Sinopsis Anandhi Hari Ini 19 Februari 2017 – Shiv Bebaskan Jagdish dari Penjara Demi Nenek Kalyani

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 19 Februari 2017 – Shiv Bebaskan Jagdish dari Penjara Demi Nenek Kalyani. Anandhi EPisode sebelumhya, menceritakan tentang Nenek Kalyani yang jatuh pingsan karena memikirkan Jagdish.

Lal Singh : “Paman, kondisi nenek jauh lebih buruk daripada yang dia katakan di dalam, nenek kelihatan tertekan, bukan hanya karena stres tetapi juga karena kurang tidur, nutrisinya tidak tercukupi dengan benar, hal itu tidak boleh dipandang remeh melihat usia nenek sekarang”
Bhairon : “Aku mengerti apa yang harus dilakukan, tapi ibu tidak bisa mengontrol emosinya karena Jagdish berada di penjara saat ini, ibu mungkin telah menyembunyikan kesedihannya tapi rasa sakitnya terlihat sangat jelas”
Lal Singh : “Aku akan datang besok untuk memeriksa nenek lagi”

Lal Singh dan Shiv pergi. Shiv pulang ke rumahnya. Keluarga merasa cemas.
Shiv : “Keadaan nenek membaik”
Daddu merasa lega namun masih memirkan perbuatan Sanchi yang menjadi alasan Kalyani jatuh sakit.
Daddu : “Dia sudah sangat mempermalukanku”
Daddu memarahi Sanchi lagi.
Alok dan Iravati marah : “Kau harus menyadari apa yang kau lakukan hari ini, jika sesuatu terjadi pada nyonya Kalyani maka kami tidak akan memaafkanmu”
Shiv ingat Kalyani bergumam. Shiv pergi.

Shiv masuk ke dalam kamarnya dan berpikir untuk menelpon seseorang.
Shiv : “Maafkan aku karena menelponmu larut malam, ini sangat mendesak, aku ingin bertemu”
Shiv pergi.

Kalyani berbicara bersama Bhairon. Kalyani merasa sedih.
Kalyani : “Apa yang telah terjadi denganku?”
Mereka memiliki beberapa obrolan. Anandi melihatnya dari luar dan menangis.

Shiv sedang dalam perjalanan. Anandi berdoa kepada dewa di kuil. Anandi menangis.

Vasant terus mondar mandir. Gehna dan Sumitra merasa cemas. Bhairon turun. Vasant marah melihat kondisi Kalyani.
Mereka memiliki beberapa obrolan. Shiv tiba dan segera masuk kedalam.

Keesokan harinya. Anandi, Kalyani, dan Vasant sedang duduk di ruang tengah.
Anandi : “Nenek, minumlah obatmu”
Kalyani meminum obatnya. Sumitra dan Gehna melihatnya dari dapur. Kalyani mengomentari tentang obatnya. Bhairon datang dan bergabung bersama mereka. Shiv datang.
Bhairon : “Duduklah”
Sumitra dan Gehna berkumpul bersama mereka.
Shiv : “Bagaimana keadaan nenek?”
Kalyani : “Aku baik”
Mereka memiliki beberapa obrolan. Shiv duduk di dekat Kalyani dan menutup matanya. Semua orang terlihat bingung.
Shiv melepaskan tangannya. Kalyani membuka matanya dan melihat Jagdish. Kalyani menangis.
Kalyani : “Jagdish?”
Semua orang melihat Jagdish dan tampak terkejut. Jagdish berjalan mendekati mereka. Kalyani bergegas ke arah Jagdish.
Kalyani : “Apa ini kau?”
Jagdish mengambil berkat Kalyani. Kalyani memeluk Jagdish. Jagdish mengambil berkat semua orang. Semua orang bahagia melihatnya. Shiv mendekati Kalyani.
Bhairon : “Shiv, bagaimana bisa kau mengeluarkan Jagdish dari penjara?”
Shiv : “Aku pergi menemui gubernur untuk memohon membebaskan Jagdish, karena tidak adanya catatan kriminal sebelumnya, gubernur membebaskan Jagdish dengan janji bahwa Jagdish di Jaitsar dan bekerja untuk kesejahteraan warga desa”
Kalyani : “Kau adalah cucu kesayanganku, Shiv, hari ini aku telah mendapatkan segalanya dalam hidup, Shiv telah melebihi harapanku dengan apa yang sudah dia lakukan”
Shiv : “Aku mendapatkan segalanya ketika nenek memanggilku cucu kesayanganmu, aku tidak memerlukan sesuatu yang lebih dari itu”
Jagdish : “Sekarang Shiv adalah pemilik satu satunya kasih sayang di keluarga ini, aku tidak akan berbohong, aku merasa cemburu denganmu, bahkan ketika nenek lebih menyayangi kau daripada aku, tapi hari ini kau berhak disebut cucu kesayangan, aku juga bersyukur bahwa Anandi memiliki seseorang sepertimu sebagai pasangan hidupnya, sekarang rumah besar ini memiliki dua anak bukan hanya satu, aku tidak pernah membayangkan bahwa setelah apa yang aku lakukan, aku telah keluar dari penjara dan datang kesini, kau menunjukkan bahwa kau memiliki hati yang besar, maafkan aku atas semua kesalahanku, dan terima kasih karena kebijaksanaanmu membuat aku bebas dari penjara”
Anandi tersenyum.

Anandi berdoa di kuil. Anandi berbalik dan melihat Shiv.
Anandi : “Terima kasih karena melakukan hal ini, kemarin aku meminta dewi untuk melakukan keajaiban, diapun membuat hal itu terjadi melalui dirimu”
Shiv tersenyum.
Shiv : “Aku juga berharap sebuah keajaiban dan itu terjadi olehmu”
Anandi : “Keajaiban apa itu?”
Shiv : “Cara kita bertemu lalu aku jatuh cinta padamu dengan begitu cepat, aku tidak pernah membayangkan hal ini”
Mereka berdua tersenyum.

Nandu bermain bersama Jagdish di teras. Mereka saling mengoper bola.
Nandu : “Aku sangat senang karena kakak telah kembali, aku ingin bermain dengan kakak setiap hari”
Jagdish berpikir : “Dulu aku tidak peduli dengan rumah ini, aku meninggalkan keluarga dan cinta semua orang, saat mereka meninggalkanku, baru aku sadar betapa pentingnya mereka dalam hidupku”
Jagdish tidak menangkap bolanya. Nandu mengomelinya.
Jagdish : “Biar aku yang ambil”
Jagdish berjalan mengambil bola dekat pot dan melihat patung dewa di dalam pot itu. Jagdish mengambil patung itu.
Nandu menghampirinya.
Nandu : “Siapa yang menyimpannya disitu?”
Jagdish : “Aku yang menyimpannya”
Jagdish mengingat masa lalu.
Nandu : “Kakak, aku harus pergi dulu, nanti kita bermain lagi”
Nandu pergi.
Jagdish membersihkan patung itu dan memegangnya sambil berjalan ke bawah. Sumitra berjalan mendekati Jagdish.
Jagdish menyembunyikan patung di belakangnya. Sumitra memegang tangan Jagdish.
Sumitra : “Aku bangga karena kau anakku, aku memiliki keyakinan penuh terhadapmu, sekarang kau telah kembali bersama kami selamanya”
Jagdish merasa sedih dan memeluk Sumitra. Anandi melihat mereka dari kejauhan dan menangis.

Anandi menuruni tangga dan mengingat kenangannya di rumah. Anandi memasuki semua kamar dengan mengingat kasih sayang semua orang padanya. Anandi memasuki kamar Jagdish. Anandi menangis dan berlari ke kamarnya. Sumitra dan Bhairon melihatnya dan merasa sedih.
Bhairon : “Sumitra, temui Anandi”

Anandi menangis di kamarnya. Sumitra datang dan menghibur Anandi. Anandi memeluk Sumitra dengan erat.
Anandi : “Aku akan meninggalkan rumah ini, ibu”
Sumitra : “Tidak ada yang mengusirmu dari rumah ini, datanglah kapanpun kau mau, kau akan terus dicintai di rumah ini, setelah kau pergi, kau akan meninggalkan kenangan di setiap sudut rumah ini, pernikahan ini hanya sebuah ritual bahwa setiap anak dan orang tuanya harus berpisah, kau akan segera merasa rumah suamimu sebagai rumahmu, besok saat kau melangkahkan kaki untuk pertama kalinya di rumah suamimu, kau akan membentuk hubungan dengan keluarganya, tapi itu bukan berarti kau menghapus hubungan dengan kami, setiap kali kau merindukan kami, kami selalu ada untukmu”
Anandi : “Aku tidak ingin tinggal disana, aku ingin disini bersama kalian”
Sumitra : “Ketakutan ini selalu ada pada setiap gadis yang akan segera menikah dan itu normal, tapi kau harus ingat semuanya butuh proses, pemahaman, saling bertukar pikiran, keluarga Shiv pasti juga akan melakukan hal yang sama untuk menyesuaikan diri dengan menantu mereka, dulu kau meninggalkan ibumu ketika menikah dengan Jagdish lalu pergi kesini, seperti itu juga kau akan merindukan rumah ini untuk sementara waktu, kemudian kau akan menetap disana dan merasa lebih baik sehingga kau mungkin akan melupakan kami di rumah ini”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *