by

Sinopsis Abad Kejayaan 2 : Kisah Kekuasaan Kosem Sultana

Debroo.com. Sinopsis Abad Kejayaan 2 : Kisah Kekuasaan Kosem Sultana. Masih ingat pada tahun 2015 silam, ANTV menyiarkan Serial Drama Turki Abad Kejayaan mengenai Kekuasaan Raja Sulaiman di Kesultanan Ottoman selama puluhan tahun hingga wafat. Kini Drama Serial Turki Abad Kejayaan 2 juga tengah di siarkan oleh SCTV.

Sinopsis Abad Kejayaan 2 - Kisah Kekuasaan Kosem Sultana
Sinopsis Abad Kejayaan 2 – Kisah Kekuasaan Kosem Sultana

Apakah ada hubungannya antara Abad Kejayaan King Sulaiman dengan Abad Kejayaan Kosem Sultana? tentu saja ada, karena Kosem Sultana merupakan penerus kerajaan King Sulaiman meskipun bukan berasal dari darah keturunan Sulaiman baik dari istri pertama maupun dari Hurrem. Kosem sendiri seperti halnya dengan Hurrem berasal dari negeri lain yaitu Yunani yang menjadi selir Sultan Ahmed.

Abad Kejayaan 2 Kosem berjudul asli Muhteşem Yüzyıl: Kösem. Drama ini berlatar belakang cerita kekuasaan Ahmed I, Ahmet adalah anak Sultan Mehmet dan Handan Sultana, Ahmet kecil menghabiskan waktu kanak-kanaknya selama 5 tahun di Manisa yang memiliki kehidupan yang penuh cintai damai, dan kemudian dia harus ke Istanbul karena Ayahnya Sultan Mehmet harus naik tahta dan menjadi pemimpin kerjaan besar Ottoman. dan saat itu dia merasa kebahagiaan itu sangat pendek.

Suatu hari Ahmet dan kakaknya, Mahmut di tugaskan Ayahnya untuk menaiki sebuah menara di istana dan mereka melihat di jendela menara itu beberapa peti mati yang sedang di gotong beberapa prajurit itu peti-peti itu berisi jasad saudara-saudara sultan Mehmet.

Diantara mereka akan ada yang naik tahta atau Terbunuh, karena itu adalah kehidupan para pangeran ( apabila naik tahta mereka harus membunuh para sudara laki-lakinya karena itu sudah jadi hukumnya). kedua pangeran itu melihat 8 peti yang sedang di gotong dan Ahmet kecil mulai ketakutan dan kakaknya mahmut menenangkan Ahmet bahwa apa bila dia harus naik tahta dia tidak akan melakukan hal yang sama seperti ayah mereka, dia tidak akan membunuh saudaranya sendiri.

Ahmet dan Mahmut saling menyayangi. mereka selalu berlatih pedang bersama hingga tumbuh dewasa mereka selalu berlatih disebuah taman yang mereka sebut “taman rahasia”, suatu hari Mahmut berkata bahwa dia telah berbicara kepada ayah mereka untuk meminta cecali bandit menjadi barisan tentara

Ahmet khawatir ayahnya akan membunuh mahmut, karena Sultan mehmet telah membunuh 19 saudaranya dan dia bisa saja membunuh anaknya sendiri, dan di harem tersebar rumor bahwa ibu dari mahmut, Halime sultan telah datang kedukun dan membaca mantra-mantar agar anaknya yang naik tahta.

Malam itu Ahmet sedang membaca di kamarnya perasaannya tidak enak dan dia mendengar suara mencurigakan dia keluar kamarnya perlahan-lahan dan dia melihat para algojo yang menuju kamar Mahmut dengan membawa tali, ahmet berlari kearah kakaknya tetapi seorang penjaga mencegahnya dia melihat bayangan mahmut yang di pegangi para algojo dan kemudian di cekik dengan tali, Ahmet berkata pada dirinya bahwa kesedihan terbesarnya adalah kehilangan saudaranya. Ahmet merasa sedih dan sangat terpukul dengan kematian Mahmut walau kakaknya itu sudah meninggal 3 bulan lamanya.

suatu hari Valide Safiye mengundang Ahmet keruangannya, karena khawatir bahwa Ahmet tidak akan bisa bahagia kembali. dia ingin cucunya bahagia kembali. Valide Safiye membahwa banyak hadiah dari berbagai negara untuk menghibur cucunya, begitu banyak barang meah dan lukisan, mata Ahmet menuju kesebuah lukisan yang sebagian tertutup oleh lukisan lain,

Ahmet  tertarik dengan sebuah lukisan seorang gadis yang sedang menggendong anak domba, dia merasa seperti ada cahaya dalam hidupnya, dia merasa tenang saat melihat lukisan itu, diapun bertanya siapa nama gadis dilukisan itu, dan nama gadis itu adalah Anastasya

Valide safiye tersenyum melihat cucunya yang seperti menemukan semangat hidupnya kembali. Ahmet memajang lukisan anastasya di kamarnya dia memandangi lukisan itu sebelum tidur dia sepertinya jatuh cinta dengan gadis dilukisan itu , gadis yang belum dia temui.dia merasa damai saat melihat lukisan itu.

Setelah memandangi lukisan Anastasya pangeran Ahmet tertidur dan dia bermimpi ada tetasan air didadanya yang kemudian tumbuh menjadi pohon yang besar, dia merasa seperti ada pertanda dari tuhan  dan dia berfikir mati dan tubuhnya akan menyatu dengan bumi

Pangeran Ahmet terbangun, dia berfikir ternyata berbeda dengan kenyataanya saat dia terbangun ada suara orang yang kan datang pangeran Ahmet pura-pura tidur karena katakutan dengan membawa senjata, ternyata adalah reyhan Aga , reyhan Aga mendapat perintah untuk membawa pangeran Ahmet ke ruang raja. ahmet bertanya mengapa ayahnya, sultan Mehmet khan ingin bertemu dirinya di tengah malam, dia mulai berfikir yang tidak-tidak, pangeran berfikir mungkin itu adalah perangkap,dan berkata pada Rayhan aga apa ayahnya akan mengambil hidupnya.

Saat menuju ruangan Raja, pangeran ahmet berdoa meminta perlindungan Alloh. Saat dia memasukin ruangan nampak beberapa pelayan berpakaian hita mdan seorang tabib, dan valide safiye berada di balkon menunggu Ahmet . Valide Safiye memberitahukan Pangeran Ahmet bahwa, Raja Mehmet khan telah pergi ke rumah terakhirnya, Mendengar itu Ahmet melihat arah tempat tidur ayahnya dan nampak jasad raja Mehmet di tempat tidur itu.

valide safiye berkata pada ahmet ‘ subuh ini adalah subuhmu, hari ini adalah awal harimu, hari ini tahta kerajaaan Ottoman adalah milikmu’  semua prajurit dan pelayan di ruangan itu menundukan kepala untuk penghormatan kepada raja baru dan mulai hari itu dia adalah Sultan Ahmet khan.

Sultan Ahmet pun menginginkan gadis yang berada di lukisan dan ternyata ia adalah seorang gadis asal Yunani berusia 13 bernama Anastasia Tsilimpious. Saat kecil Anastasia sempat dilukis dengan pose sedang memeluk seekor domba. Dan suatu waktu lukisan tersebut sampai ke Turki dan dilihat oleh Sultan Ahmed yang baru saja naik tahta. Ia adalah sultan muda generasi 14 Kasultanan Ottoman.

Karena Ahmed sangat menyukai lukisan tersebut dan kemudian Safiye Sultan, nenek dari Ahmed memerintahkan untuk membawa gadis dalam lukisan tersebut ke Istana Topkapi. Awalnya Nasia menolak perintah tersebut, ia terlihat sangat keras kepala dan kekanak-kanakan, karena ini adalah untuk pertama kalinya ia harus menghadapi masalah dalam hidupnya. Dia bersumpah bahwa ia akan kembali ke rumahnya.

Ketika tiba di istana Topkapi, Ahmed sering menemui Nasia. Nasia yang lugu dan tidak pernah merasakan jatuh cinta, menolak cinta Ahmed, tapi kemudian ia mulai menjelajahi apa itu arti cinta dan mulai untuk tumbuh dewasa.

Karena perasaannya kepada Ahmed, dia kemudian berubah pikiran, dan menyadari bahwa mereka ditakdirkan untuk bersama. Nasia bahkan rela mempertaruhkan hidupnya untuk kekasihnya tersebut.

Karena keberaniannya dan kekuasaannya, ia menjadi lebih dan lebih kuat. Dia kemudian mengubah namanya menjadi Kosem, dan akhirnya dia menjadi Sultana paling kuat dan berkuasa dalam sejarah Ottoman bahkan lebih kuat dari Hurrem.

Kosem Sultan, (lahir c. 1585-meninggal 2 September 1651), merupakan salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah kerajaan Ottoman,dia adalah wanita yunani yang sangat cantik  dan memiliki  pengaruh yang kuat pada politik Ottoman selama setengah abad

Di Serial Drama Turki Abad Kejayaan 2 ini, tidak berbeda jauh dengan Abad kejayaan King Sulaiman, perebutan Tahta dan kekuasaan silih berganti menjadi cerita yang menjadi inti dari Abad Kejayaan.

Detail Kosem Abad Kejayaan 2 SCTV :

  • Judul asli : Muhteşem Yüzyıl: Kösem
  • Judul Inggris : The Magnificent Century: Kösem
  • Sutradara : Mert Baykal, Yağız Alp Akaydın, Zeynep Günay Tan, Deniz Koloş
  • Penulis skenario : Yılmaz Şahin, Nüket Bıçakçı, Sevgi Yılmaz
  • Episode : 24
  • Stasiun tv : Star TV
  • Periode tayang : 12 November 2015 – sekarang
  • Produksi : Tims Productions

Pemain Serial Kosem Abad Kejayaan 2 SCTV :

  • Beren Saat sebagai Kösem Sultan
  • Anastasia Tsilimpiou sebagai Kosem Sultan muda
  • Hülya Avşar sebagai Safiye Sultan
  • Ekin Koç sebagai Sultan Ahmed I
  • Boran Kuzum sebagai Sultan Mustafa I
  • Tülin Özen sebagai Handan Sultan
  • Aslıhan Gürbüz sebagai Halime Sultan
  • Vildan Atasever sebagai Hümaşah Sultan
  • Gülcan Arslan sebagai Fahriye Sultan
  • Öykü Karayel sebagai Dilruba Sultan
  • Taner Ölmez sebagai Şehzade Osman
  • Berk Cankat sebagai İskender/Alex/Yahya
  • Erkan Kolçak Köstendil sebagai Şahin Giray Han
  • Kadir Doğulu sebagai Mehmed III Giray
  • Mete Horozoğlu sebagai Zülfikar Pasha
  • Mehmet Kurtuluş sebagai Derviş Mehmed Pasha
  • Ahsen Eroğlu sebagai Meleki Hatun
  • Dilara Aksüyek sebagai Mahfiruz Hatice Sultan
  • Hakan Şahin sebagai Hacı Ağa
  • Emre Erçil sebagai Reyhan Ağa
  • Burak Dakak sebagai Şehzade Mehmed
  • Mustafa Üstündağ sebagai Kara Davud Pasha
  • Cihan Ünal sebagai Kuyucu Murad Pasha
  • Esra Dermancıoğlu sebagai Cennet Hatun
  • Nadir Sarıbacak sebagai Bülbül Ağa
  • Ebru Ünlü sebagai Eycan Hatun
  • Meray Ülgen sebagai Kalenderoğlu Mehmed
  • Eylem Yıldız sebagai Menekşe Hatun

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *