Sinopsis Anandhi Hari Ini 28 Februari 2017 – Jagdish Mengalah Demi Kebahagiaan Anandhi, Ganga Kabur Cari Jagdish

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 28 Februari 2017 – Jagdish Mengalah Demi Kebahagiaan Anandhi, Ganga Kabur Cari Jagdish. Jagdish sedang mengobati kaki Sanchi dan teringat Ganga.

Jagdish berpikir : “Ada orang yang tidak bisa menahan luka kecil, namun ada orang yang telah mengadapi begitu banyak masalah”
Sanchi : “Apa Anandi selalu bersikap sama ketika bersamamu, dia tidak peduli terhadap perasaan orang lain”
Jagdish terkejut mendengar perkataan Sanchi dan tidak menjawab apa apa.
Jagdish : “Apa kau merasa lebih baik?”
Sanchi : “Aku ingin beristirahat”
Jagdish : “Baiklah, kau beristirahat disana”
Sanchi setuju dan pergi.

Ganga menemukan hp dan menelpon Jagdish. Ponsel Jagdish berdering tapi tidak ada yang mendengarnya. Ganga merasa kesal. Jagdish dan Sanchi naik ke atas. Semua orang bertanya keadaan Sanchi. Sanchi duduk disamping Meenu. Jagdish mendengar bahwa ponselnya berdering.

Ratan memanggil Ganga. Ganga mematikan telepon dan pergi. Jagdish memberikan layang layang untuk Nandu dan memberikan layang layang lain untuk Varun. Jagdish menyuruh Varun untuk menerbangkan layang layang. Varun menolak.
Jagdish bersikeras mengajak Varun.

Jagdish : “Jika kau tidak ingin menerbangkan, maka aku yang akan menerbangkannya dan kau yang memegang benangnya”
Jagdish kemudian bermain layang layang dan mencoba memberikan kepada Varun.

Kalyani melihat Jagdish dan merasa senang. Jagdish berhasil menyingkirkan ketakutan Varun. Semua orang senang melihatnya.

Sankranti dirayakan dengan alkohol dan makanan ringan. Ganga membiarkan Ratan dan yang lain minum alkohol dan memakan makanan ringan. Ratan menghina Ganga di depan semua orang dan menamparnya. Ganga terkejut. Ganga mencob untuk membalas tapi dilecehkan semua orang.

Padma merasa senang melihatnya. Ganga melihat Mannu menangis dan secara paksa mengambil dari ibu mertuanya. Ganga sedang memanaskan susu di dapur dan teringat semua kekejaman keluarga itu.

Ganga berpikir : “Aku telah menderita karena anakku, tapi sekarang tidak lagi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melarikan diri bersama anakku”

Ganga berjalan keluar dengan menutupi wajahnya bersama Mannu. Jagdish ingat Anandi saat bermain sankranti.
Nandu : “Kakak, kau perlu menyimpan layang layang sebelum kak Shiv”
Jagdish berpikir : “Shiv telah melakukan itu, aku berharap aku bisa kembali ke masa laluku dan memperbaiki semuanya”
Makhan membawa makanan ringan untuk Shiv. Shiv menyuapi Anandi dan memakan sisanya.
Shiv : “Entah bagaimana makanan ini bisa sangat manis”
Mereka semua menunggu siapa yang akan menang.

Ratan kecewa melihat layang layangnya dipotong oleh orang.
Ratan : “Bawakan aku lagi satu botol”
Ratan tidak menemukan ponselnya dan memanggil Ganga tapi tidak ada respon. Ratan marah dan masuk ke dalam mencari Ganga. Saat itu, Ganga berlari ke ladang dan berhenti sejenak. Ganga melihat bus.
Ganga : “Dewa, aku sangat berharap aku dan anakku bisa selamat”

Ratan melihat kalau ponselnya hilang.
Ratan : “Ganga!”
Ratan marah karena tidak menemukan Ganga lalu pergi ke dapur dan melihat susu yang mendidih. Ratan memanggil semua orang.
Ratan : “Ganga melarikan diri”
Semua orang terkejut dan pergi mencari Ganga. Ratan dan anak buahnya mencari Ganga. Ganga merasa takut.
Ganga : “Seseorang mungkin telah melihatku disana”
Bus tiba. Ganga melompat ke depan untuk naik bus tapi ada yang melihatnya dan mengenalinya. Ganga masuk ke dalam bus. Bus berangkat ke Nagaur. Ganga ingat pertemuannya dengan orang itu.
Ganga : “Semoga orang itu tidak mengatakan apapun kepada siapa siapa”
Ganga tidak mampu membayar tiket. Kondektur memutuskan untuk mengeluarkan Ganga.
Ganga : “Aku mohon, biarkan aku tetap disini sampai ke Nagaur”
Seorang wanita membantu Ganga membeli tiket.

Di Jaitsar. Semua orang masih menerbangkan layangan. Shiv dan Jagdish mencoba untuk saling mengalahkan. Varun melihat segala sesuatu menggunakan teropongnya dan mulai berkomentar.
Meenu : “Nyonya Kalyani, kira kira siapa yang akan menang?”
Kalyani : “Siapapun yang menang atau kalah tidak masalah bagiku karena mereka adalah anakku”
Shiv terus menginstruksikan ke Anandi. Anandi terus mendukung Shiv. Jagdish melihatnya.

Ratan sibuk mencari Ganga.
Ratan : “Jika ada yang melihat Ganga, kalian harus memberitahuku, kalau ada yang mencoba membantu Ganga, aku akan membunuhnya saat itu”
Orang yang melihat Ganga mulai cemas. Ratan berbicara dengan orang itu dan menunjukka pisau.
Orang : “Ganga naik ke bus yang menuju Nagaur”

Semua orang mendukung Jagdish dan Shiv.
Jagdish melihat Anandi tegang dan kehilangan konsentrasinya.
Jagdish sengaja memutuskan layangannya demi kebahagiaan Anandi.
Akhirnya Shiv menang dan semua orang bertepuk tangan.
Nandu merasa kecewa.
Sanchi sangat senang.
Shiv merasa ada sesuatu yang aneh dengan kemenangannya.
Nandu : “Benang kita dipotong”
Jagdish menghiburnya.
Shiv mendengar mereka.
Semua orang mengucapkan selamat kepada Shiv.
Shiv : “Aku tidak lebih baik dari Jagdish”
Jagdish pergi.

Anandi : “Selamat pak kolektor, kau telah menang dari tantangan ini”
Shiv : “Jagdish sengaja mengalah agar aku bisa menang”
Anandi terkejut.

Ratan dan anak buahnya mendekati bus.
Ganga : “Akhirnya aku berhasil kabur dan tidak seorangpun yang akan membahayakan diriku dan juga anakku”
Jeep Ratan menghentikan bus.
Ratan dan anak buahnya masuk ke dalam bus.
Ganga terkejut melihatnya dan keluar lewat pintu belakang.
Ratan melihat Ganga dan mengikutinya bersama anak buahnya.
Ganga berlari.
Ratan : “Berhenti disitu!” Di Jaitsar.
Mereka melakukan upacara selanjutnya.
Bhairon mulai bernyanyi untuk Sumitra.
Nandu : “Varun, aku ingin pinjam teropongmu”
Jagdish membuka ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak diketahui.

Ratan dan anak buahnya mengelilingi Ganga.
Ratan : “Aku akan menyiksamu begitu buruk saat ini dan kau tidak akan mampu melepaskan diri”
Mereka mengambil Mannu secara paksa sementara Ganga terus menangis.
Ganga : “Jangan memisahkan aku dari anakku”

Sanchi ingin melihat layang layang Jagdish yang putus menggunakan layang layang. Tanpa sengaja Sanchi melihat Ganga dipukuli. Sanchi meminta seseorang untuk membantunya. Jagdish mengambil teropong dan melihat Ganga dipukuli.

Jagdish terlihat marah dan melompat dari atap untuk menolong Ganga. Keluarga terkejut melihat Jagdish. Mereka juga menghampirinya. Ratan dan anak buahnya memukuli Ganga. Jagdish tiba di dekat Ganga dan melihatnya hampir tidak sadarkan diri. Keluarga tiba dan membawa Ganga ke rumah sakit.

Shiv : “Ayah dan paman tidak perlu khawatir”
Anandi : “Siapa wanita itu?”
Jagdish : “Dia sangat menderita, aku akan menceritakan semuanya nanti”

Mereka tiba di rumah sakit. Mereka membawa Ganga ke ruang ICU. Keluarga menunggu di luar.

Nandu dan Sanchi bertengkar tentang Jagdish dan Shiv.
Nandu : “Kakak Jagdish telah ditipu”
Sanchi : “Kakakku tidak pernah melakukan hal itu, kakakku lebih baik dari Jagdish”
Gehna menghentikan mereka.
Gehna : “Nandu, tenanglah, ini hanya sebuah permainan”
Gehna membawa Sanchi untuk minum teh.

Kalyani berbicara tentang saat Jagdish melompat dari atap.
Kalyani : “Aku khawatir padanya”
Vasant : “Ibu, kau tidak perlu khawatir”
Meenu dan Sanchi ingin pulang.
Kalyani menghentikan mereka.
Kalyani : “Kalian akan pulang bersama Anandi dan Shiv”
Kalyani memutuskan untuk menelpon Anandi.
Anandi : “Seorang wanita telah dipukuli dengan sangat buruk, kami akan memerlukan penyelidikan polisi”
Kalyani : “Setelah kalian mengobatinya, bawa Jagdish kembali bersama kalian”
Anandi : “Jagdish mengenali wanita itu, mungkin Jagdish akan bermalam di rumah sakit malam ini”
Kalyani : “Aku tahu tentang itu dari Vasant”

Jagdish dan Lal Singh memeriksa Ganga.
Lal Singh : “Jagdish, sebaiknya kau pulang saja”
Jagdish : “Tidak, aku tidak akan kemanapun sampai Ganga sadar kembali, aku melihat hal itu dengan mataku sendiri bagaimana mereka memukul dan mengambil anaknya dengan paksa, sementara Ganga terus menangis”
Lal Singh : “Apa kau mengenali wanita ini?”
Jagdish : “Iya, ceritanya panjang”
Ganga memanggil anaknya dalam keadaan setengah sadar.

Shiv dan Anandi mengobrol.
Anandi : “Aku harap Ganga segera membaik, hari ini dimulai dengan hari yang indah tapi kemudian berakhir dengan yang buruk”
Shiv : “Kau tidak perlu khawatir karena kesedihan ini akan pergi secepatnya, Jagdish akan mengobatinya, aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu, kau memperlakukan keluargaku seperti keluargamu, aku sering bertanya apakah kau akan mampu tinggal bersama keluargaku terutama dengan Sanchi”
Anandi : “Sanchi terlihat sangat bahagia ketika melihatmu memenangkan perlombaan layang layang, kita tidak perlu membahas tentang Jagdish mengalah dalam persaingan”
Shiv : “Aku tidak percaya bahwa Jagdish yang ini adalah Jagdish yang sama yang telah mencoba untuk memisahkan kita”
Anandi : “Jagdish sedang berada di dalam fase transisi, dimana dia mencari untuk menemukan jati dirinya, kejadian yang mendadak bisa membawa perubahan perspektif seseorang terhadap hal hal dalam hidup”
Shiv : “Kau juga salah satu korban dari salah satu tragedi seperti itu, tapi kau tidak kehilangan jati dirimu”
Anandi : “Karena aku mendapat dukungan olehmu pada waktu yang tepat”
Shiv memandang Anandi. Jagdish melihatnya dari kejauhan.

Di Jaitsar. Kalyani dan Meenu membahas tentang Jagdish, Shiv, dan Anandi. Sumitra mengajak mereka makan malam.
Meenu menolak dan pamit pulang. Madan dan Radha juga pamit pulang.
Madan : “Kabari kami tentang kesehatan wanita itu”
Mereka pergi.

Anandi : “Bagaimana keadaan wanita itu?”
Jagdish : “Lukanya parah tapi dia akan segera pulih”
Shiv : “Penjahat itu harus segera dihukum”
Jagdish : “Aku tahu siapa mereka, tapi kita tidak akan mengambil tindakan dengan tergesa gesa, kita akan menunggu Ganga sadar dulu, aku pikir aku akan pergi ke kantor polisi tentang hal ini”

Anandi dan Shiv akan segera pulang. Mereka berjalan. Anandi hampir terjatuh namun Shiv menahannya. Jagdish melihat mereka dan merasa sedih.

Lal Singh : “Sebaiknya kau pulang saja Jagdish, karena Ganga juga sudah sadar, dia akan bangun besok pagi”
Jagdish : “Baiklah, tapi kau harus menelponku jika terjadi sesuatu”

Sumitra meminta Kalyani makan. Kalyani menolak.
Kalyani : “Aku hanya akan makan jika Jagdish kembali ke rumah”
Jagdish masuk ke dalam rumah.
Kalyani senang.
Kalyani : “Bagaimana keadaan wanita itu?”
Jagdish : “Dia belum sadar tapi sudah keluar dari bahaya”
Kalyani : “Siapa dia dan bagaimana kau bisa mengenali wanita itu?”
Jagdish : “Dia adalah Ganga, aku bertanggung jawab atas kondisinya sekarang”
Kalyani dan lainnya terkejut dan meminta Jagdish menjelaskan.
Jagdish : “Aku telah menyaksikan semuanya, alasan dia menderita karena anaknya, mungkin dia mencoba lari lagi tapi tertangkap oleh Ratan, mereka mengambil anaknya, dia disiksa bukan dengan rasa sakit fisik, tapi dengan terpisah oleh anaknya”
Kalyani : “Kau dapat mengobati rasa sakit pasien, tapi bukan kesedihan”
Vasant : “Bagaimana kau bisa berpikir kalau kau yang bertanggung jawab, Ratan yang harus disalahkan atas itu”

Jagdish ingat seluruh kejadian saat bertemu dengan Ganga.
Jagdish : “Saat aku tahu kebenarannya, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena aku tidak membiarkan Ganga lari, karena aku, dia jadi terpisah dengan anaknya”
Jagdish menangis.
Bhairon : “Kau jangan terlalu memikirkannya, kadang sesuatu terjadi secara tidak sengaja, kau bisa membantunya sekarang, kau segarkanlah dirimu dulu lalu turun makan malam bersama kami”
Jagdish pergi.
Kalyani : “Aku sangat senang dengan perubahan dalam diri Jagdish, dia adalah anak kita yang telah hilang, dia sudah menemukan dirinya dan identitasnya yang sudah lama dia cari, dia bahkan sudah menghilangkan rasa ketakutan Varun dan sengaja mengalah terhadap Shiv”
Semua orang terkejut mendengarnya.
Kalyani : “Aku merasa seperti ingin memeluknya”
Bhairon : “Jagdish melakukan begitu banyak untuk orang luar, Ganga yang membuat dia jadi lebih baik”

Di kamar.
Bhairon berbicara bersama Sumitra.
Bhairon : “Aku harus membawa Gehna dan kakak ke rumah sakit untuk diperiksa, sekarang mereka lebih percaya diri untuk tes”
Sumitra sangat senang.
Sumitra : “Apakah ibu tahu dan setuju tentang ini?”
Bhairon : “Jagdish mengatakan pada mereka untuk tidak mengatakan apa apa kepada ibu sampai selesai tes, sehingga tidak memberikan ibu harapan, tugas rumah akan kau kerjakan sendiri ketika kabar baik datang”
Sumitra : “Kebahagiaan memiliki anak lain di rumah sendiri akan memberiku kekuatan, aku ingin anak perempuan untuk menggantikan Sugna disini”
Bhairon lelucon : “Jika kau sangat menginginkannya, kita juga bisa mencobanya”
Sumitra : “Aku hanya menunggu anak Anandi”

Anandi membersihkan tempat tidur dan menemukan kotak hadiah. Shiv datang mengejutkannya dan menyuruh Anandi membukanya. Anandi membukanya dan menemukan sepasang gelang serta kartu ucapan bertuliskan ‘Selamat hari sankranti pertama’ Anandi tersenyum.
Shiv : “Pakailah”
Anandi : “Sekarang?”
Shiv : “Tentu saja, apa kau lupa dengan taruhan kita, kalau yang kalah akan melakukan apa yang diminta padanya, jadi aku mau kau memakai gelang itu”
Anandi : “Baiklah”
Anandi memakai gelangnya dan menunjukkan pada Shiv.
Shiv : “Ini sangat cocok di tanganmu”
Anandi : “Terima kasih”
.
anandhi.update_Shiv : “Bukankah sekarang kau harus melakukan segala sesuatu yang ku katakan”
Anandi : “Pak kolektor, maksudku Shiv”
Shiv dan Anandi tersenyum.
Anandi : “Sebaiknya kita segera tidur”
Shiv akan menarik selimutnya dan juga menemukan kotak hadiah yang tertulis ‘Hadiah yang indah ini untukmu di hari sankranti pertama kita, dari Anandi’
Anandi meminta Shiv membukanya.
Shiv menemukan sweater.
Shiv : “Ini sangat indah, terima kasih”
Anandi : “Kau tidak benar benar menang dari sisi taruhan, kau juga harus melakukan apa yang aku minta”
Shiv : “Apa yang kau inginkan?”
Anandi : “Aku ingin kau memakainya”
Shiv mencoba hadiah pemberian Anandi.
Anandi membantu memakaikannya.
Anandi : “Ini baru pas”
Mereka saling memandang.
Shiv tidak sengaja menyentuh Anandi.
Shiv sadar dan menarik tangannya kembali.
Shiv : “Maafkan aku”
Anandi : “Tidak apa apa”
Anandi merasa canggung. Shiv berbaring dan menutup matanya. Anandi melihat Shiv.

Jagdish berbaring di tempat tidur dan memikirkan kondisi Ganga.
Jagdish merasa gelisah dan menelpon Lal Singh.
Lal Singh sedang mengemudi sepeda motor.
Jagdish : “Bagaimana keadaan Ganga?”
Lal Singh : “Sekarang aku berada di luar untuk mengobati pasien darurat, Ganga baik baik saja, aku berharap dia akan bangun besok”
Jagdish berpikir tentang panggilan tak terjawan di ponselnya.

Ratan dan Padma frustasi mendengar tangisan Mannu.
Jagdish mencaritahu siapa yang menelponnya.
Telepon terhubung ke ponsel Ratan.
Ratan marah marah.
Jagdish mengenali suaranya.
Jagdish berpikir : “Berarti Ganga yang menelponku sebelum dia kabur dari tempat itu, Ganga mengaharapkan bantuan dariku”
Jagdish marah mengetahuinya.

Perawat pergi ke ruangan Ganga.
Ganga bangun dan memikirkan anaknya.
Ganga melepas infusnya dan pergi.
Jagdish datang ke rumah sakit dan terkejut melihat Ganga.
Ganga mencoba untuk membebaskan diri dari Jagdish.
Jagdish memarahi Ganga karena melepas infusnya.
Jagdish : “Jika kau keluar dari rumah sakit, kau tidak nemiliki tempat tinggal lagi, kau akan dipukuli lagi oleh suamimu, jika kau berpikir tentang itu maka kembalilah ke rumah Ratan dan kau tidak akan mendapatkan anakmu juga”
Jagdish sangat marah pada suster karena tidak bertugas.
Suster mencoba meminta maaf.
Jagdish : “Pergilah, aku akan berurusan denganmu besok”
Jagdish merawat Ganga. Seorang perawat pria mengenali Ganga.

Anandi duduk di dekat jendela.
Anandi berpikir : “Shiv memberiku hadiah agar aku tersenyum karena dia mencintaiku”
Anandi menegur dirinya sendiri.
Anandi : “Aku tidak bisa keluar dari ketakutan dan menyakiti Shiv dalam hal ini, dia telah datang kepadaku dengan harapan besar namun aku membuatnya sedih”
Sisi baik Anandi muncul dan menasehati Anandi.
Sisi baik : “Kau harus menyingkirkan rasa takut saat kau tidak bisa memahami Shiv, kau harus berusaha menyingkirkan rasa sakitmu di depan Shiv, sekarang dia telah menerima dan memberimu tempat dihatinya, maka kau juga harus menyerah”
Anandi menjadi dilema.
Anandi berbalik dan terkejut melihat Shiv.
Shiv menghapur air mata Anandi.
Shiv : “Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu”
Anandi : “Jangan membuatku malu, justru aku yang harus meminta maaf karena telah menyakitimu, aku sangat menyesal”
Anandi memeluk Shiv.

Perawat sedang membahas tentang kondisi Ganga.
Perawat pria : “Bagaimana dia bisa disini?”
Perawat : “Aku tidak tahu banyak tapi dokter Jagdish sangat marah pada orang yang melakukan ini, mereka akan segera menemukan orang itu dan membawanya ke penjara”
Perawat pria terkejut dan memutuskan menelpon Ratan.
Perawat pergi.
Perawat pria menelpon Ratan.
Perawat pria : “Istrimu ada disini”
Ratan tidak peduli.
Perawat pria itu menjelaskan segalanya.
Ratan menjadi khawatir.
Ratan : “Kenapa aku tidak membunuh saja Ganga saat itu”
Ratan meminta perawat itu membunuh Ganga.
Perawat itu terkejut.
Perawat pria : “Aku bukan pembunuh, aku tidak mungkin untuk mengambil nyawa orang lain”
Ratan mengancamnya.
Ratan : “Aku tidak meminta kau membunuh menggunakan senjata, tapi karena kau berada di rumah sakit, kau akan membunuhnya saat dia tidur”
Perawat itu terkejut namun tidak memiliki pilihan lain.

Jagdish terus terjaga di samping Ganga.
Perawat pria masuk dan mengingat perintah Ratan.
Tapi perawat itu pergi tanpa mengatakan apa apa.
Perawat itu datang kembali dan melihat Jagdish bersama Ganga lalu pergi.
Perawat itu masuk lagi pada pukul 3.
Perawat pria : “Dokter, kau beristirahatlah, aku akan duduk disini untuk menjaganya”
Jagdish menolak.
Perawat berpikir : “Pekerjaanku hanya lima menit tapi aku harus membawa dokter Jagdish keluar dulu sehingga aku mampu melakukannya”

Pagi hari.
Shiv terbangun mendengar alarm bunyi dan langsung menatap Anandi sambil tersenyum.
Alarm jam tangan Shiv berbunyi dan Anandi terbangun juga.
Shiv segera menutup matanya kembali.
Anandi membuka matanya dan melihat Shiv masih tertidur.
Anandi menarik tangannya di perut Shiv dengan perlahan agar Shiv tidak bangun.
Anandi pergi menuju kamar mandi.
Shiv membuka matanya dan tersenyum.

Di Jaitsar.
Semua orang sedang sarapan.
Kalyani merasa khawatir pada Jagdish.
Kalyani : “Apa dia sudah makan atau tidak? Bhairon, telepon Jagdish sekarang”
Bhairon menelpon dan memberikan kepada Kalyani.
Kalyani berbicara dengan Jagdish.
Kalyani : “Makananmu akan segera diantar”
Mereka mengakhiri obrolan.
Kalyani : “Aku akan mengirim makanan untuk Jagdish”
Bhairon : “Biarkan kami saja yang pergi ibu, Gehna juga terlihat sangat lemah, karena itu aku ingin memeriksanya ke Lal Singh”
Kalyani : “Aku juga akan pergi bersama kalian”
Semua tampak tidak senang mendengarnya.

Sinopsis Anandhi Hari Ini 1 Maret 2017 – Akankah Jagdish Ceritakan Tentang Ganga pada Keluarganya? Shiv Beri Hadiah Untuk Anandhi

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Anandhi Hari Ini 28 Februari 2017 – Jagdish Mengalah Demi Kebahagiaan Anandhi, Ganga Kabur Cari Jagdish"