Lanjutan Sinopsis Anandhi Hari Ini 26 Februari 2017 – Jagdish Kembali Ke Rumah Sakit Milik Keluarganya

Debroo.net. Lanjutan Sinopsis Anandhi Hari Ini 26 Februari 2017 – Jagdish Kembali Ke Rumah Sakit Milik Keluarganya. Saat malam hari Anandhi sedang mempersiapkan tempat tidurnya. Dia mengambil dua buah selimut untuk dipakainya bersama dengan Shiv. Kemudian dia terdiam dan tampak berpikir.

Anandhi kemudian mengambil lagi 2 buah selimut yang sudah dipersiapkannya itu dan menyimpannya di lemari. Kemudian Anandhi mengambil 1 buah selimut yang lebih besar untuk dipakai berdua dengan Shiv
.
Setelah meletakkan selimutnya di atas tempat tidur, Anandhi mulai berfikir lagi, dia kemudian mengambil selimut itu lagi (Anandhi gak mau kelihatan murahan kali ya, jadi sengaja jual mahal)

Anandi melihat foto pernikahannya bersama dengan Shiv sambil berpikir

Anandhi : Aku tidak tahu apa yang selalu menghentikanku untuk selalu dekat dengan Shiv, bahkan ketika aku begitu peduli padanya. Aku bahkan belum berusaha untuk mendekatinya, dia memiliki hak pada diriku dan mencintaiku, dia selalu peduli untuk setiap detail tentang diriku.

Aku tidak tahu apakah aku harus tunduk padanya, karena rasa kasih dan hormat yang aku miliki untuknya. Tidak, itu sama saja sebagai penghinaan terhadap cinta Shiv, aku tidak boleh membalas cintanya dengan cara seperti itu, aku tidak menginginkan hal seperti itu.

Anandhi berbalik dari tempat tidur dan melihat Shiv masuk. Anandhi terkejut dan selimut yang dipegangnya pun terjatuh. Shiv berpura-pura seolah-olah tidak ada yang terjadi, dia mengambilnya dan menempatkannya kembali dalam lemari dan mengambil selimut lain di tempat tidur dan meminta Anandi tidur juga.

Anandhi ragu-ragu untuk mendekat di tempat tidur dan ingin mengatakan sesuatu, tapi Shiv membuat rasa bersalah Anandhi hilang

Shiv : Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri tentang hal itu, karena aku yakin bahwa hari itu akan datang, ketika kau sendiri merasa nyaman berada dekat denganku.

Keluarga singh mengobrol. Nenek mengatakan bahwa dia sangat senang dan tidak bisa menunggu untuk hari yang akan datang, karena dia benar-benar menyukai ide bhairo tadi malam. Mereka pun memberikan kejutan untuk Jagdish ketika ia turun.

Jagdish turun dari tangga dan bertanya tentang kunjungan kejutan di suatu tempat. Nandu ingin mengatakannya dan yang lain merasa terkejut, kemudian pada isyarat nenek, Nandu mengatakan bahwa ia akan membawa Jagdish ke suatu tempat.

Keluarga ratan sedang duduk di ruang tamu, istri kedua ratan melihat tangannya memar dan ingat percakapannya semalam dengan gangga. Dia sengaja menggaruk tangannya dan pergi ke ibu mertuanya untuk mengurus bayi. Ibu mertuanya bertanya apa yang terjadi di tangannya. Diapun mulai berbohong kalau gangga yang melakukan ini.

Dia menghasut mereka dengan mengatakan bahwa jika Gangga bisa menyakitinya maka Gangga juga bisa menyakiti bayinya. Ia mengancam bahwa dia akan pergi jika terjadi sesuatu padanya atau bayinya.

Ratan sangat marah dan hendak pergi ke kamar ganga untuk menegurnya, tapi disarankan oleh ortunya bahwa Gangga tidak diperlukan lagi di rumah, mereka akhirnya harus membuang Gangga keluar dari rumah. Gangga mendengarkan dari kejauhan, dia pun terkejut mendengarnya

Keluarga Singh tiba di rumah sakit mereka. Jagdish merasa bingung mengapa keluarganya membawa dia kesana. Nenek meminta Jagdish untuk bersabar karena ia akan mendapatkan jawaban pertanyaannya segera. Shiv juga tiba dengan keluarganya dan menambah kebingungan Jagdish. Istri lal singh memulai upacara roli tika untuk menyambut Jagdish di rumah sakit, sementara yang lain melihatnya dengan penuh cinta.

Lal Singh meminta Jagdish untuk masuk ke dalam rumah sakit. Jagdish bertanya mengapa dia diperlakukan khusus. Bukannya menceritakan alasannya, mereka memaksa Jag untuk masuk dengan mereka di dalam. Semua dokter sedang menunggu untuk menyambut Jagdish, Keluarga singh sangat bahagia.

Mereka membawa Jagdish ke sebuah ruangan yang diikat dengan pita. Saat Jagdish berdiri di depannya, ia ingat bagaimana dulu dia disambut ketika ia pertama kali kembali dari mumbai setelah menjadi dokter.

Bhairon memberi Jagdish gunting untuk memotong pita dan memasuki ruangan. Jagdish terharu dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Jagdish lalu memotong pita, sementara yang lain bertepuk tangan. Bhairon menyatakan kalau Jagdish sebagai direktur rumah sakit mereka, semua merasa sangat bahagia dan Jagdish masih sangat terharu

Mereka memasuki ruangan, Jagdish memegang kursinya, dan dia ingat saat ia masuk rumah sakit, dia menolak dan menghina cinta dan rasa hormat mereka untuknya sebagai dokter. Jagdish melepas kalung di lehernya dan menempatkannya di kursi, Jagdish menangis, nenek mengatakan bahwa ini adalah keinginan bhairon dan mereka semua yang ada di desa sejak lama.

Jagdish memeluk neneknya, Bhairon menepuk Jagdish dan menguatkannya. Bhairo mengatakan bahwa mereka sedang menunggu untuk hari ini, ketika anak mereka akan kembali ke rumah sakit dan mereka. Bhairon memeluk Jagdish dengan erat

Nandu sedang bermain dengan kursi Jagdish. Nenek meminta Jagdish untuk duduk di kursinya. Jagdish mengambil berkat keluarganya dan semua orang, Shiv dan Anandi memberinya ucapan selamat.

Jagdish duduk di kursi dan memikirkan kejadian sebelumnya dengan mereka. Bhairo mengatakan kepadanya bahwa ia sekarang harus bekerja untuk kepentingan masyarakat. Semua orang mengatakan kepadanya bahwa apa yang terjadi hari ini, seluruh desa telah menunggu untuk waktu yang lama.

Jagdish mengatakan bahwa ada sesuatu yang harus ditunggu lama untuk diperbaiki, dan sekarang baru selesai hari ini. Jagdish mengambil papan namanya yang tertulis sebagai Dr. Jagat Singh dan mengatakan bahwa itu harus diperbaiki seperti Jagdish Bhairon Singh. Lal segera mengambil papan namanya, dan nenek memberitahu dia juga untuk menginformasikan dokter lain tentang kedatangan Jagdish.

Shiv bertanya apakah dia memiliki kejutan lain untuk diberikan kepada mereka. Nenek berterima kasih karena berkat bantuan Shiv, Jagdish telah kembali ke rumah. Shiv bertanya lagi apakah nenek memiliki keinginan terpendam lainnya, Nenek mengundang Shiv bersama dengan keluarganya untuk merayakan Sankranti pertama Anandi dengan mereka.

Meenu menjadi bingung untuk mengatakan apa-apa, karena dia tidak tahu bagaimana untuk menolak nenek dan juga bagaimana untuk memberitahu Ira tentang hal itu. Meenu mengatakan bahwa itu perlu dipertimbangkan, tetapi nenek memaksa dia untuk berbicara dengan keluarganya sekarang. Meenu menghindari situasinya dengan mengatakan bahwa dia tidak perlu bicara langsung. dia akan pulang ke rumah dan berbicara dengan mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *