Sinopsis Anandhi Hari Ini 18 Februari 2017 – Sanchi Hina Keluarga Kalyani, Shiv Marah dan Anandhi Hanya Bisa Menangis

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 18 Februari 2017 – Sanchi Hina Keluarga Kalyani, Shiv Marah dan Anandhi Hanya Bisa Menangis. Sore hari. Anandi didandani oleh para wanita. Sumitra melihat dari luar lalu tersenyum. Sumitra masuk dan memberi berkat pada Anandi.

Malam hari. Para tamu sudah tiba. Semua orang bersiap siap.
Orang : “Pengantin pria sudah datang!”
Semua orang bergegas ke depan pintu. Keluarga Shiv disambut dengan bunga. Daddu memuji wangi bunganya. Semua orang tertawa. Bhairon mempersilahkan masuk. Mereka duduk.
Bhairon : “Ibu, berikan hadiahnya”
Kalyani bergegas pergi mengambil hadiah di kamarnya. Kalyani mengambil perhiasan. Kalyani ingin menutup kotaknya namun tidak bisa karena rantainya tersangkut. Kalyani melihat rantai dan mengingat rantai yang sama yang diberikan Jagdish. Kalyani merasa sedih dan mengingat kembali Jagdish. Kalyani berbicara pada dirinya sendiri.
Kalyani : “Sekarang semua orang sedang bahagia dengan pernikahan Anandi, tapi bukan berarti aku telah melupakan Jagdish, aku mengerti rasa sakit, penderitaan, dan kesendirian Jagdish, aku sangat merindukannya, tapi sekarang, Anandi memiliki hak yang sama pada diriku, aku juga memiliki tanggung jawab pada Anandi, air mataku untuk Jagdish harus ditinggalkan disini bersama dengan kenangan lainnya sampai Anandi dan Shiv bahagia”
Nandu datang.
Nandu : “Semua orang mencari nenek”
Mereka meninggalkan ruangan

Shiv melihat sekeliling. Bhanwari melihatnya dan menggoda Shiv. Shiv tampak malu.
Daddu : “Dia sedang mencari seseorang”
Daddu menanyakan tentang Anandi.
Gehna : “Anandi ada disana sedang menutupi wajahnya”
Gehna menunjuk wanita itu. Shiv tersenyum.
Iravati : “Anandi, kemarilah”
Wanita itu tidak merespon.
Sugna : “Anandi hanya akan datang ketika Shiv membawanya kesini”
Mahi : “Aku menantangmu, kau harus menunjukkan keberanianmu”
Sanchi terlihat tidak senang. Mereka menemui wanita itu. Mahi mengajaknya bicara. Wanita itu tidak merespon. Asha berpura pura berbicara dengan wanita agar mereka mengira Anandi.
Asha : “Anandi hanya akan pergi ketika kau mengikuti perintahnya”
Mahi : “Asha, tanyakan pada kakak ipar Anandi apa yang dia inginkan!”
Asha berpura pura berbisik dengan Anandi.
Asha : “Anandi ingin jika Shiv mengosongkan kantongnya”
Semua orang tertawa. Sanchi terlihat tidak menyukainya. Shiv mengeluarkan seluruh isi sakunya dan memberikan kepada Asha. Asha memberi uangnya kepada wanita itu. Shiv membuka penutup kepala wanita itu. Shiv sangat terkejut melihat Gulli.

Semua orang tertawa kecuali Sanchi.
Gulli : “Kakak Anandi tidak datang datang disini”
Sanchi kesal.
Sanchi : “Berhenti menganggu kakakku”
Semua orang terkejut.
Iravati : “Hal seperti itu umum terjadi di setiap pernikahan”
Shiv kembali duduk.
Daddu : “Nyonya Kalyani, jangan membuat kami menunggu terlalu lama, bawa Anandi kesini, kami sudah menunggu begitu lama untuk melihatnya”

Semua orang menikmati tarian. Sumitra dan Anandi berdiri di belakang para penari. Semua orang tertegun melihat kecantikan Anandi kecuali Sanchi. Anandi mengambil berkat semua orang lalu pergi menemui Shiv. Shiv dan Anandi saling menatap. Sumitra menemui mereka. Anandi duduk bersama Shiv.

Pembawa acara : “Acara berikutnya adalah permainan yang menguji kemampuan dan cinta yang dimiliki suami untuk istrinya, para istri harus menukan cincinnya agar para suami sulit untuk menemukan istri mereka”
Mereka memulai permainan secara bergiliran. Mereka ditutupi matanya. Mahi menutup mata Shiv dan mencoba memberitahu dimana Anandi. Kalyani menarik telinganya.
Mahi : “Maafkan aku, nek”
Permainan dimulai. Para suami gagal untuk menemukan istri mereka. Para istri kesal. Giliran Shiv untuk menemukan Anandi. Shiv meraba semua tangan perempuan.
Gulli : “Asha, sepertinya kak Shiv bisa mengenali kak Anandi meski dengan mata tertutup”
Asha : “Aku tidak setuju dengan pendapatmu, menurutku walau Anandi dan Shiv akan menikah, tapi Shiv tidak terbiasa memegang tangan Anandi”
Shiv meraba tangan Anandi.
Shiv : “Anandi”
Semua orang terkejut dengan tebakan Shiv. Mereka tepuk tangan. Mereka memuji Shiv. Anandi merasa senang.

Semua orang kembali ke tempat duduk.
Pembawa acara : “Sekarang keluarga mempelai wanita mpersembahkan tarian”
Vasant : “Kami tidak tahu hal hal seperti itu, kau jangan meminta seperti itu”
Sumitra : “Kami begitu sibuk sshingga tidak punya waktu untuk melakukan apapun lagi”
Sanchi menyindir mereka.
Sanchi : “Kalian harus melakukan sesuatu agar mengetahui apa bakat kalian untuk ditunjukkan kepada kami dengan bantuan penari”
Bhairon, Sumitra, Kalyani, dan Sugna menari. Mereka menunjukkan bagaimana Anandi datang ke rumah itu dan akan pergi. Anandi dan Shiv juga ikut menari. Semua orang bahagia. Bhanwari meminta Sanchi untuk mempersembahkan sesuatu.
Sanchi : “Aku akan bermain drama”
Sanchi naik.
Sanchi : “Aku akan menunjukkan kisah cinta antara kakakku dan Anandi”
Sanchi mulai menceritakan. Sanchi menunjukkan seolah olah Anandi yang membuat Shiv jatuh cinta. Shiv dan Anandi tampak tidak suka dengan pertunjukan Sanchi. Semua terlihat kesal dengan ulah Sanchi. Daddu kehilangan kesabarannya.
Daddu : “Hentikan! Bagaimana kau bisa melakukan penghinaan ini?”
Sanchi : “Aku melakukan sesuai dengan kenyataan, Anandi dan keluarganya memang sengaja menjebak kakak”
Iravati dan Daddu marah.
Daddu : “Minta maaf ke semua orang!”
Shiv : “Minta maaf sekarang!”
Sanchi mendekati Anandi dan meminta maaf dengan kasar. Sanchi duduk kembali. Anandi menangis.
Shiv : “Anandi, maafkan semua kejadian ini”
Daddu : “Anandi maafkan aku, maafkan juga Sanchi karena dia masih muda untuk mengerti sesuatu”
Kalyani mengubah suasana.
Kalyani : “Tidak perlu dipermasalahkan”
Suasana kembali membaik.
Daddu : “Aku ingin mempersembahkan tarianku”
Daddu memainkan gendang. Semua bertepuk tangan. Bhanwari menarik satu per satu untuk ikut menari.
Asha menarik Anandi dan Shiv.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *