by

Sinopsis Mohabbatein Episode 118 Tayang di ANTV

50 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 118 Tayang di ANTV.

Sinopsis Mohabbatein Episode 118 Tayang di ANTV
Sinopsis Mohabbatein Episode 118 Tayang di ANTV

Parmeet : kau ingin hak ini bukan, sekarang hanya ada kau dan aku.
Ishita : berhenti.
Parmet : semua akan baik-baik saja, kita punya banyak waktu.
Ishita : apa yang kau pikirkan, kau menakut-nakuti ku di rumah ku, aku menantu dari rumah ini, Aku tidak seperti Sarika yang akan menanggung ketidakadilan.
Parmeet : kau tahu tentang Sarika? Dia adalah seorang wanita berkarakter, tapi kau berbeda.
Ishita : ya kau merayap seperti itu. Parmeet tertawa
Parmeet : aku memang seperti pelayanmu, kau hanya tinggal memberitahu ku apa yang harus dilakukan.
Ishita : aku peringatkan pada mu, pergi kau dari sini.
Parmeet memegang tangan Ishita dan memberikan air.
Ishita : tinggalkan aku.
Parmeet berjalan ke arah Ishita dan dia bilang kalau dia mencintai Ishita.
Parmeet : aku peduli tentang kebaikan mu, ketika aku datang ke rumah ini, kau melakukan banyak kebaikan untuk ku dan keluarga ini, untuk Raman, untuk Ruhi, tapi aku menyesal bahwa Raman mengabaikan mu.
Parmeet membuat Ishita duduk
Parmeet : aku katakan aku sangat banyak sakit hati, Raman tidak mengerti kau, aku akan memberikan segalanya yang tidak kau dapatkan dari Raman, mendekatlah padaku, kau akan tahu kesenangan berada dalam pria bersenjata.
Ishita terus ketakutan dan mengejek Parmeet.
Parmeet : diam!! tidak akan ada yang terjadi jika aku menyentuhmu, kau tidak bisa menjadi seorang ibu, sehingga tidak akan ada efek samping. Raman mungkin melakukannya di setiap hotel Mumbai, tapi kau harus memiliki seseorang untuk mengurus mu.
Ishita menamparnya
Ishita : tutup mulutmu, menjauhlah dari ku.
Parmeet : aku sedang berbicara kepada mu dengan cinta dan kau malah menampar ku.
Ishita menampar nya lagi.
Parmeet marah
Parmeet : baiklah aku akan menunjukkan jawaban dari tamparan mu ini.
Parmeet semakin berjalan mendekati Ishita.
Parmeet memegang Ishita.
Parmeet : aku tidak akan meninggalkan mu begitu mudah, aku akan melakukan hal itu sehingga kau tidak bisa menunjukkan wajah mu kepada siapa pun.
Parmeet terjatuh.
Ishita berteriak.

Raman tiba di Delhi dan mengatakan cuaca yang luar biasa. Raman pulang dan bertemu keluarganya.
Ibu Bhalla : mengapa kau tinggal dengan Shagun? Ashok menelfon dan mengejek ku, mengapa kau memberinya kesempatan.
Raman : aku pergi untuk Adi, dia tidak enak badan, dia keracunan makanan, tapi Adi baik-baik saja sekarang, di mana Ruhi dan Ishita.
Ibu Bhalla : Ruhi bersama dengan Vandu dan Ishita tidak di rumah, tidak tahu di mana dia, aku pikir dia kesal, mungkin Ashok memberitahunya tentang dirimu dan Shagun.
Raman : Ishita meninggalkan rumah tanpa memberitahu siapa pun, ini ada batasanny, apakah dia peduli, dia tahu pernikahan ini adalah kompromi, wanita aneh.
Raman : aku meneleponnya berkali-kali, mungkin dia akan segera kembali, aku tidak bisa menemukannya.
Ibu Bhalla : pergi dan cari di rumah Iyer. Jika Ishita ada disnaa, dia mungkin telah mengatakan kepada semua orang atas kesalahan mu yang tinggal bersama Shagun.
Raman menemui Trisha di rumah Iyer.
Trisha : semua orang pergi ke rumah Vandu untuk merayakan ulang tahun Shravan, tapi Mihir melihat Nyonya Ishita yang tegang.
Raman menelpon Romi
Raman : aku akan mencari Ishita di kliniknya.
Romi : disini ada semua orang.
Parmeet mendengar ini.
Simmi : itu rencana Ishita untuk melawan Parmeet.
Parmeet menelepon seseorang
Parmeet : aku telah mengajarinya pelajaran yang akan dia ingat sepanjang hidupnya.

Raman mencoba menelepon Bala dan teleponnya tidak aktif juga.
Raman menelpon Vandu dan menanyakan Ruhi padanya.
Vandu : Ruhi meminta kau dan ibu nya untuk datang.
Raman : aku datang terlambat, jadi kami tidak bisa datang.
Ruhi : aku akan membawa kue untuk mu.
Raman : aku mencintaimu, selamat malam.
Raman datang ke klinik dan menayakan Ishita.
Penjaga : dia tidak ada di sini, mengapa semua orang mencarinya, dia pergi dengan Sarika
Raman : aku suaminya.
Penjaga : ada sesuatu yang mencurigakan.
Raman : hubungi aku jika kau tahu sesuatu tentang Ishita.
Raman : Ishita sudah hilang sejak 6-7 jam yang lalu, aku akan melaporkan ini ke polisi.
Raman datang ke kantor polisi dan file FIR.

Rmana berdebat dengan inspektur.
Raman marah
Raman : akan aku panngil komisaris mu.
Ishita menunjukkan foto Ishita .
Polisi : apa dia seorang dokter.
Raman melihat
Raman : bagaimana kau tahu.
Polisi : dia ada di dlm.

Raman : mana?
Polisi : masuklah kau akan tahu nanti semuanya.
Bala juga datang ke sini.
Insprektu membawa Bala kedalam juga.

Raman : Ishita apa yang kau lakukan? bagaimana aku akan membantu mu jika kau tidak memberitahu ku.
Bala : kau di sini Raman? jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.
Raman : Bala untung kau datang, sebenarnya apa yang Ishita lakukan.
inspektur : dia ada di sini karena dia melakukan suatu tindakan sehingga adik iparnya terluka.
Bala : tidak ada yang terbukti kalau dirinya bersalah, Ishita tidak bersalah.
Bala : Ishita telah dilecehkan karyawan nya Sarika dan mengancam bahwa dia akan membunuh ibunya.
Raman : dia adalah seorang dokter yang berpendidikan, dari keluarga yang baik, bagaimana kau bisa menangkapnya tanpa surat perintah apapun.
Inspektur : Sarika memberi pernyataan itu terhadap dirinya.
Raman : aku akan mencaritahu kebenarannya.
Bala : sebenarnya apa yang dia lakukan.

Pengacara datang dan memberitahu Raman bahwa Ishita mendapat jaminan tersebut, jangan khawatir.
Raman meminta nya untuk berbicara dengan inspektur.
Inspektur : ya, mereka adalah orang-orang kaya, bawa Ishita keluar.
Raman : mari kita pergi.
Inspektur : kami memiliki beberapa formalitas.
Bala : biarkan mereka pergi, aku yang akan melakukannya.
Bala meminta Raman untuk membawa Ishita ke rumah.
Ishita dan pergi dengan Raman.
Raman : Ishita siapa Sarika itu dan apa semua ini.
Ishita : aku tidak akan diam. Aku akan memberitahu segalanya, tapi tidak di sini, di rumah dan didepan semua orang.
Raman : tapi …. Ishita berjalan pergi.

Parmeet berbicara kepada Sarika di telepon
Parmeet : Ishita datang ke rumah, Ishita tidak akan diam sekarang, kau jangan mendukung nya dan mengatakan pada yang lain atau aku tidak akan mengampuni mu.
Sarika : aku melakukan apa yang kau katakan, ini bukan kesalahan ku.
Parmeet mengancam Sarika tentang ibunya
Parmeet : lakukan apa yang aku katakan, pikirkan saja jika kau bertindak cerdas, maka aku tidak akan meninggalkan mu.
Parmeet mengakhiri panggilan dan khawatir.
Parmeet : Ishita akan membuat adegan besar di rumah, pikirkan apa yang harus dilakukan sekarang.

Raman dan Ishita berada di jalan.
Raman meminta Ishita memberitahunya.
Ishita berpikir tentang Parmeet menganiayanya.
Ishita menangis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *