Sinopsis Anandhi Hari Ini 17 Februari 2017 – Persiapan Pernikahan Anandhi dan Shiv

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 17 Februari 2017 – Persiapan Pernikahan Anandhi dan Shiv. Pada hari ini, persiapan pernikahan Anandhi dan Shiv terus berlangsung, pernikahan adat India memang sangat kompleks, dan rasanya jika dilaksanakan di Indonesia menjadi sangat ribet.

Di rumah Shiv. Shiv menceritakan pada keluarganya tentang keputusannya mengenai gadis gadis janda. Keluarga sangat senang. Sanchi merasa malu.
Alok : “Kau dan Anandi melakukan pekerjaan mulia, sangat jarang utk menemukan kebahagiaan dalam kesejahteraan orang lain”
Iravati : “Anandi memiliki pikiran yg tinggi dan memiliki mentalitas mulia, kau beruntung memiliki Anandi”

Sumitra menunjukkan sesuatu pada Bhairon.
Sumitra : “Badi Jiji telah mengirimnya utk Anandi dan Shiv”
Sumitra mengingat saat Badi Jiji mengirimkan hadiah kpd Jagdish dan Anandi.
Sumitra : “Aku mengerti kalau ini adalah kebahagiaan Anandi, krna itu aku menerima hubungan Shiv dan Anandi, Badi Jiji juga mengatakan kpdku utk memberikan ini pada Anandi dan mengatakan padanya utk memulai hidup baru, Badi Jiji ingin jika Anandi bahagia, Anandi ingin membagi kebahagiaan dgn mengundang gadis gadis janda utk hadir di acara mehendinya, itu yg membuat dia begitu dicintai, juga membuat kita begitu bangga padanya”
Bhairon : “Aku bingung, apakah aku harus bahagia di pernikahan Anandi atau sedih krna Anandi akan meninggalkan kita, rumah ini tidak lengkap tanpa dia”
Sumitra : “Aku ingin mengatakan sesuatu, jika Anandi akan pergi, aku berdoa bahwa kehidupan barunya akan dimulai dgn bnyk kebahagiaan, Jagdish juga telah berubah, dia akan segera kembali setelah hukumannya, aku berharap hidup memberinya kesempatan seperti Anandi, krna dalam waktu yg sulit, dia akan membutuhkan cinta dan dukungan dari keluarganya”
Bhairon : “Aku merasa apa yg telah aku lakukan, akhirnya putra kita dapat kembali ke jalan yg benar”
Kalyani mendengar semuanya. Kalyani dtg.
Kalyani : “Sumitra mengatakan apa yg ada dalam hatinya, tidak perlu meminta apapun padaku tentang Jagdish, krna anakmu akan segera pulang, aku mengerti apa yg dilalui Sumitra, sekarang kau harus menghias tangan Anandi, hari ini hari besar bagi Anandi, kalian tidak bleh menangis”

Persiapan mehendi di mulai di rumah Kalyani. Phooli membawa mehendi dari rumah Shiv utk Anandi.
Kalyani : “Bawa Anandi turun, cepat periksa mehendi utk Anandi!”
Anandi turun dan mengambil berkat Kalyani. Kalyani memberkatinya.
Kalyani : “Mehendi ini mungkin tidak sebaik yg kami siapkan, tapi mehendi dari keluarga Shiv memiliki cinta dan kasih sayg calon mertuamu, kau harus memakainya, Sumitra campurkan mehendi keluarga Shiv dgn punya kita”
Saat ingin dipakaikan mehendi, Anandi menghentikannya.
Anandi : “Kita harus menunggu dulu”
Kalyani ingat perkataan Anandi yg ingin mengundang gadis janda.
Kalyani : “Tidak perlu membuang buang waktu krna tidak ada yg memiliki keberanian utk melawan tradisi yg sudah ada selama bertahun tahun”
Anandi : “Aku tidak akan memakai mehendi sampai mereka dtg, aku telah berjanji pada dewi kalau aku tidak akan menempatkan henna sampai aku melihat tangan para gadis berwarna dgn mehendi juga”
Anandi dan Kalyani saling berdebat. Ibu Suman dtg.
Ibu Suman : “Aku tidak tahu yg aku lakukan ini benar atau salah, tapi aku memiliki kepercayaan pada Anandi dan meninggalkan segala tradisi yg membuat anakku menderita”
Ibu Suman memanggil Suman. Suman masuk sambil melihat sekeliling. Anandi sangat senang melihat Suman dan memeluknya. Anandi melihat wanita lain dtg. Anandi sangat bahagia dan ingin segera memulai acara mehendinya.
Anandi melihat para gadis dgn mata berkaca kaca melihat henna di tangan mereka setelah sekian lama.

Acara henna juga terjadi di rumah Shiv. Sanchi kembali membuat ulah.
Iravati : “Kita tidak akan memakaikan henna di tangan Sanchi jika dia tidak menginginkannya”
Mahi dtg dan mendinginkan situasi.
Sanchi : “Aku tertarik dgn henna, aku ingin dipakaian oleh kakak”
Shiv menarik tangan Sanchi.
Shiv : “Sepertinya kau membutuhkan seseorang yg profesional utk membuat mehendi”

Di rumah Kalyani. Anandi terlihat bahagia melihat upacara mehendi bersama dgn gadis gadis.
Kalyani : “Aku sudah meraih kemenangan di dunia, sekarang aku mendapatkan apa yg aku inginkan”
Seorang wanita meminta Anandi duduk.
Wanita itu mulai melakukan mehendi pada Gehna, Sumitra, dan Sugna. Bhanwari duduk melihat mereka. Gehna melihat sekelilingnya.
Bhanwari : “Apa kau butuh sesuatu?”
Gehna : “Aku haus dan ingin segelas air”
Nandu diminta utk membawa air, namun Nandu tidak memperhatikan krna sedang bermain. Vasant berjalan di samping mereka. Bhanwari langsung memanggilnya.
Bhanwari : “Gehna ingin berbicara padamu”
Vasant merasa malu.
Vasant : “Apa masalahmu?”
Gehna : “Aku haus”
Vasant membawa Gehna ke meja makan dan memberinya segelas air. Gehna menunjukkan henna di tangannya.
Gehna : “Aku tidak bisa minum sendiri”
Vasant memberi Gehna minum. Bhanwari memberitahu semua orang tentang Vasant dan Gehna. Vasant merasa malu dan pergi dari sana. Gehna kembali duduk dgn wanita. Saat tangan Anandi akan diberi henna, Anandi berbicara pada Kalyani.
Anandi : “Nenek, aku memiliki keinginan agar nenek yg membuat mehendi di tanganku”
Kalyani terkejut.
Kalyani : “Sekarang kau meminta terlalu bnyk, kau sudah menempatkan henna di tangan gadis gadis itu, aku tidak ingin menjadi pertanda buruk di pernikahanmu dgn memberi mehendi dari seorang janda sepertiku”
Anandi : “Aku telah diajarkan oleh nenek bahwa apapun orang yg memulai dgn niat baik, akan selalu berakhir dgn keberuntungan, lalu bagaimana bisa seseorang yg selalu berdoa dan berpikir tentang kebahagiaan orang lain membawa sial jika nenek menempatkan henna di tanganku, ketika nenek bertanggung jawab utk semua warna kebahagiaan dalam hidupku ini, kenapa nenek tidak bisa memberi warna di tanganku?”
Kalyani merasa terharu.

Acara mehendi di rumah Shiv. Shiv melihat Meenu tampak sedih. Shiv mengikuti Meenu.
Shiv : “Mengapa bibi pergi?”
Meenu : “Aku harus menjaga diriku agar tidak melakukan semua itu”
Shiv : “Ikutlah berpartisipasi karena zaman sudah berubah, bagaimana kita bisa membuang kebiasaan buruk jika kita tidak bisa menerapkannya di rumah”
Meenu dan Shiv saling berdebat. Daddu datang.
Daddu : “Meenu, ikutilah kemauan Shiv”
Meenu pun bergabung dengan semua orang dan merasa senang. Alok dan Mahi juga ikut bahagia.

Di rumah Kalyani.
Anandi : “Ini adalah mehendi terbaik yang pernah ada”
Kalyani : “Apa sekarang kau senang?”
Anandi : “Aku akan benar benar bahagia jika nenek setuju untuk permintaan terakhir dariku”
Kalyani : “Apa yang kau inginkan?”
Anandi : “Aku sudah membuat gadis gadis memakai henna hari ini, nenek juga harus memakai henna”
Kalyani marah.
Kalyani : “Tidak setiap keinginanmu dapat terpenuhi, aku tidak akan melakukannya”
Anandi : “Setelah aku meninggalkan rumah ini, maka tidak akan ada lagi yang meminta padaku”
Kalyani masih tidak setuju dan duduk di ayunan. Semua orang terkejut. Anandi menunduk ke bawah sambil menangis.
Anandi terkejut ketika tangan Kalyani dijulurkan ke depannya. Anandi gembira. Anandi meminta seseorang untuk memakaikan henna di tangan Kalyani.
Kalyani : “Anandi menang sekali lagi, dia telah mengubah wanita tua ini begitu banyak, bagaimana aku akan hidup tanpa Anandi”
Anandi menangis dan memeluk Kalyani.
Kalyani : “Jangan menangis”

Para suami menyuapi istri mereka. Sementara Anandi diberi makan oleh Khajan, dan Kalyani oleh Nandu.
Kalyani : “Makanlah sepuasnya hari ini, karena besok adalah acara sangeet, kita akan sangat sibuk sehingga kita tidak punya waktu untuk makan”

Ashima menangis melihat henna di tangannya dan memutuskan menelpon Shiv.
Ashima : “Selamat untuk pernikahanmu”
Shiv : “Anandi seperti belahan jiwaku sejak kami mengatasi masalah bersama”
Ashima : “Aku masih di London”
Shiv : “Aku pikir kau sudah di bandara?”
Ashima membuat alasan.
Ashima : “Aku kehilangan paspor, akan memakan waktu selama satu minggu karena itu aku tidak bisa untuk datang di pernikahanmu, tapi aku berharap agar kau selalu bahagia”
Shiv : “Apa tidak ada cara lain agar kau bisa datang ke pernikahanku?”
Ashima : “Aku juga sudah memakai mehendi untukmu, tapi aku tidak bisa datang, aku akan datang untuk menemui kalian begitu aku mendapat pasporku”
Mereka mengakhiri pembicaraan.

Shiv menelpon Anandi. Anandi tidak bisa mengangkatnya karena henna di tangannya, namun Gulli membantu.
Shiv : “Ashima tidak bisa hadir di pernikahan nanti karena dia kehilangan paspornya”
Anandi : “Apa mungkin Ashima hanya membuat alasan supaya tidak hadir?”
Shiv : “Aku percaya padanya, dia tidak datang bukan karena Ashima tidak bisa melihatku dengan yang lain”
Anandi : “Aku tidak pernah bermaksud seperti itu, kau yang berasumsi seperti itu”
Shiv : “Ashima adalah temanku dan hanya akan tetap menjadi teman yang baik, hanya itu”
Anandi : “Aku menerima perkataanmu”
Shiv : “Aku ingin berbicara sesuatu padamu”
Anandi : “Aku bersedia mendengarnya tapi tangan Gulli mulai pegal memegang telepon karena aku sedang memakai henna”
Shiv malu dan mengubah topik.
Shiv : “Aku tidak ingin adik iparku marah sebelum aku menikah”
Anandi tersenyum.

Ashima memandangi henna di tangannya. Tiba tiba Ashima mendapat telepon dari Anandi. Ashima mengangkat telepon.
Ashima : “Selamat untuk pernikahanmu Anandi”
Anandi : “Kenapa kau belum tidur padahal ini jam empat pagi di London”
Ashima : “Aku belum tidur karena aku sangat bahagia dengan pernikahan kalian”
Anandi : “Apa kau tidak akan hadir di pernikahanku?”
Ashima membuat alasan berbeda.
Ashima : “Sepupuku datang dan mengajakku pergi pada hari yang sama kau menikah, jadi aku tidak bisa datang”
Anandi terkejut.
Anandi : “Bagaimana kau bisa pergi tanpa paspor?”
Ashima menyadari kalau dia keceplosan.

Anandi membuat Ashima berjanji untuk datang. Ashima setuju.
Ashima : “Baiklah, aku akan datang, kau harus berdandan lagi karena aku ingin berfoto denganmu”
Anandi tersenyum.

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Anandhi Hari Ini 17 Februari 2017 – Persiapan Pernikahan Anandhi dan Shiv"