by

SINOPSIS VEERA episode 417 by. Sally Diandra – Ranvi di Pukuli

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 417 – Ranvi di Pukuli. Ranvi mengajak para warga desa ke ladang dan menunjukkan pada mereka, seseorang yang telah menjual tanahnya demi uang, sekarang terpaksa bekerja menjadi seorang buruh hanya untuk mendapatkan sepotong roti

Sinopsis Veera Hari Ini
Sinopsis Veera Hari Ini

“Hanya seorang petani yang tahu bagaimana berharganya tanahnya, lalu bagaimana bisa mereka menjual tanah mereka yang paling berharga hanya demi mendapatkan sejumlah uang dan sebuah gedung bioskop” semua warga desa mendengarkan penjelasan Ranvi “Ini adalah tugasku untuk memperingati kalian semua tapi sekarang semuanya terserah pada kalian, apakah kalian tetap ingin menjual tanah kalian atau tidak ?” akhirnya seluruh penduduk desa setuju dengan pendapat Ranvi “Sekarang kami tidak akan menjual tanah kami pada siapapun !” ujar seluruh penduduk desa,

Tepat pada saat itu Baldev dan teman temannya datang kesana menemui Ranvi dan beberapa warga desa tersebut “Sekarang kalian bisa menandatangani surat jual beli ini” ujar Baldev sambil menunjukkan surat itu pada mereka namun para penduduk desa menolak untuk melakukan hal itu, Baldev mencoba untuk membuat warga desa mengerti dan tidak usah mendengarkan ucapan Ranvi “Ranvi ini bertujuan untuk menghalangi pengembangan desa kita, jadi tidak usah didengarkan ucapannya !” tapi tetap saja penduduk desa menolak pendapat Baldev dan pergi meninggalkan Baldev yang terlihat menggerutu, Baldev benar benar sangat marah dan berteriak dengan lantang ke arah Ranvi, Ranvi, Veera dan Gunjan segera meninggalkan tempat itu

Gunjan sangat kagum pada Ranvi yang piawai membuat warga desa percaya dengan ucapannya “Sebenarnya sangat sulit untuk membuat seluruh warga desa mengerti, tapi kamu melakukannya dengan sangat ahli, kak Baldev mungkin bisa melakukan beberapa cara untuk memenangkan pemilihan ini, dan hari ini kita tidak tahu apakah dia akan sangat marah sekali atau tidak ?” ujar Gunjan cemas, sementara Veera hanya melamun dan terlihat bingung Baldev terlihat sangat marah dan menegur kedua sahabatnya Billa dan Jaggi karena kecerobohan mereka,

Tak lama kemudian ponsel Baldev berdering ternyata tuan Arora yang menelfon yang mengatakan pada Baldev kalau dirinya hendak datang ke kantornya “Billa, Jaggi lebih baik kalian pergi dulu karena tuan Arora akan datang kesini” pinta Baldev, Billa dan Jaggi akhirnya keluar dari kantor basecamp Baldev, di sepanjang perjalanan mereka berdua menyalahkan Ranvi dan memutuskan untuk memberikan pelajaran pada Ranvi, saat itu Ranvi sedang berjalan seorang diri dijalanan dengan motornya tiba tiba Billa dan Jaggi menghentikan langkahnya bersama dengan dua orang laki laki yang lain yang berada di motor mereka “Ranvi, kamu pasti memainkan sebuah permainan untuk mengalahkan Baldev tapi sekarang aku yang akan memberikan pelajaran buat kamu !” ujar Jaggi sengit “Mulai sekarang kamu tidak akan bisa mengikuti pemilihan calon kepala desa” ujar Jaggi lantang

Jaggi langsung mengangkat tangannya hendak memukul Ranvi namun Ranvi segera menghentikan tangan Jaggi dan berbalik menyerang Jaggi, Billa dan dua laki laki yang lain, Jaggi kemudian mengambil sebuah tongkat dan menghantamkannya dengan keras ke kepala Ranvi, Ranvi pun pingsan dan jatuh terkulai ke tanah, Billa dan Jaggi sangat ketakutan dan langsung lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu, agar mereka berdua tidak tertangkap, tak lama kemudian ada dua orang yang melihat Ranvi sedang tergeletak di tanah, mereka bergegas membawa Ranvi kerumah Ratan, semua orang sangat khawatir begitu melihat keadaan Ranvi yang seperti itu, Veera menyarankan agar membawa Ranvi ke rumah sakit

Baldev berkata pada Billa dan Jaggi kalau dirinya telah ngobrol dengan tuan Arora dan tuan Arora setuju untuk memberinya waktu lebih lama lagi untuk membuat semua orang menjual tanah mereka namun saat itu Billa dan Jaggi terlihat sangat ketakutan dan bingung “Ada masalah apa ? Apakah ada yang salah ?” Jaggi dan Billa kemudian menceritakan semua keseluruhan cerita tentang perkelahiannya dengan Ranvi, Baldev sangat khawatir “Bagaimana bisa kalian melakukan hal ini pada Ranvi ? Dia itu suaminya adikku !” ujar Baldev kesal kemudian meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan cemas

Di rumah sakit, semua orang merasa cemas dan khawatir juga bertanya tanya bagaimana bisa Ranvi terluka seperti itu, Veera langsung menyalahkan Baldev atas apa yang terjadi pada Ranvi “Ini pasti salah satu triknya untuk memenangkan pemilihan calon kepala desa ini, Ratan dan Gunjan berusaha membela Baldev “Veera, seharusnya kita tidak menyalahkan Baldev terlebih dulu tanpa mengetahui kebenarannya” bela Ratan “Kak Baldev itu tidak pernah menyakiti orang lain apalagi orang yang dekat dengannya”sela Gunjan Ratan, bibi Chaiji, Veera dan Gunjan akhirnya bisa bertemu dengan Ranvi yang mulai siuman “Ranvi, apakah kamu baik baik saja ?” Ranvi yang saat itu kepalanya sudah diperban hanya mengangguk lemah, tanpa sepengetahuan mereka ternyata Baldev menemui Ranvi di rumah sakit “Kakak, siapa yang melakukan hal ini ?” Ranvi melirik ke arah pintu, dilihatnya Baldev sedang berdiri disana menatapnya dengan perasaan cemas “Aku jatuh dari motorku dan terluka” ujar Ranvi sambil tetap melirik ke arah Baldev, Baldev segera berlalu dari sana,

Sekilas Veera melihat kepergian Baldev “Baldev !” Baldev segera berhenti dan tidak jadi menjalankan motornya ketika Veera memanggilnya “Baldev, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini pada kakakku ? Kemarin aku merasa amat sangat bersalah padamu, setelah apa yang telah aku lakukan padamu itu adalah perbuatan yang salah tapi sekarang aku percaya kalau kamu itu memang pantas mendapatkan hal seperti itu !” Baldev ingin sekali mengatakan yang sebenarnya pada Veera namun Veera tidak mengijinkan Baldev untuk mengatakan sepatah katapun ! Veera juga mengancam Baldev “Jika suatu saat nanti kamu mencoba untuk menyakiti kakakku lagi maka aku tidak akan membiarkan kamu hidup, Baldev !” Baldev hanya tertegun mendengarnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *