dan kemudian dia bernyanyi lalu mengambil kembali Bindusara dan bermain2 dengannya hingga Bindusara tertidur. Chandra bertanya mengapa dia berhenti menyanyi, Nandini diam lalu beranjak keluar tapi dia menghentikan langkah saat mendengar Chandra menyanyikan lagu yang sama untuk Bindusara.

Di ruangan ratu, Helena merebut Bindusara dari tangan Chandrika dan Bindusara menangis, Dadima pun menegurnya dan Bindusara kembali ke gendongan Nandini. Chandra kemudian datang dan Dadima berterimakasih karena Chandrika bisa membuat Bindusara membaik dan mereka harus melakukan pooja

Dadima menambahkan bahwa yang terpenting dari pooja ini yaitu sang bayi harus bersama ibunya. Helena berkata bahwa dirinya akan membuat persiapan tapi Dadima berkata sudah menyiapkan semuanya, Chandra lalu mengatakan sesuatu.

Dadima bersikeras meminta Nandini mengikuti pooja sebagai ibu Bindusara tapi Nandini menolak melakukan pooja karena Chandra pasti akan membuat Helena yang menjadi ibu Bindusara. Dadima mencoba menasihatinya bahwa Bindusara membaik berkat dirinya dan bukan Helena

Dadima juga menambahkan bahwa dia masih punya hak karena dia masih menjadi istri Chandra. Nandini menolak karena Chanra tidakakan menerimanya dan Nandini beranjak pergi sambil menangis, Dadima pun bergumam bahwa hanya Nandini yang akan mengikuti pooja.

Helena mendatangi ibunya yang menari bahagia, Apama lalu mengatakan bahwa dirinya bahagia karena dia akan mengikuti pooja sebagai ibu Bindusara. Helena pun berkata bahwa sebenarnya dirinya tidak tertarik melakukannya. Helena kembali bertanya hal apa yang sudah membuatnya bersemangat. Apama menjawab segel kerajaan karena segel itu akan menjadi alasan mereka untuk menyerang Chandra,Chanakya dan Nandini dalam satu serangan.

Nandini mendatangi ruangan mandi, Helena yang sedang berendam menyuruhnya memijat punggungnya. Dadima muncul dan mendengar semuanya dengan kesal. Dadima memikirkan cara untuk memberi pelajaran Helena. Nandini hendak memijat Helena tapi Dadima memanggilnya dan pura2 memarahinya karena begitu serakah ingin koin emas dengan memijat Helena

Dadima pun menyuruhnya pergi menjaga Bindusara. Helena mengatakan sesuatu dan Nandini beranjak pergi. Dadima lalu berbicara pada Helena sengaja menjelek2kan Chandrika dan memuji pelayannya yang pandai memijat, Dadima lalu memanggil pelayan yang dimaksud

muncul pelayan bertubuh tambun (Komal) dan Dadima memberi perintah agar dia memijat Helena. Helena yang asik memejamkan mata tidak melihat perawakan Komal. Komal lalu mulai memijat Helena dan Helena mengerang kesakitan, Dadima mentertawakannya lalu beranjak pergi.

Chandra melihat semua persiapan pooja. Nandini datang bersama Bindusara dan Chandra menanyakan pendapat Nandini mengenai persiapannya, Nandini mengatakan bahwa Bindusara menyukai suara gelang kaki dan dia seharusnya menggantung gelang2 kaki juga.

Chandra berkata untuk tidak memberi saran padanya. Dadima datang dan bertanya pada Chandra apa yang sedang dilakukannya. Dadima lalu bertanya pada Chandrika dan Chandra yang menjawab bahwa Chandrika memberi kode bahwa persiapan yang dibuatnya sangat indah. Chandra lalu memanggil mentri dan memberi perintah untuk menggantung gelang2 kaki seperti ucapan Nandini tadi. Nandinipun tersenyum.

Acara dimulai, pendeta mulai membacakan doa. Nandini menggendong Bindusara sembari berpikir mengenai Dhurdhara. Moora berbicara pada Apama menanyakan keberadaan Helena. Apama berkata sedang menyuruh pelayan untuk memanggilnya.

Dadima muncul memuji dekorasi yang dibuat Chandra (atas saran Nandini), pelayan datang dan mengatakan bahwa Helena tidak ada di kamarnya. Pendeta berbicara pada Chandra agar segera melaksanakan pooja, Apama pun bergerak mencari Helena. Pendeta kembali berbicara agar segera memulai pooja. Apama kembali dan mengatakan Helena tidak ditemukan dimanapun.

Helena sendiri tengah berada di kuil dan melakukan putaran disekeliling kuil lalu berbicara pada pendeta bahwa dirinya sudah berputar sebanyak 1008x, pendeta mengatakan bahwa dia masih melakukan 900x putaran. Helena menjadi geram pada Dadima. Lalu Helena kembali mengelilingi kuil.

Apama mengatakan bahwa Helena pasti sedang sibuk, Dadima berkata dalam hati dengan bahagia bahwa dirinyalah yang sudah membuat Helena sibuk lalu Dadima mengatakan bahwa tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dadima berkata bahwa Chandrika adalah pengasuh Bindusara dan pengasuh juga seorang ibu jadi Dadima mengusulkan agar pooja Bindusara dilakukan bersama Chandrika.

Moora setuju lalu Dadima mendudukkan Nandini yang menggendong Bindusara didepan pendeta. Pendeta lalu memulai ritualnya. Dadima berpikir bahwa Bindusara memiliki seorang ibu yang berada bersamanya hari ini.

Pendeta mengatakan pada Chandra agar membagikan hadiah dan Chandra maju ke depan membagikan koin emas sebagai tradisi, Helena datang dengan terengah2 dan Apama menghardiknya, Helena hendak membuka suara mengenai Dadima tapi Dadima mengatakan bahwa Chandrika sudah membantunya. Chandra menenangkan neneknya dan menyuruh Nandini membawa Bindusara masuk ke kamar.

Didalam Sinopsis Chandra Nandini Episode 32 Hari ini, Apama memarahi Helena dan bertanya darimana saja dia. Helena menjelaskan yang terjadi mengenai perintah Dadima. Apama pun berkata bahwa itu atinya Dadima ingin Nandini yang bersama Bindusara.

Helena pun berkata bahwa ini artinya Dadima sudah tau mengenai Chandrika dan Nandini. Apama pun berkata bahwa sekarang dirinya ingin semua orang tau tentang Nandini.

Chandra mendatangi Bindusara yang tengah bersama Nandini dikamar, Chandra menggendongnya. Nandini hendak mengoleskan titik hitam tapi Chandra melarang, merekapun saling berdebat. Dadima melihat mereka dan merasa bahagia melihat mereka yang sebenarnya saling cinta satu sama lain.

Dadima lalu bersuara, Nandini pun pura2 menutup wajahnya. Chandra lalu berbicara pada Dadima mengenai titik hitam tadi. Dadima pun mendukung Chandrika. Nandini kemudian mengoleskan titik hitam dibalik telinga Bindusara.

Chandra mendatangi aula dan menyapa semuanya seraya mengatakan perayaan ini dibuat untuk merayakan kesembuhan Bindusara. Tari2an lalu disuguhkan. Apama melirik penuh arti pada Helena, Apama lalu memberi kode pada pelayannya, sang pelayan pun diam2 membakar selendang Nandini yang menjuntai menggunakan diya.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 39 - Rencana Pembunuhan Nandini

Chandra melihatnya dan langsung menarik selendang tersebut seraya memekik memanggil nama Nandini. Chandra mendorong Nandini agar menjauhi api dan Nandini terjatuh lalu semua orang terkejut melihat dirinya.

Chanakya lalu berteriak penuh kemarahan bertanya siapa yang memasukkan Nandini ke dalam istana, Chandra mengatakan bahwa dirinya yang membawa Nandini kembali. Chanakya pun menegurnya karena melanggar peraturan kerajaan dan menyuruh Chandra mengusir Nandini kembali.

Moora mendukung ucapan Chanakya, Chandra mengatakan tidak akan memberikan perintah untuk mengusir Nandini. Chanakya kembali menghardik Chandra dan berkata bahwa seorang raja tidak boleh melanggar aturan, Chandra pun menyela mengatakan kalau dirinya membawa Nandini kembali bukan sebagai istri tapi demi Bindusara.

Chanakya bersikeras bahwa ini semua tidak adil dan semua ini tidak boleh terjadi. Nandini meminta maaf dan meminta mereka untuk tidak bertengkar gara2 dirinya, Nandini berkata akan pergi meninggalkan istana. Chandra melarang Nandini pergi karena dia disini untuk putranya. Chanakya pun bertanya pada Chandra apakah ini keputusan finalnya dan Chandra mengiyakan. Chanakya lalu berpamitan dan beranjak pergi.

Di kamar, Chandra menegur Nandini karena menyela percakapannya dengan Chanakya. Nandini mengatakan bahwa dirinya hanya mencoba menjaga kepercayaan, Chandra menyuruhnya untuk tidak berbicara mengenai kepercayaan setelah dia melenyapkan Dhurdhara,

Nandinipun berteriak menjelaskan kalau dirinya tidak pernah melenyapkan Dhurdhara dan bertanya pada Chandra apakah dia tidak bisa membaca kejujuran dimatanya. Pelayan datang dan memberitahu bahwa Chanakya menunggunya. Chandra lalu berbicara pada Nandini, “dengan berteriak kau tidak akan bisa merubah kenyataan bahwa Dhurdhara sudah tiada dan semua ini karenamu”, lalu Chandra beranjak pergi.

Apama memberikan segel kerajaan pada suratnya dan memberikannya pada Megasthenes. Megasthenes pun bertanya mengapa dia menunjuknya sebagai perdana mentri dalam perintahnya kali ini sementara perdana menteri masih dipegang oleh Chanakya. Apama berkata bahwa tak lama lagi Chanakya akan meninggalkan Magadha dan dia (Megasthenes) yang akan menggantikannya lalu mereka akan membawa Yunani masuk ke dalam Bharat.

Nandini berkemas2, Moora mendatanginya dan menegurnya karena sudah membuat Chandra melawan Chanakya, Moora berkata bahwa mungkin Chandra atau Dadima sudah memaafkannya tapi tidak untuknya lalu Moora beranjak pergi. Nandini pun menangis. Dadima datang dan mengembalikan semua barang2nya ke dalam peti sembari mengatakan bahwa istana ini membutuhkannya. Nandini pun memeluk Dadima sambil menangis.

Nandini tengah menjaga Bindusara dan teringat ucapan Chandra yang masih percaya bahwa dirinya yang telah melenyapkan Dhurdhara. Chandra kemudian datang, Nandini memberi salam layaknya kepada seorang raja dan mengatakan bahwa pangeran Bindusara sudah tidur

Chandra lalu bertanya mengapa ketika dia dijatuhi hukuman dia diam saja dan tidak membela diri tapi hari ini mengapa dia mengatakan kebenarannya. Nandini menjawab bahwa itu bukan lagi hal penting karena dia tidak akan pernah bisa mempercayainya baik dulu maupun sekarang lalu Nandini beranjak pergi.

Chandra berpikir mengapa dirinya selalu merasa kalau Nandini tidak pernah melenyapkan Dhurdhara tapi semua bukti melawannya.

Chandra mendatangi kamar Helena, Helena merasa senang dan memintanya duduk lalu Helena berbicara padanya. Chandra hanya termenung mengingat pembelaan Nandini. Helena menuangkan minuman dan Chandra bertanya apakah dia juga berpikir Nandini yang telah melenyapkan Dhurdhara.

Helena terkejut lalu kembali meracuni otak Chandra dengan berkata bahwa semua bukti menuju pada Nandini. Chandra mengatakan bahwa hari ini Nandini mengatakan sesuatu dan ketika dirinya melihat ke dalam matanya. Belum tuntas Chandra berbicara Helena sudah menyela mengatakan bahwa Nandini kembali mempermainkan perasaannya

Helena pun menakut2i Chandra dengan berkata bahwa sekarang Bindusara adalah target Nandini, Chandra berkata tidak akan membiarkan hal itu terjadi lalu Chandra beranjak pergi.

Chandra ke kamarnya dan melihat Nandini tertidur sambil mengayun ayunan Bindusara, Chandra teringat ucapan Nandini lalu dia menggendongnya dan membaringkannya diranjang dan menyelimutinya. Chandra berpikir bahwa wajah Nandini tampak seperti tidak bersalah dan Chandra teringat juga ucapan Helena.

Pagi harinya, diaula Chanakya mengatakan pada Chandra bahwa sebagai perdana mentri dirinya menyuruh Nandini meninggalkan Magadha. Chandra menyela dan mengatakan bahwa dirinya tidak menerima permintaannya. Chanakyapun membalas bahwa sebagai raja dia harus menerima saran sebelum mengambil keputusan.

Chandra menuruni singgasana dan mengatakan bahwa dia hanya ingin menjadikannya bonekanya. Chanakya menghardiknya dan mengingatkan bahwa dirinya adalah gurunya. Chandra membalas bahwa dia selalu mengingatkannya kalau dia yang membuatnya menjadi raja. Chanakya pun berkata bahwa dia sudah menghinanya dan sekarang dia menjadi raja yang buruk seperti Padmananda.

Chanakya memanggil muridnya dan mengatakan agar mengembaikan semua segel kerajaan. Muridnya membawakan segel tersebut dan Chanakya memberikannya pada Chandra, Chanakya lalu mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menerima jabatan perdana mentri dari raja yang sombong dan Chanakya berkata akan meninggalkan istana Magadha.

Moora menghampiri Chandra dan menyuruhnya menghentikan Chanakya. Lalu Moora meminta maaf pada Chanakya tapi Chanakya mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tau kalau dirinya akan memberi ilmu pada pria yang pandai tapi serakah lalu Chanakya beranjak pergi.

Moora berbicara pada Dadima bahwa semua ini terjadi karena Nandini. Sementara Helena membahas dengan ibunya bahwa hari ini diwarnai permainan yang menakjubkan. Helena bertanya bagaimana selanjutnya dengan Nandini. Apama menenangkannya dan berkata bahwa secepatnya Nandini akan menyusul Chanakya keluar dari istana ini.

Rakyat membicarakan perdebatan Chanakya dan Chandra. Mata2 Padmananda mendengarnya dan berpikir harus segera memberitau Padmananda.

Nandini bersama Bindusara, Chandra datang dan Nandini membicarakan Chanakya, Nandini berkata bahwa Magadha dan dia membutuhkan Chanakya karena tidak akan ada yang bisa menggantikan tempat Chanakya. Chandra berkata bahwa dirinya akan memberitaunya, Chandra menyuruh pelayan agar mengumumkan semua orang untuk berkumpul di aula.

Di aula, Chandra berkata bahwa kehidupan mereka tidak akan berhenti hanya karena seseorang dan Chandra pun mengumumkan bahwa hari ini Megasthenes akan menggantikan Chanakya sebagai perdana mentri. Apama pun tersenyum simpul.

Megasthenes maju ke hadapan Chandra dan Chandra menyerahkan berbagai macam segel penting kerajaan Magadha pada Megasthenes. Nandini pun berbicara dalam hati bahwa Chandra sudah melakukan kesalahan besar. Megasthenes pun berjanji pada Chandra bahwa dirinya tidak akan membuatnya kecewa dan akan selalu bersama Magadha.

Chandra pun berkata bahwa mulai saat ini hanya Megasthenes yang akan mengambil keputusan penting dan tidak ada satupun yang seharusnya berpikir bahwa tanpa kehadiran Chanakya akan menyebabkan perbedaan.

Apama merasa senang dan tengah berbicara bersama Helena dan Megasthenes. Apama berkata bahwa mereka harus mengadakan pesta karena mulai hari ini Yunani akan menguasai Magadha, tapi Megasthenes meminta mereka untuk lebih berhati2 karena bila ada kesalahan maka semua akan menunjuk pada Yunani.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 16 - Apakah Nandini Miliki Kepribadian Ganda?

Helena lalu bertanya bagaimana dengan Nandini. Apama berkata bahwa Nandini adalah alasan dibalik perselisihan Chandra dan Chanakya jadi dia tidak perlu melawan Nandini tapi cukup lakukan sesuatu agar Bindusara tidak lagi dekat dengan Nandini.

Pagi harinya, mata2 Pamananda menghadap dan memberikan informasi mengenai Chanakya yang meninggalkan Magadha, Malayketu berkomentar bahwa mereka harus memanfaatkan kesempatan ini. Amartya juga berkata bahwa jika Chanakya bisa mendukungnya maka Magadha akan bisa mereka kuasai kembali.

Padmananda menolak bergabung dengan Chanakya karena Chanakya sudah menghancurkan keluarganya, Amartya menasihatinya bahwa jika mereka membutuhkan Magadha maka mereka juga membutuhkan Chanakya. Padmananda pun setuju dan menyuruh Amartya memanggil Chanakya lalu mengatur sebuah pertemuan dengannya.

Helena mendatangi ruangan ratu dan Apama memberinya kode, Helena lalu berbicara pada Moora mengenai pertemuannya dengan Nandini di Kalingga dan selanjutnya2. Moora pun terlihat marah karena merasa hanya dirinya yang tidak tau menau mengenai Nandini.

Helena semakin mencuci otak Moora dengan berkata bahwa semua ini permainan Nandini yang diawal mencoba memenangkan kepercayaan semua orang lalu akan menyerang dari belakang.

Nandini muncul dengan menggendong Bindusara tapi Moora menghentikannya. Moora menghampirinya dan menegurnya kembali karena sudah membuat Chanakya meninggalkan Magadha. Moora juga memberi pilihan untuk Nandini apakah dia atau dirinya yang akan tetap tinggal di istana.

Nandini menjawab bahwa jika dia bersikeras agar dirinya pergi maka dirinya pun bersedia lalu Nandini menyerahkan Bindusara pada Moora, Nandini lalu berpamitan dan meminta berkat Moora tapi Moora menjauh. Nandini meminta maaf dan berjalan pergi.

Bindusara pun menangis. Nandini meminta pada Moora agar diijinkan memegangnya untuk yang terakhir kali dan Moora terpaksa memberikannya. Nandini lalu mengajak Bindusara bercanda. Setelah Bindusara tenang Nandini memberikannya lagi pada Moora dan berlari pergi

Dadima melihatnya lalu bertanya pada Moora apa yang tengah terjadi tapi Moora tidak menjawab dan berjalan pergi. Dadima bertanya pada Helena dan Apama. Apama menjawab bahwa Nandini akan meninggalkan istana, Helena menambahkan bahwa Moora yang menyuruhnya.

Megasthenes bertanya pada mentri apakah mereka yakin ada harta karun kerajaan yang hilang, Chandra datang dan bertanya. Megasthenes memberitau apa yang terjadi. Mentri lalu mengatakan pada Chandra bahwa pasti Chanakya yang melakukannya karena orang terakhir yang meninggalkan ruangan ini adalah Chanakya.

Chandra meminta semua mentri untuk meninggalkannya bersama Megasthenes, lalu Megasthenes berkata bahwa ini termasuk pencurian. Chandra tidak percaya Chanakya bisa melakukan semua ini, Chandra memberi perintah agar menemukan dimana keberadaan Chanakya dan apa yang dia lakukan.

Chandra berjalan di koridor dan pelayan memanggilnya lalu mengatakan bahwa Nandini akan pergi meninggalkan istana. Sementara itu Moora sibuk menenangkan Bindusara yang terus menangis, Moora memanggil pelayan dan memberi perintah agar memanggil tabib.

Dadima muncul dan bertanya apa yang terjadi lalu mengatakan bahwa Bindusara kehilangan ibunya lagi untuk kedua kalinya. Moora pun bertanya mengapa dia menyembunyikan kebenaran tentang Chandrika darinya. Dadima berkata karena dirinya tau kalau dia akan melakukan hal yang sama pada Chandrika.

Helena bertaya pada ibunya bagaimana jika Chandra menghentikan kepergian Nandini, Apama menjawab bahwa Chandra tidak akan melawan ibunya sendiri. Sementara Dadima masih menasihati Moora,

“Nandini memanggilmu ibu tapi lihat apa yang telah kau lakukan padanya..apa sebagai seorang ibu kau pernah melihat rasa sakit Bindusara..kau kehilangan Chandra setelah kelahirannya dan sekarang kau ingin Bindusara kehilangan ibunya..kenapa kau tidak bisa terima kalau hanya Nandini yang bisa membantu Bindusara”.

Apama meracuni otak Helena dengan berkata bahwa setelah Nandini pergi dia harus bisa merebut perhatian Bindusara karena dia adalah kelemahan Chandra, dan Apama menyuruh Helena memperalat Bindusara sama dengan seperti yang dilakukan Nandini. Sementara Moora masih bersikeras tidak akan menerima Nandini, Dadima memintanya melakukan semua ini demi Bindusara.

Nandini dikamarnya berkemas2. Chandra mendatanginya dan bertanya. Nandini menjawab bahwa dirinya akan pergi. Chandra mencengkeramnya dan mengatakan, “kau tau kalau Bindusara adalah kelemahanku dan kau ingin aku berlutut dikakimu dan memohon padamu untuk tetap tinggal..jika kau menginginkan hal itu maka biarkan aku untuk melakukannya juga”.

Nandini menjawab dirinya tidak menginginkan hal tersebut tapi dirinya hanya ingin pergi. Chandra kembali berkata bahwa putranya sangat membutuhkannya.

Nandini bersikeras akan pergi dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Chandra meradang dan berkata bahwa dia hanyalah pelayan disini dan siapa yang memberinya ijin untuk pergi meninggalkan istana. Moora datang menjawab pertanyaan Chandra bahwa dirinya yang menyuruh Nandini pergi,

Moora menggendong Bindusara dan muncul bersama Dadima. Moora lalu berbicara pada Chandra mengenai pilihan dirinya atau Nandini yang akan pergi. Chandra mencoba memberi pengertian pada ibunya, “ibu..jika aku menyuruh Nandini untuk tetap tinggal maka kau yang akan pergi..tapi jika aku menyuruh Nandini pergi maka aku akan kehilangan Bindusara..sekarang bantulah aku bu..apa yang harus aku lakukan..aku tidak mau kehilangan salah satu dari kalian..aku tumbuh tanpamu dan sekarang aku tidak bisa hidup tanpamu bu tapi jika kau memang ingin Nandini pergi maka dia akan pergi”,

Chandra lalu memberi perintah pada Nandini untuk pergi dan Chandra hendak berjalan keluar tapi Moora menghentikannya dan memberikan Bindusara pada Nandini seraya mengatakan bahwa demi Bindusara dirinya mengijinkan dia untuk tetap tinggal tapi Moora juga berpesan bahwa jika Bindusara membaik maka dia harus secepatnya meninggalkan istana kemudian Moora beranjak pergi, Nandini pun hanya bisa menangis sembari memeluk Bindusara.

Di dalam hutan, Chanakya berkumpul dengan mentri2nya dan membahas rencana untuk menghancurkan Chandra. Salah satu mentri bertanya mengapa dirinya harus membantunya. Murid Chanakya membuka peti dan terlihat begitu banyak koin emas disana, Chanakya mengatakan bahwa jika dia membantunya maka dia akan mendapatkan bagian koin emas tersebut. Semuanyapun setuju untuk bergabung dengan Chanakya.

Chandra mendatangi Megasthenes yang tengah bersama Apama dan Helena, Megasthenes menjelaskan bahwa Chanakya melakukan pertemuan dengan musuh untuk melatih mereka melawan Magadha, Megasthenes berkata bahwa mereka harus menyusun rencana untuk menjebaknya.

Apama berkata bahwa tempat keberadaan Chanakya diluar wilayah Magadha, Chandra berkata akan pergi kesana, Helena menyuruhnya membawa prajurit tapi Chandra berkata akan pergi sendiri dalam penyamaran.

Di kamarnya Chandra melakukan penyamaran dengan menutupi wajahnya, dia lalu menggendong Bindusara dan Nandini masuk kedalam, Nandini mengira dia penculik dan berkata bahwa dirinya tidak akan membiarkan siapapun menculik Bindusara. Demikianlah Sinopsis Chandra Nandini Episode 32 hari ini dan Jangan Lupa Baca Cerita Sinopsis Chandra Nandini Episode 33 ya…

Loading...

Comment