Inilah Cara Blokir Pajak Kendaraan yang Sudah Dijual Agar Terhindar dari Pajak Progresif

By: On: 17 views
Inilah Cara Blokir Pajak Kendaraan yang Sudah Dijual Agar Terhindar dari Pajak Progresif
Cara Blokir Pajak Kendaraan

Debroo.net. Inilah Cara Blokir Pajak Kendaraan yang Sudah Dijual Agar Terhindar dari Pajak Progresif. Saat ini Pajak Progresif masih terus diberlakukan, namun masih banyak masyarakat yang belum paham dan mengerti secara benar hal itu kerap terjadi saat hendak membayar tagihan pajak kendaraan bermotor yang membengkak lantaran terkena pajak Progresif kendaraan, baik pajak progresif mobil maupun pajak progresif motor.

Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang naik dengan semakin besarnya jumlah yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak, dan kenaikan persentase untuk setiap jumlah tertentu setiap kali naik.

Di Indonesia, pajak progresif diterapkan pada pajak penghasilan untuk wajib pajak orang pribadi, yakni:

Untuk lapisan penghasilan kena pajak (PKP) sampai dengan Rp 50 juta, tarif pajaknya 5%
Untuk lapisan PKP di atas Rp 50 juta hingga Rp 250 juta, tarif pajaknya 15%
Untuk lapisan PKP di atas Rp 250 juta hingga Rp 500 juta, tarif pajaknya 25%
Untuk lapisan PKP di atas Rp 500 juta, tarif pajaknya 30%.

Pengenaan pajak progresif didasarkan pada nama pemilik kendaraan. Pada aturan ini, pajak progresif dikenakan pada kendaraan yang pemiliknya merupakan wajib pajak yang telah terdaftar. Dalam artian, kendaraan tersebut adalah kendaraan kedua milik si pemilik. Namun aturan tersebut sudah berubah khususnya di DKI Jakarta, yakni memberlakukan pajak progresif berdasarkan alamat yang sama.

Berdasarkan draf Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, tarif pajak yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan pribadi adalah sebagai berikut:
• Kendaraan pertama besaran pajaknya 2 persen.
• Kendaraan kedua besaran pajaknya 2,5 persen.
• Kendaraan ketiga besaran pajaknya 3 persen.
• Kendaraan keempat besaran pajaknya 3,5 persen.
• Kendaraan kelima besaran pajaknya 4 persen.
• Kendaraan keenam besaran pajaknya 4,5 persen.
• Kendaraan ketujuh besaran pajaknya 5 persen.
• Kendaraan kedelapan besaran pajaknya 5,5 persen.
• Kendaraan kesembilan besaran pajaknya 6 persen.
• Kendaraan kesepuluh besaran pajaknya 6,5 persen.
• Kendaraan kesebelas besaran pajaknya 7 persen.
• Kendaraan kedua belas besaran pajaknya 7,5 persen.
• Kendaraan ketiga belas besaran pajaknya 8 persen.
• Kendaraan keempat belas besaran pajaknya 8,5 persen.
• Kendaraan kelima belas besaran pajaknya 9 persen.
• Kendaraan keenam belas besaran pajaknya 9,5 persen.
• Kendaraan ketujuh belas dan seterusnya besaran pajaknya 10 persen.

Penerapan pajak progresif kendaraan bertujuan untuk mengontrol laju kepemilikan kendaraan pribadi. Pajak Progresif tersebut sesungguhnya bisa di tekan agar tidak semakin membengkak, yaitu dengan cara memblokir pajak kendaraan lama atas nama pribadi yang sudah dijual.

Kejadian yang kerap ditemui adalah pemilik kendaraan tak jarang kaget, pajak mobil atau sepeda motornya cukup besar. Padahal, dia hanya punya satu kendaraan di rumah. Setelah diusut, ternyata kendaraan lama yang sudah dijual masih terdaftar atas namanya dan masih aktif.

Berdasarkan sosialisasi dari pihak kepolisian, langkah yang harus dilakukan tentu saja memblokir pajak kendaraan lama tersebut. Cara Blokir Pajak Kendaraan yang Sudah Dijual yakni membuat laporan ke Samsat di mana kendaraan tercatat. Form pencabutan atau pemblokiran sudah tersedia di sana.

Untuk membuat laporan penjualan kendaraan bermotor kendaraan bermotor tidak dikenakan biaya alias gratis. Pemilik tinggal mengisikan data penjualan pada formulir yang tersedia di Samsat. Prosesnya tidak memakan waktu lama karena pada dasarnya hanya perubahan data.

Nah Cara ini tentu saja akan memaksa pembeli kendaraan lama Anda mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), sehingga tidak ada lagi mengurus pajak kendaraan dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dasar penentuan pajak progresif berdasarkan nama dan domisili. Atau minimal sesuai data di Kartu Keluarga. Pajak progresif dikenakan terhadap satu keluarga yang memiliki kendaraan lebih dari satu.

Berikut cara dan syarat melaporkan kendaraan bermotor yang sudah dijual:
1. Isi form blokir (bermaterai Rp. 6000).
2. Foto copy KTP/SIM.
3. Foto copy Kartu Keluarga.
4. Data kendaraan yang sudah di jual (copy STNK).
5. Salinan pajak.
6. Surat Kuasa (bermaterai Rp. 6000) dan foto copy KTP penerima kuasa.
7. Surat Keterangan RT/RW jika ada nama yang sama di RT/RW (untuk nama pasaran).

No Responses

Leave a Reply