Sinopsis Chandra Nandini Episode 31 – Demi Bindusara, Nandini Kembali ke Magadha

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 31 – Demi Bindusara, Nandini Kembali ke Magadha. Suami palsu Nandini beranjak pergi bersama anak istrinya, Chandra kembali dan istri lelaki tadi meminta maaf pada Chandra. Chandra mencengkeram suami palsu Nandini dan menyuruhnya mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.

Lelaki itu meminta maaf dan berkata bahwa Chandrika memberinya imbalan uang untuk berpura2 menjadi suaminya. Chandra berkata bahwa tindakannya termasuk dalam kejahatan. Istri lelaki itu meminta maaf dan berkata mereka terpaksa melakukannya karena membutuhkan uang.

Bindusara terus menangis, Helena menjadi geram mendengarnya dan marah kepada pelayan2nya agar menghentikan tangis Bindusara, istri Naresh bersuara dan Helena dengan cepat menggendong Bindusara seraya berpura2 mencemaskannya.

Naresh dan istrinya masuk dan istri Naresh memuji Helena wanita yang baik karena meski dia tidak melahirkan Bindusara tapi dia peduli padanya. Helena menjawab hahwa Bindusara adalah bayinya juga lalu Naresh bertanya pada tabib mengapa semua ramuan tidak bisa mengatasi Bindusara. Tabib mengatakan hanya Chandrika yang bisa menangani Bindusara, Naresh berkata akan memanggilnya.

Chandra sendiri berjalan pergi dan teringat bagaimana Nandini bersikap seolah2 sudah bersuami dan Chandra memikirkan ucapan lelaki tadi, Chandra pun berpikir mengapa Nandini harus melakukan semua itu tapi Chandra mencoba untuk tidak peduli.

Malayketu dan Amartya mendatangi Padmananda yang tengah asik dipijat. Padmananda bertanya dimana wanita yang sudah menyelamatkan Bindusara, Malayketu mengatakan tidak mendapatkannya, Padmananda pun menghunuskan pedangnya di leher Malayketu sembari membentaknya karena kegagalannya .

Malayketu pun mengatakan bahwa wanita yang dimaksud tidak lain adalah Gautami, Padmananda terkejut dan melepas pedangnya dari leher Malayketu. Amartya lantas berbicara bahwa sepengetahuannya Gautami berada di tempat kakaknya karena Chandra mengusirnya.

Padmananda menyuruh Malayketu untuk tidak memberikan alasan yang mengada2 karena Gautami pernah mencoba melenyapkan Dhurdhara dan bayinya jadi untuk apa kemarin dia menyelamatkan bayi Chandra. Malayketu pun berkata akan membawa Gautami ke hadapannya.

Gautami membuka pintu dan terkejut melihat prajurit Kalingga, prajurit menanyakan Chandrika dan mengatakan bahwa Raja memanggilnya untuk bayi Bindusara. Nandini bertanya apakah Raja Chandra yang memanggilnya, prajurit itu berkata bahwa Raja Naresh yang memanggilnya.

Nandinipun memberi pesan bahwa dirinya tidak bisa datang lalu menutup pintu. Gautami kemudian berkata pada Nandini bahwa Bindusara membutuhkannya. Nandini menjawab bahwa Chandra sendiri tidak ingin dirinya bersama bayinya. Gautami menyahuti dengan ketus kemudian beranjak pergi. Nandini pun menangis.

Chandra terkejut melihat pelayan sibuk hilir mudik kekamarnya, Chandra kekamar dan memeriksa Bindusara, Helena mengatakan bahwa Bindusara demam tinggi. Naresh berkata bahwa Chandrika akan tiba. Chandra menolaknya. Tabib mengatakan bahwa Bindusara menemukan keenangan pada Chandrika dan sekarang dia merindukannya.

Helena pun menegur tabib dan berkata bahwa dirinya adalah ibu Bindusara. Tapi tabib menjawab bahwa Bindusara tidak pernah bisa tenang dalam pelukannya. Pelayan datang memberitahu Naresh bahwa Chandrika menolak untuk datang. Helena pun mengajak Chandra pulang ke Magadha karena Chanakya pasti menemukan jalan keluar untuk Bindusara.

Megasthenes tengah berdiskusi dengan Apama mengenai Chanakya. Pelayan lalu memberitau mereka bahwa Chanakya memanggil mereka ke aula istana. Apama mengajak Megasthenes pergi dan menemukan permainan baru apa yang akan dimainkan Chanakya.

Nandini sibuk menutup jendela rumah karena akan datang badai. Nandini menutup pintu tapi kemudian Chandra datang membuka pintu itu kembali. Nandini bertanya apakah Bindusara baik2 saja. Chandra berbicara padanya sambil mencengkeram lengannya

“beraninya kau menanyakan keadaan putraku setelah kau melenyapkan ibunya..tapi kedatanganku ke sini untuk memberitau bahwa aku tidak akan memohon padamu untuk datang melihat Bindusara tapi untuk memperingatkan agar kau berhenti mendekati putraku..lihatlah kemataku..aku sudah tidak mempunyai rasa terhadapmu..yang ada hanya kebencian..aku akan menemukan tabib yang terbaik untuk putraku tapi kau tetap tidak di ijinkan mendekati putraku”.

Lalu Chandra mendorong Nandini hingga terjatuh dan beranjak pergi. Nandini pun menangis sembari berkata bahwa dirinya tidak akan pernah mendekatinya juga Bindusara karena jalan mereka sudah berbeda.

Bindusara masih tak bisa dikendalikan, Chandra datang mengatakan bahwa mereka harus pulang sekarang juga ke Magadha. Helena pun tersenyum. Naresh mencoba berbicara pada Chandra bahwa cuaca sedang tidak bagus dan tidak baik untuk bayinya

Chandra menjawab bahwa dirinya akan mencari tabib terbaik tapi bukan Chandrika. Helena mendukung ucapan Chandra dan berkata bahwa dirinya akan bertanggungjawab penuh pada Bindusara. Tabib lalu mengatakan bahwa mereka tetap membutuhkan Chandrika untuk kebaikan Bindusara. Chandra berkata tidak akan pernah melakukannya dan akan menemukan jalan lain. Chandra beranjak pergi dan Helena berpikir bahwa semua yang terjadi bagus untuknya.

Gautami menyindir keputusan Nandini dan berkata agar membiarkan bayi Chandra tiada. Nandini sendiri teringat permintaan Dhurdhara yang memintanya untuk selalu bersama putranya dan menjadi ibunya. Gautami memaksanya untuk pergi menolong Bindusara tapi Nandini mengkhawatirkannya dan tetap menolak untuk pergi

Nandinipun beranjak pergi. Sementara Chandra berdiri di balkon istana dan teringat akan kematian Dhurdhara. Chandra juga teringat bagaimana Nandini menangani Bindusara. Chandrapun berpikir mengapa Nandini menyelamatkan Bindusara ketika dia juga mencoba melenyapkan Dhurdhara

Chandra berniat untuk tidak mempercayai Nandini lagi. Helena mendatanginya dan mengatakan bahwa sudah saatnya mereka untuk pergi. Chandra lalu beranjak keluar. Chandra dan Helena hendak pulang ke Magadha, Chandra berpamitan pada Naresh dan yang lain.

Apama dan Megasthenes menemui Chanakya, hanakyaberkataningin berbicara beduadengan Apama. Megasthenes lalu beranjak pergi dan Chanakya menyuruhnya menutup pintu, Megasthenes keluar menutup pintu dan berpikir mengapa dirinya harus menunggu diluar.

Tak lama kemudian Apama keluar dan Megasthenes menanyakan segel kerajaannya. Apama menjawab bahwa segel itu ada ditangan Chanakya, Megasthenes lalu melihat Chanakya di pintu dan mengacungkan segel kerajaan. Apama pun beranjak pergi, Chanakya menghampiri Megasthenes dan mengeluarkan segel kerajaan seraya mengatakan kalau dirinya sudah memberitaunya tadi bahwa segel itu akan didapatnya malam ini.

Gautami menulis surat untuk Nandini yang intinya meminta Nandini memenuhi janjinya pada Durdhara untuk bisa selalu bersama Bindusara Gautami juga berpesan agar dia tidak mencoba untuk mencarinya. Lalu Gautami meninggalkan suratnya di ranjang dan beranjak keluar bersama bayinya tapi ternyata Malayketu dan pasukan mengepungnya

Malayketu mengatakan bahwa sekarang ayah mertuanya akan percaya pada perkataannya. Malayketu bertanya dengan siapa dia tinggal dirumah tersebut. Gautami berpikir mereka jangan sampai mengetahui tentang Nandini dan Gautami pun menjawab jika dirinya tinggal sendirian dengan bayinya saja. Lalu keduanya dibawa oleh Malayketu.

Nandini berjalan sendirian ditengah angin kencang, sisi lain dari dirinya muncul dan berbicara dengannya. Nandini pun berteriak mengusir bayangannya sendiri.

Dalam derasnya hujan Chandra memikirkan sesuatu, Bindusara didalam kereta kuda terus menangis dan tabib coba mengobatinya, tabib lalu mengatakan pada Helena bahwa Bindusara dalam keadaan kritis. Helena pun mengeluhkan Bindusara dalam hatinya.

Chandra mendengar suara tangis Bindusara dan berhenti untuk memeriksanya. Helena mengatakan keadaan Bindusara. Chandra memberi perintah pada prajurit untuk berhenti dan mendirikan tenda.

Nandini pulang ke rumah dan mencari2 Gautami, dia menemukan surat Gautami dan membacanya. Nandini pun menangis seraya berkata mengapa Gautami membawa bayinya keluar dalam kondisi seperti ini.

Di dalam tenda, tabib mencoba mengobati Bindusara tapi Bindusara terus menangis, Chandra berbicara pada tabib dan menghardiknya agar melakukan apa saja untuk melindungi bayinya. Chandra lalu bergegas keluar tenda. Chandra berdiri di tengah hujan dan sambil menangis berlutut bertanya pada Dewa mengapa melakukan semua ini kepadanya, “pertama istriku Dhurdhara..lalu aku juga kehilangan cinta Nandini dan sekarang putraku Bindusara dalam masalah Dewa..tolong aku..tolong selamatkan putraku”.

Nandini tengah memacu kudanya, seorang mentri menghampiri Chandra dan mengatakan bahwa ada seseorang yang datang. Chandra bertanya siapa yang datang, mentri itu berkata bahwa mungkin doanya didengar Dewa dan Dewa mengirim seseorang untuk membantu putranya.

Nandini kemudian datang dengan memakai penutup wajah, Nandini menghampiri Chandra dan membuka penutup wajahnya. Chandra bertanya mengapa dia berada disini. Nandini menjawab dirinya datang untuk Bindusara lalu Nandini hendak masuk ke dalam tenda tapi Chandra melarangnya, Nandini pun menjawab bahwa dia bisa mencuri apapun darinya tapi bukan haknya sebagai seorang ibu. Nandini pun berjalan masuk ke dalam tenda.

Nandini masuk dan mengambil alih Bindusara tanpa memperdulikan ucapan Helena. Nandini hendak memberikan ramuan tapi Helena menahannya dan bertanya apakah dia bertanya dulu sebelum datang kesini, Nandini mengatakan bahwa seorang ibu hanya membutuhkan panggilan dari dalam hati untuk menemui putranya kemudian Nandini memberikan ramuan itu pada Bindusara.

Tabib mengatakan sesuatu pada Nandini, Nandini teringat pertemuan pertamanya dengan Bindusara. Chandra masuk dan Helena melapor tapi Chandra menyuruhnya diam, tabib lalu berbicara padanya. Nandini menggendong Bindusara dan menenangkannya, Bindusara pun mulai tenang. Tabib memeriksanya dan mengatakan bahwa Bindusara mulai membaik. Chandra lalu beranjak keluar tenda.

Chandra berlutut di tengah derasnya hujan dan berbicara pada Dewa bahwa dirinya hanya mempunyai seorang putra dan tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya karena Bindusara adalah kehidupannya. Helena mendatanginya dan mengatakan bahwa Bindusara akan baik2 saja. Chandra meminta Helena pergi karena dirinya ingin sendirian. Sementara Nandini masih merawat Bindusara dengan telaten.

Pagi harinya, Chandra yang terbaring ditanah terbangun dan menyebut nama Bindusara. Chandra berlari ke tenda dan melihat Bindusara tenang di pangkuan Nandini, tabib menyapa Chandra dan mengatakan sesuatu. Chandra menghampiri Nandini,

Nandini memberikan Bindusara dan Nandini memberitau bagaimana cara menggendong yang benar. Chandra lalu mengatakan bahwa dirinya tetap tidak akan membiarkannya mendekati putranya dan membahayakan jiwanya. Nandini menjawab bahwa dirinya tetap akan ikut ke Magadha demi Bindusara karena Bindusara membutuhkannya.

Chandra setuju dan berpesan jika dia melakukan sesuatu pada putranya maka dia tidak akan dilepaskannya. Nandini lalu mengambil Bindusara dari gendongan Chandra.

Helena berbicara berdua dengan Chandra dan mencuci otaknya agar tidak membawa Nandini kembali ke Magadha. Chandra pun mengatakan bahwa Bindusara membutuhkan Nandini dan dirinya akan menyiapkan perlindungan saat Nandini bersama Bindusara.

Helena mulai putar otak karena Chandra tidak juga berubah pikiran. Helena lalu kembali berbicara pada Chandra kalau dirinya setuju tapi Nandini harus berubah nama menjadi Chandrika dan dia harus menutupi wajahnya karena kalau rakyat melihat Nandini maka akan terjadi keributan.

Malayketu membawa Gautami pada Padmananda, Padmananda bertanya dan Malayketu menjelaskan semua tentang Gautami. Bayi Gautami menangis dan Gautami mengambilnya tapi Amartya merebutnya dan membawanya pada Padmananda sembari mengatakan bahwa dia adalah putra Dhananand.

Padmananda lalu berbicara pada Gautami bahwa bayi itu akan menjadi penerusnya. Gautami menolak dan mengatakan sesuatu lalu coba lari tapi prajurit menghalanginya dan merebut bayinya, bayi itu pun diserahkan pada Padmananda.

Helena masuk ke tenda Bindusara dan menyuruh pelayan2 keluar, lalu Helena berbicara pada Nandini bahwa dia akan ikut ke Magadha tapi dia akan tinggal sebagai pengasuh Bindusara dan karena tidak ada seorangpun yang akan menerimanya di sana maka dia harus menutupi wajahnya.

Nandini pun berpikir membenarkan ucapan Gautami bahwa Bindusara tidak akan aman bersama Helena. Nandini lalu berkata pada Helena agar memberitau Rajanya bahwa dirinya akan mendatangi Magadha.

Istana Magadha sibuk menyiapkan perayaan menyambut kepulangan Bindusara, Moora berbicara pada Dadima mengenai ketidak sabaran mereka menunggu kedatangan Bindusara. Pelayan lalu mengatakan bawa Raja sudah tiba digerbang kerajaan.

Moora menyambut Chandra dan melakukan aarti. Dadima menanyakan Bindusara, Nandini muncul dengan menutupi sebagaian wajahnya dengan selendangnya sambil menggendong Bindusara. Helena lalu mengenalkan Nandini sebagai pengasuh Bindusara.

Nandini mengambil berkat Moora dan Dadima. Dadima menanyakan namanya, Helena berkata bahwa pengasuh Bindusara tidak bisa bicara dan namanya Chandrika, lalu Chandra mengajak mereka semua masuk ke dalam tapi Moora melakukan aarti untuk Bindusara. Nandini memikirkan sesuatu dan teringat saat Chandra menjatuhi hukuman untuknya.

Chandra tengah menggendong Bindusara dan mengajaknya bermain lalu menceritkan tentang pertarungan seorang pejuang melawan binatang liar. Nandini muncul dan mengambil Bindusara seraya mengatakan bahwa ceritanya hanya akan membuat Bindusara ketakutan. Chandra lalu berbicara dengannya dengan ketus. Nandinipun merasa sedih

Helena berbicara dengan Apama dikamar. Apama pun terkejut dan mengatakan bahwa dia sudah tidak waras dengan membawa Nandini kembali, Helena menenangkan sang ibu dan berkata bahwa setelah Bindusara membaik maka Chandra sendiri yang akan melempar Nandini keluar.

Nandini melihat Chandra tertidur di sofa, Nandini mengambil selimut dan memakaikannya pada Chandra. Lalu Nandini mengajak Bindusara bermain. Nandini melihat gelang kakinya dan teringat akan Chandra. Nandini juga kemudian melihat lukisannya bersama Dhurdhara.

Helena terkejut mendengar cerita dari ibunya mengenai Chanakya yang mengetahui sang ibu (kilas balik saat Apama diam2 menemui Sunanda disebuah gua dan mereka berbicara mengenai Roopa dan Nandini, diam2 Chanakya mengintai mereka dan mendengarkan semuanya), Helena bertanya apakah Chanakya tahu tentangnya juga, Apama berkata tidak tapi sewaktu2 Chanakya bisa memberitau Chandra.

Keesokan harinya, Nandini tengah memijat Bindusara diteras, dia lalu mendengar kedatangan Moora dan Dadima. Nandini pun menutupi wajahnya, Moora dan Dadima membicarakan Nandini. Moora meminta ibunya untuk tidak menyebut nama Nandini lag

lalu Moora bergerak menghampiri Bindusara dan menggendongnya, angin menerbangkan selendang Nandini, Nandini berusaha menutupinya kembali. Dadima lalu mengatakan bahwa Chandrika dan Bindusara terlihat sudah memiliki ikatan batin yang kuat. Nandini lalu kembali menggendong Bindusara.

Nandini baru selesai memandikan Bindusara, Chandra datang dan langsung masuk ke dalam kolam, Chandra dan Nandini sama2 terkejut lalu Nandini berdiri mengambil handuk Bindusara di belakang Chandra dan terpeleset

Chandra pun memeganginya dan mereka saling tatap (kilas balik saat Nandini mandi dan Chandra mendatanginya lalu ikut mandi bersamanya tapi Nandini mengusirnya, mereka pun berdebat. Nandini lalu memilih pergi tapi Chandra menghentikannya dan menyuruh Nandini menggosok punggungnya, Nandini melakukannya dan Chandra menggodanya lalu membuat Nandini duduk dipangkuannya), Nandini melepaskan diri dari Chandra dan mengambil Bindusara lalu beranjak pergi.

Nandini tengah memijat Dadima, Dadima merasakannya dan terkejut sambil menyebut nama Nandini lalu terbangun, Dadima melihat Chandrika dan berbicara padanya bahwa dia mengingatkannya pada Nandini. Nandini diam2 meneteskan airmatanya.

Pagi harinya, Helena mencari Chandra di kamarnya dan melihat Nandini tertidur saat menjaga Bindusara. Helena teringat ucapan ibunya. Chandra datang dan mengatakan bahwa mungkin Nandini lelah dan tertidur. Pelayan kemudian datang dan mengatakan bahwa Chanakya ingin menemuinya. Helena lalu memberitau Chandra agar segera membangunkan Nandini, Chandra pun membangunkan Nandini dengan segera.

Chanakya masuk ke dalam kamar dan Helena berbicara padanya meminta sesuatu. Chanakya berkata akan mengurusnya nanti lalu Chanakya berbicara pada Chandra bahwa mereka harus segera pergi karena ada urusan yang lebih penting dan Chanakya beranjak pergi.

Helena berbicara dengan Chandra bahwa Nandini sangat tidak bertanggung jawab dengan keberadaannya dan Helena ingin Bindusara serta Nandini tinggal dikamarnya. Chandra setuju lalu beranjak pergi. Helena lalu berbicara pada Nandini agar pindah kekamarnya.

Helena mondar mandir dikamarnya, Apama masuk dan bertanya pada pelayan yang juga hilir mudik, pelayan berkata bahwa Chandrika dan Bindusara akan tinggal bersama Helena. Helena menyuruh pelayan keluar. Helena kemudian berbicara pada ibunya mengenai kekhawatirannya bahwa Chanakya akan mengatakan semuanya pada Chandra. Apama menyahutinya. Pelayan datang mengatakan bahwa Raja memanggil Apama ke aula.

Dadima tengah menulis sesuatu sambil memperhatikan Chandrika dan Bindusara. Pelayan datang membawa persembahan, Dadima menerimanya dan memakan persembahan tersebut lalu terkejut (kilas balik saat Dadima memakan puding beras 3 mangkok dengan diam2 dan Nandini memergokinya lalu menegurnya karena tidak baik untuk kesehatannya

Dadima mengatakan bahwa semua itu kesalahannya yang memasak makanan dengan begitu enaknya), Dadima memanggil pelayan tadi dan bertanya siapa yang memasaknya tadi, pelayan menjawab Chandrikalah yang memasak. Dadima lalu bergerak menghampiri Nandini dan duduk dihadapannya,

Dadima lalu berkata pada Chandrika bahwa hubungannya dengan Bindusara seperti ibu dan anak, Dadima bertanya sejak kapan dia tidak bisa bicara. Nandini menjawab dengan memberi kode tangannya. Dadima lalu pura2 mengerang kesakitan mengeluhkan kakinya dan dengan spontan Nandini membuka suara menanyakan keadaannya

Dadima pun terkejut mendengarnya bisa berbicara, Dadima lalu bertanya siapa dia sebenarnya. Dadima bertanya apakah dia Nandini seraya bergerak membuka selendang yang menutupi wajah Nandini. Dadima melihat wajah Nandini dan memeluknya.

Helena dan Apama masuk ke aula, Chandra berkata pada Apama bahwa Chanakya sudah menangkap basah dirinya dengan Sunanda dan itu membuktikan bahwa dia bergabung bersama Roopa untuk melawan Nandini . Tapi Chandra juga berkata bahwa Apama sudah bercerita semalam kepadanya mengenai keterlibatannya dengan Sunanda.

Helena bertanya2 apa yang sedang terjadi kali ini (kilas balik saat Apama menemui Chandra dan berbicara padanya bahwa alasannya menemui Sunanda hanya karena tentang Padmananda dan tidak ada pemikiran untuk melenyapkan Nandini), Chanakya mengatakan pada Chandra bahwa Apama sudah bergabung dengan orang2 itu untuk mengelabui rakyat dan dia harus dihukum (sambil menuding Apama).

Chandra lalu meminta maaf mengatakan pada Chanakya kalau dirinya mempercayai Apama dan tidak bisa menghukumnya. Chandra juga meminta Chanakya mengembalikan segel kerajaan yang sudah diserahkannya pada Apama.vChanakya pun terkejut dan berteriak mengatakan bahwa semua itu tidak mungkin.

Dadima berbicara dengan Nandini kalau dirinya sudah bisa menebaknya dari pertama kali ia melangkahkan kaki di istana ini. Nandini meyakinkan Dadima bahwa dirinya tidak melenyapkan Dhurdhara dan Nandini berjanji akan menjaga putra Dhurdhara seperti putranya sendiri.

Dadima juga memintanya berjanji agar tidak pernah meninggalkannya lagi karena hanya dia yang sesuai menjadi ratu Magadha dan ibu Bindusara. Nandinimeminta Dadima tidak memberitau Chandra tentang dia yang sudah mengenali keberadaannya. Dadimapun berjanji.

Chandra berdiri menghampiri Chanakya dan mengatakan bahwa dia sudah mengajarinya jika keputusan raja sudah tidak di hargai maka tidak ada gunanya dirinya menjadi raja. Lalu Chandra membuka mahkotanya.

Demikianlah Sinopsis Chandra Nandini Episode 31, Jangan lupa untuk baca Sinopsis Chandra Nandini Episode 32 hari ini

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Chandra Nandini Episode 31 – Demi Bindusara, Nandini Kembali ke Magadha"