Sinopsis Chandra Nandini Episode 15 – Helena kobarkan Api Cemburu pada Chandra dan Nandini

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 15 – Helena kobarkan Api Cemburu pada Chandra dan Nandini. Nandini yang kebingungan pun teringat saat masih kecil dirinya melihat teman ayahnya terkena panah beracun dan ayahnya mengambil obat khusus dari lemarinya.

sinopsis chandra nandini episode 15
sinopsis chandra nandini episode 15

Nandini meminta Chandra untuk bertahan. Nandini teringat bahwa obat khusus itu masih berada di istana dan Nandini berpikir bagaimana harus membawa Chandra ke istana. Nandini mendengar suara gerobak yang melintas dan meminta bantuan, lelaki itu pun membantu Nandini membawa Chandra ke dalam gerobaknya.

Orang2 yang menyerang Chandra tadi memberikan laporan pada Malayketu bahwa mereka berhasil menyerang Chandra dengan panah beracun. Malayketu tersenyum senang dan berkata bahwa beberapa saat lagi dirinya akan segera menjadi Raja Magadha.

Sementara Padmananda merasa kesal karena Chandra tak kunjung datang. Dia membahasnya bersama Vakranas. Tiba2 muncul seseorang berkuda dan Padmananda bersiap2 tapi yang muncul ternyata mata2 Padmananda. Padmananda menghampirinya dan orang itu memberikan info bahwa Chandra dan Nandini telah pergi dengan mengambil rute yang lain. Padmananda pun berteriak geram menyebut nama Chandra.

Dalam perjalanan Nandin berusaha menghentikan darah yang terus mengalir dengan membebat dada Chandra menggunakan selendangnya. Nandini mengatakan pada lelaki penarik gerobak agar membawa gerbanya dengan lebih cepat karena keadaan Raja yang sekarat.

Sesampainya di istana seluruh anggota kerajaan shock dengan kondisi Chandra, Moora bertanya pada Nandini apa yang terjadi. Malayketu sendiri merasa senang melihat kondisi Chandra dan berbicara dalam hati bahwa Chandra tidak akan mampu bertahan karena tidak ada penawar untuk racun tersebut.

Tabib2 mengobati Chandra di kamarnya sedangkan di luar kamar Helena memaki Nandini mengatakan bahwa dia yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Chandra dan Helena menuduh Padmananda yang menyerang Chandra dengan bantuan Nandini.

Nandini mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa ayahnya tidak menyerang Chandra tapi Helena terus mencercanya. Moora menghentikan pertengkaran mereka dan menegur keduanya karena bertengkar disaat Chandra sedang bertaruh nyawa lalu Moora beranjak pergi.

Nandini hendak beranjak pergi tapi Helena menghentikannya dan mengatakan bahwa sebagai ratu dirinya memutuskan akan memasukkannya ke dalam penjara lalu Helena menyuruh prajurit memenjarakannya. Prajurit pun membawa Nandini yang berusaha mengatakan kalau dirinya tau cara menyelamatkan Chandra karena dirinya mempunyai penawar racunnya. Dhurdhara mendegnar ucapan Nandini dan bergegas ke kamar Chandra.

Nandini dibawa ke penjara dan Nandini berusaha keluar dengan berkata bahwa dirinya punya penawar racunnya dan itu bisa menyeamatkan Chandra tapi prajurit melarangnya, Nandini pun menangis sedih di Sinopsis Chandra Nandini Episode 15.

Dhurdhara masuk ke kamar Chandra dan memberitau Moora tentang Nandini. Helena mengatakan pada Dhurdhara agar tidak mempercayai ucapan Nandini, Malayketu ikut berkomentar kalau Nandini seorang pembohong. Tabib lalu mengatakan kalau dirinya tidak mempunyai penawarnya.

Dhurdhara kembali berkata pada Moora agar percaya kalau Nandini punya penawarnya. Helena mengatakan bahwa mereka tidak boleh mempercayai Nandini tapi Moora berkata bahwa keputusan ini untuk menyelamatkan nyawa putranya dan tidak boleh ada kata untuk menentangnya lalu Moora menyuruh prajurit mengambil Nandini. Moora lalu beranjak pergi. Malayketu memikirkan semua ini tidak boleh terjadi.

Moora mendatangi Nandini di penjara dan bertanya apakah dia benar2 bisa menyelamatkan Chandra, Nandini mengiyakan. Mereka berbicara dan Moora menangkupkan tangan memohon pada Nandini agar menyelamatkan putranya, Nandini melepas tangkupan tangan Moora dan pergi bersama Moora.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 15. Nandini ke lemari sang ayah dan mengambil penawar racunnya lalu bergegas membawanya ke kamar Chandra tapi Helena menghalangi. Moora pun menegur Helena agar memberi jalan, Helena terpaksa membiarkan Nandini mengobati Chandra. Dengan bantuan tabib, Nandini mengobati Chandra. Malayketu pun berpikir bahwa penawar itu sudah sangat terlambat karena racunnya pasti sudah menyebar.

Nandini lalu berbicara pada tabib mengenai penggunaan obatnya dan terus merawat Chandra. Malayketu kembali berpikir bahwa Chandra tidak boleh bertahan. Semua anggota keluarga menunggu dengan sabar perubahan Chandra. Keesokan harinya Tabib berteriak bahwa Chandra sudah siuman, Semua anggota keluarga tersenyum lega tapi tidak dengan Malayketu.

Chandra membuka mata, tabib mengatakan bahwa ini adalah keajaiban dan Nadini yang telah menyelamatkannya. Chandra melirik Nandini yang duduk disampingnya, Moora pun membenarkan ucapan tabib. Chandra terus menatap Nandini yang juga menatapnya.

Helena di kamarnya menjadi emosi dan membanting barang tapi barang itu berhasil ditangkap Apama, Helena terkejut dan menghampiri ibunya, Apama bertanya mengapa dia terlihat begitu marah lalu membanting barang tadi setelah itu Apama mengajak Helena menenangkan hati dan berbicara dengannya.

Helena berkata pada ibunya bahwa dirinya membutuhkan bantuannya karena perkataannya benar kalau Nandini membuat jalan untuk mendapatkan hati Chandra. Apama berkomentar bahwa Chandra akan selalu menjadi miliknya, Apama memberi ide agar Helena meminta maaf pada Nandini tapi Helena menolak. Apama berkata kalau dia menginginkan Chandra maka dia harus melakuan apa yang dikatakanya dan harus hati2 dalam setiap langkahnya.

Chandra terbangun dan melihat buku2 Nandini lalu mengambil buku di meja dengan susah payah lantas membacanya. Nandini datang dengan membawa makanan dan mengatakan dirinya bisa membantunya membacakan buku tersebut. Chandra menyahut kalau dirnya pernah membacanya saat di Takshasila. Nandini pun mengujinya tentang buku2nya lalu mereka membahasnya. Mereka juga kemudian mmbahas tentang arti cinta menurut pandangan masing2.

Nandini mengambil makanan Chandra dan kembali berbicara mengenai cinta dan rasa sakit lalu Nandini meletakkan tangannya diatas luka di dada Chandra dan mengatakan bahwa rasa sakitlah yang menjadi alasan dirinya masih hidup sampai saat ini, keduanyapun saling berpandangan.

Helena datang bersama ibunya dan Helena menahan geram melihat Chandra Nandini, Helena meminta maaf atas yang terjadi kemarin karea sudah menuduhnya menyerang Chandra dan Helena berterimakasih karena da sudah menyelamatkan suaminya. Helena juga meminta Nandini membernya kesempatan untuk merawat Chandra . Nandini mengiyakan lalu beranjak pergi.

Helena menghampiri Chandra dan mengatakan akan mengoleskan obatnya, lalu Apama melihat buku Nandini dan mengomentari bahwa Nandini meninggalkan buku2nya demi tunangannya yang sangat dicintainya. Chandra terkejut mendengar ucapan Apama

Helena mendukung ucapan ibunya dan berkata bahwa Nandini masih mencintai Malayketu. Chandra pun berkata tidak peduli karena dirinya menikahi Nandini hanya untuk balas dendam. Helena lalu mengubah topi dan berkata ingin membuat perubahan pada masing2 kamar. Chandra mempersilahkan lalu Helena meminta Chandra untuk beristirahat karena lukanya masih terlihat.

Malayketu terngiang2 dirinya dielu2kan sebagai seorang Raja, dia menatap baki air dan melihat sisi dirinya sebagai seorang Raja yang tengah meledeknya karea tidak berhasil mendapatkan Nandini dan tidak bisa menjadi Raja Magadha. Malayketu pun geram dan menendang baki tersebut serta menendang barang2 yang lain sambil berteriak mengatakan bahwa semua ini akan menjadi miliknya begitu juga dengan Nandini karena lain kali Chandra tidak akan dilepaskannya dengan mudah.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 52 Tayang di ANTV 23 Februari 2018

Helena berbicara pada pelayan2nya bahwa dirinya akan merubah semua kamar dan tetap memberikan kamar yang kecil untuk Nandini. Dhurdhara muncul dan bertanya dengan gugup bahwa dia bisa memberikan Nandini kamar yang lain. Helena setuju dan berkata pada pelayan agar memberikan kamar pada Nandini disebelah kamar Malayketu dan berkata kamar Dhurdhara akan berada disebelah kamarnya.

Dhurdhara kembali bertanya dengan gugup mengapa harus dirinya yang bersebelahan kamar dengannya. Helena pun bertanya mengapa dia terlihat tidak menyukainya. Dhurdhara menjawab bukan seperti itu maksudnya dan Dhurdhara pun bergegas pergi.

Sunanda dengan memakai penutup diiam2 pergi ke sebuah tempat rahasia di istana, dia masuk ke ruangan tersebut dan terdapat seorang gadis disana, Sunanda memberinya makanan dan berbicara dengan gadis itu, “senang melihatmu disini..setelah melewati berbagai rintangan akhirnya kamu disini juga..Magadha akan terkejut dan bingung melihatmu..hanya tinggal menghitung hari kau berada diruangan ini karena aku akan segera membawamu pergi dari sini”.

Nandini bertanya pada pelayan2 yang membawa barang2nya ke kamar barunya mengapa mereka membawanya ke kamar ini, Helena tiba2 muncul mengatakan bahwa dirinya ingin memberikan kamar untuknya disebelah kamar Chandra tapi Chandra memintanya menempati kamar tersebut karena Chandra membutuhkannya sewaktu2 terlebih saat tengah malam, Helena berharap Nandini nyaman di kamar barunya. Nandini pun mengangguk dan Helena beranjak pergi.

Chandra berjalan di koridor sambil memegangi dadanya dan teringat ucapan Nandini serta Helena yang mengatakan bahwa Nandini masih mencintai Malayketu. Chandra lalu melihat Nandini di kamar sebelah kamar Malayketu yang tengah membaca buku2nya. Chandra geram dan bergerak pergi. Nandini membaca bukunya dengan bahagia dan tersenyum.

Chandra di kamarnya mondar mandir memikirkan Nandini yang berada di sebelah kamar Malayketu, Helena muncul dan Chandra bertanya mengapa dia memberikan Nandini kamar di sebelah kamar Malayketu. Helena pun menjawab bahwa Nandini yang memintanya.

Nandini muncul membawa bukunya dan berkata pada Chandra bahwa dirinya mendapatkan beberapa buku yang mungkin disukainya. Chandra menghardik Nandini dan berkata tidak butuh membaca buku seperti itu dan menyuruh Nandini membawa kembali buku2 tersebut.

Nandini mencoba menjelaskan tapi Chandra membentaknya lagi dan menyuruhnya meletakkan buku2 tadi lalu mengusirnya keluar. Nandini pun berpikir mengapa Chandra bersikap aneh dan Nandini beranjak pergi setelah meletakkan bukunya di ranjang.

Chandra mengatakan pada Helena bahwa dia akan tinggal dikamarnya dan Nandini mendengarnya. Nandini berjalan di koridor sambil mengomel kesal karena dirinya merasa terganggu mengetahui Helena akan tinggal sekamar dengan Chandra.

Didalam Sinopsis Chandra Nandini Episode 15 ini Chandra sendiri duduk termenung dan Helena kembali mencuci otaknya mengenai Nandini. Chandra mengomentarinya dan berusaha menghindar saat Helena mencoba bersikap mesra, Chandra berkata ingin beristirahat dan tidur di ranjangnya, Helena dengan kesal beranjak pergi. Setelah Helena pergi Chandra kembali duduk sambil menatap buku2 Nandini lalu berbicara sendiri.

Nandini menangis di kamarnya merindukan ayahnya. Malayketu mucul dan bertanya, Nandini menghapus air matanya. Malayketu lalu bertanya mengapa dia masih mempercayai Chandra dan Malayketu menuduh Nandini sudah mencintai Chandra hingga menghentikan balas dendamnya tapi Nandini menghentikannya dan mengatakan bahwa dirinya membenci Chandra.

Malayetu mencengkeram tangan Nandini dan mengatakan kalau dirinya melihat cinta itu dari matanya, Nandini berontak melepaskan diri dan sekali lagi berkata bahwa dirinya tidak mencintai Chandra. Malayketu beranjak pergi tapi menyempatkan diri mengatakan bahwa Helena juga mencintai Chandra.

lalu Malayketu kembali mencengkeram bahu Nandini dan mendorongnya ke ranjang sambil berkata bahwa Chandra sudah merebut Helena dan darinya dan Malayketu menambahkan akan menghancurkan Chandra lantas Malayketu beranjak pergi. Nandini pun berpikir apa yang sudah di lihat Malayketu dalam dirinya.

Malayketu berjalan di koridor dengan emosi dan berkata bahwa Nandini adalah miliknya dan Chandra merebut segalanya dari dirinya mulai dari perguruan Chanakya lalu Magadha dan sekarang Nandini, Malayketu bersumpah akan mendapatkan Nandini kembali.

Apama berjalan di koridor dan melihat sekelebat orang melintas disampingnya, Apama mencarinya dan kembali merasakan ada yang melintas dibelakangnya. Apama melihatnya dan mengikutinya, dia pun melihat Nandni dan terus mengikutinya lalu bersembunyi untuk mengintai.

Apama melihat Nandini masuk ke kamar Chandra membuka peti dan kemudian menulis surat serta membubuhkan stempel kerajaan. Apama pun berpikir bisa menyalahkan Nandini karena sudah mencuri stempel kerajaan dan Apama bersembunyi saat Nandini melintas pergi.

Helena merasa senang mendengar info dari sang ibu dan mereka membahasnya. Helena hendak memberitau Chandra tapi Apama melarang dan berkata agar menunggu langkah Nandini selanjutnya dan memberitau Chandra setelah mengetahui alasan dibalik apa yang telah dilakukan Nandini.

Pagi harinya Chanakya mendengar laporan dari beberapa orang mengenai petani2 yang kesulitan panen karena kurangnya curah hujan, Chanakya pun berkata akan membeli biji2an dari daerah lain. Lalu seseorang datang memberitaukan kalau Pandugarthi kabur dari pengobatan dan disana ditemukan surat dari Chandra yang meminta agar Pandugarthi di biarkan pergi dan Padmananda dimaafkan, orang tadi memberikan surat atas nama Chandra dan Chanakya membacanya lalu Chanakya bergegas pergi menemui Chandra.

Chandra menyuruh yang lain pergi lalu bertanya pada Chanakya. Chanakya menunjukkan rambutnya yang masih belum dikepang karena dendamnya pada Padmananda belum selesai dan bertanya pada Chandra apakah dia yang membuat surat untuk memaafkan Padmananda.

Chandra terkejut mendengarnya, Chanakya pun menunjukkan surat yang didapatnya dengan stempel kerajaan. Chandra menyangkal dan mengatakan bahwa dirinya belum melupakan janjinya padanya dan juga rasa sakit yang diderita sang ibu.

Chanakya pun mengatakan bahwa stempel kerajaan telah disalahgunakan. Chandra lalu memanggil mentrinya dan sang mentri memberi laporan kalau stempel kerajaan telah dicuri. Chanakya pun mengatakan agar mengumumkan bahwa akan ada hadiah yang bisa membawa stempel kembali dan sang mentri beranjak pergi.

Chandra bertanya2 siapa yang telah melakukannya, Chanakya menjawab bahwa tentu saja seseorang yang diuntungkan dengan kebebasan Nanda dan Pandugarthi serta orang tersebut di ijinkan masuk ke kamar Raja. Chandra pun menahan geram dan menyebut nama Nandini.

Chandra berjalan di koridor dan Malayketu menghalanginya serta berkata dirinya berharap Chandra baik2 saja tapi Chandra mengabaikannya dan berjalan terus tapi Malayketu memanggilnya dan mengatakan bahwa dirnya melihat Nandini menangis semalam dan sepertinya Nandini belum bisa melupakan dirinya.

Chandra pun semakin geram dan teringat ucapan Helena yang mengatakan hal yang sama. Dengan liciknya Malayketu meminta bantuan Chandra untuk masalah Nandini dan berkata bahwa Chaya sudah menjadi istrinya sekarang dan ini tidak adil untuk Chaya dan bayi mereka, Chandra beranjak pergi dan Malayketu tersenyum senang.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 63 Tayang Selasa 6 Maret 2018 di ANTV

Chandra mendobrak pintu kamar Nandini dan menatap Nandini dengan tajam lalu menyuruhnya jujur kalau dia telah mencuri stempel kerajaan dan menulis surat untuk memaafkan ayahnya dan melepaskan Pandugarthi. Nandin terkejut mendengar ucapan Chandra.

Chandra melempar surat yang dibawanya dan Nandini membacanya kemudian membantah dan berkata dirinya semalaman berada di kamar. Chandra bertanya apa yang dilakukannya di kamar. Nandini pun terdiam dan tergagap menjawab kalau dirinya tengah beristirahat.

Chandra menyudutkannya dan bertanya bukankah semalaman dia menangis . Nandini mengiyakan dan berkata bahwa itu tidak berarti dirinya mencuri stempel. Chandra pun mulai membahas Malayketu. Nandini lantas bertanya pada Chandra apakah masalahnya mengenai stempel kerajaan atau Malayketu.

Chandra pun berkata bahwa tiap melihatnya selalu melihat rasa sakit yang diderita ibunya dan Chandra menambahkan kalau dirinya tidak bisa menjadikannya istri karena dia adalah musuhnya. Chandra dan Nandini sama2 berpikir, Chandra berpikir mengapa dirinya marah hanya karena Nandini mencintai Malayketu sementara Nandini berpikir mengapa dirinya menangisi Chandra sepanjang malam padahal dia musuh besarnya.

Nandini menghapus air matanya dan mengatakan bahwa dirinya memang tidak memiiki suami karena dia hanyalah musuh baginya. Chandra terkejut mendengarnya dan bertanya mengapa dia mencuri stempel kerajaan. Avantika kemudian muncul dan bersuara mengejutkan keduanya mengatakan bahwa dirinyalah yang mencuri stempel tersebut.

Avantika masuk ke dalam kamar dan mengulangi ucpannya kalau dirinya yang melakukannya. Avantika juga kemudian berlutut dihadapan Chandra agar melemparnya keluar istana dan Avantika menerima kesalahannya, Chandra meminta Avantika untuk tidak memohon padanya dan memapahnya berdiri lalu berkata bahwa dirinya memaafkannya kali ini karena dia melakukannya demi anak dan suaminya

Chandra menambahkan bahwa Helena dan Dhurdhara pasti akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi yang sama dengannya, Chandra berkata lain kali tidak akan melepaskannya lalu Chandra beranjak pergi di Sinopsis Chandra Nandini Episode 15.

Chanakya berbicara dengan Chandra bahwa dia tidak bisa melepaskan Avantika dengan begitu mudahnya. Chandra membela diri dan berkata bahwa dirinya melakukan ini karena Avantika melakukannya sebagai istri yang setia. Chanakya membantah pembelaan Chandra dan berkata bahwa dia melakukan semua ini karena sudah jatuh cinta pada Nandini.

Chandra membantah mencintai Nandini dan berkata kalau Nandini mencintai Malayketu. Chanakya memperhatikannya. Chandra berlutut meminta maaf dan bersedia menerima hukuman yang diberikan. Chanakya mengambil pemukul dan memukul tangan Chandra berulang2 lalu bertanya apakah dia merasakan sakit, Chandra berkata tidak.

Chanakya pun mengatakan bahwa ketika dia mengatakan Nandini mencintai Malayketu dirinya bisa melihat rasa sakit dari matanya dan ketika dia di pukul dirinya tidak melihat rasa sakit tersebut, Chanakya meminta Chandra kembali menjadi Chandra yang dulu sebelum dia benar2 jatuh cinta pada Nandini lantas Chanakya beranjak pergi. Chandra pun berbicara sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin jatuh cinta pada Nandini.

Avantika berbicara dengan Nandini bahwa dirinya melakukan semua ini untuk menyelamatkannya karena dirinya melihatnya mencuri stempel kerajaan tapi Nandini menyangkal sudah mencuri sempel kerajaan tersebut (adegan kilas balik saat Avantika melihat Nandini menulis surat dan memakai stempel kerajaan)

Avantika menasihati Nandini agar berpikir bahwa apa yang dilakukannya bisa membuat keluarganya dalam masalah, Avantika meminta Nandini fokus pada kehidupan pernikahannya dan mengingatkan kembali untuk tidak terlalu memikirkan ayahnya lalu Avantika beranjak pergi. Nandini kembali bertanya2 kapan dirinya mencuri stempel kerajaan.

Sinopsis Dhurdhara membawa nampan berjalan di koridor dan bertabrakan dengan Helena, Dhurdhara pun menjerit melihatnya, Helena lalu bertanya apa yang dibawanya. Dhurdhara menjawab dengan gugup bahwa ingin memberikan hadiah mukut untuk Malayketu dan dinampan tersebut adalah peralatan untuk membuatnya. Dhurdhara bertanya pada Helena akan memberikan hadiah apa untuk Malayketu tap Helena berkata tidak ingin memberikan apa2.

Helena melihat Nandini melintas dan memanggil nya agar mendekat. Helena lalu mengatakan pada Dhurdhara bahwa dia harus beristirahat dan Helena berjanji akan membantunya membuat mukut bersama Nandini. Lalu Helena memberikan nampan Dhurdhara pada Nandini.

Helena menyuruh Dhurdhara pergi beristirahat. Dhurdhara beranjak pergi. Nandini mengatakan pada Helena kalau dirinya tidak bisa membantunya tapi Helena meyakinkannya untuk membuat mukut tersebut agar Dhurdhara senang dan semua ini demi Chaya. Nandini mengiyakan dan beranjak pergi.

Di aula kerajaan, Chanakya sedang membahas sesuatu tapi Chandra teringat ucapan Chanakya yang menyadarkan perasaannya terhadap Nandini. Chanakya melihatnya melamun, mentri lalu bertanya pada Chandra apakah ini keputusan yang tepat dan Chandra sambi melamun berkata bahwa ini tidak bisa terjadi.

Chanakya terkejut mendengar jawaban Chandra yang tidak sesuai dengan pertanyaan mentri dan Chanakya pun menyadarkan Chandra. Chandra tersadar dan fokus pada bahasannya. Seorang prajurit datang mengatakan sesuatu sambil membawa sesuatu.

Chanakya menyuruhnya memberikan pada muridnya yakni Manibhadra lalu Chanakya berbicara pada Candra dan membubarkan rapat. Saat Chanakya akan pergi Chandra memanggilnya dan berkata bahwa dirinya akan menemukan Pandugarthi.

Helena tengah berbicara sendiri di kamarnya mengatakan bahwa jika perempuan jatuh cinta maka dia tidak akan rela berbagi cinta lalu Helena melukai tangannya sendiri dengan cara mencakarnya dan berkata bahwa Nandini pasti akan berpikir kalau Chandra yang melakukannya. Helena lalu memanggil pelayannya dan mengatakan sesuatu.

Di Sinopsis Chandra Nandini Episode 15 ini, Helena tengah bersama Nandini membuat mukut dan Helena sengaja memperlihatkan bekas cakarannya dengan pura2 jarinya tertusuk jarum, Nandini membantunya dan melihat bekas cakaran Helena

Nandini pun bertanya tentang cakaran tersebut. Helena memanas2i Nandini dan berkata bahwa cakaran itu tanda cinta dari Chandra. Nandini pun terlihat cemburu tapi berusaha tenang. Helena lalu meminta maaf pada Nandini karena tidak bisa lagi membantunya sebab jarinya terluka dan Helena meminta Nandini menyesaikannya lalu beranjak pergi. Nandini pun berpikir bahwa Chandra menyukai Helena dan hanya menginginkan Helena.

Helena bertemu Chandra di koridor dan Chandra bertanya, Helena mengatakan bahwa dirinya ingin Chandra mengerti kalau dirinya tidak ingin berpartisipasi dalam ultah Malayketu dan tidak seperti Nandini yang sibuk menyiapkan mukut khusus untuk Malayketu.

Chandra terlihat menahan geram dan berjalan menuju kamar lalu melihat Nandini yang membuat mukud sambil menangis, Nandini sendiri menangis memikirkan ucapan Helena yang menghabiskan waktu bersama Chandra dan berkata mengapa dirinya menangisinya ketika dia tidak akan bisa menjadi miliknya.

Chandra mendengar ucapan Nandini dan mengira ucapan itu untuk Malayketu. Helena mendekati Chandra dan memanas2i Chadra dengan mengatakan bahwa Nandini mencintai Malayketu dan Helena menambahkan kalau dirinya sudah berusaha memberi penjelasan kalau Malayketu sudah menikah tapi Nandini tidak mau mendengarkannya. Chandra yang cemburu pun menatap Nandini. Demikianlah Sinopsis Chandra Nadini Hari Ini

Sumber : intifilm

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *