by

SINOPSIS VEERA episode 346 by. Sally Diandra

-Debroo-76 views

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 346. Malam itu diladang, bibi Chaiji meminta Veera untuk mengatakan yang sujujurnya “Veera, bibi tahu kalau kamu berbohong ! Katakan pada bibi sejujurnya, ada apa denganmu ?” desak bibi Chaiji

Sinopsis Veera Episode 346
Sinopsis Veera Episode 346

“Bibi, aku tahu ibu bukanlah ibu kandungku, dia bukanlah ibu yang melahirkan aku” bibi Chaiji kaget “Darimana kamu dengar semua ini, Veera ?” sambil menangis Veera berkata “Gunjan yang mengatakan semuanya padaku dan aku juga bertemu dengan kakek dan nenekku dan mereka juga mengatakan hal yang sama, bibi”

Bibi Chaiji bertambah kaget “Veera, seharusnya kamu itu tidak menemui mereka” Veera merasa heran “Setelah aku mengetahui semua kenyataan yang sebenarnya yang menjadi teka teki buatku selama ini, akhirnya semua pertanyaanku terjawab, bibi” ujar Veera senang

“Aku merasa lebih baik setelah aku mendengar semua ini, bibi ,,, pada kenyataannya aku mempunyai 3 ibu, aku merasa senang, kakakku yang menjadi ibu unikku, ibu dan ibu kandungku sendiri” bibi Chaiji terharu mendengar hal ini “Aku tidak ingin tahu tentang ibu kandungku, kakakku dan ibuku sudah cukup buatku, aku sangat mencintai dan menyayangi mereka, mereka berdua cukup buatku” bibi Chaiji hanya tersenyum

“Kelahiranmu telah membuat hati kakakmu senang, Veera ,,, Ranvi dan Ratan biasanya selalu sedih begitu menyadari semua tapi sekarang mereka pasti akan sangat senang karena kamu bisa menerima semua kenyataan ini dengan baik” namun Veera menggelengkan kepalanya

“Bibi, aku mohon jangan katakan pada ibu dan kakak kalau aku sudah mengetahui semuanya” bibi Chaiji merasa heran “Aku akan menceritakannya pada Ratan saja, tidak hanya Ranvi yang bisa melakukan segalanya untuk Veera bahkan Veera juga bisa melakukan apapun untuk kakaknya, bibi berjanji kalau bibi tidak akan menceritakan kebenaran ini pada mereka” ujar bibi Chaiji

“Bibi, kakak telah melakukan semuanya untukku, sekarang giliranku, aku ingin memenuhi semua impian dan harapan mereka, bibi mau kan membantuku ?” bibi Chaiji menganggukkan kepalanya “Iya, pasti, bibi pasti akan membantu kamu” ujar bibi Chaiji sambil memeluk Veera

Keesokan harinya, Ratan sedang memerah susu sapi, Veera melihatnya dan langsung menghampiri Ratan “Ibu, aku ingin ikut memerah susu sapi” Ratan yang masih memerah susu langsung berkata “Veera, kamu tidak usah ikut ikutan memerah susu, lebih baik kamu tidur saja” ujar Ratan dingin

“Ibu, aku tidak ngantuk, aku ingin menemani ibu” ujar Veera sambil berjongkok di sebelah Ratan “Ibu, minggir saja, aku yang akan melakukannya” Ratan pun memberikan kesempatan pada Veera untuk memerah susu dan Veera benar benar melakukannya, Veera sangat senang sekali “Ini sangat menyenangkan, bu” Ratan hanya tersenyum melihatnya

Ranvi baru saja turun dari lantai atas, bibi Chaiji ada disana dan merasa heran dengan sikap Ranvi “Ranvi, ada apa ? Kamu kenapa ?” tanya bibi Chaiji cemas “Kepalaku pusing, bu” ujar Ranvi sambil memijat mijat kepalanya “Ambil minyak diatas kaca itu, bibi akan memijat kepalamu”

Ranvi segera mengambil minyak itu dan memberikannya pada bibi Chaiji kemudian duduk dilantai didepan bibi gendutnya “Apakah kamu mengkhawatirkan Veera ?” Ranvi menganggukkan kepalanya “Iyaa, aku memang mengkhawatirkan Veera, bibi ,,, bagaimana bisa orang orang universitasnya membatalkan beasiswanya ? Apa yang akan Veera lakukan sekarang ? Bagaimana caranya dia bisa meraih impiannya ?” Ranvi benar benar sangat kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa membantu apa apa untuk Veera

“Veera itu masih kecil, bibi ,,, dia itu tanggungjawabku, aku tahu kalau Veera tidak mengatakan apa apa, tapi dari dalam hatinya, aku yakin dia pasti sangat sedih” bibi Chaiji masih terus memijat kepala Ranvi “Ranvi, anak anak itu pasti selalu terlihat kecil dimata orangtuanya, sama seperti Veera yang terlihat masih seperti anak kecil buat kamu, tapi cobalah kamu buka matamu, Ranvi ,,, Veera sudah besar sekarang, Veera tidak lemah seperti yang kamu kira, bibi yakin dia pasti akan menemukan sesuatu yang berarti yang akan dilakukannya”

Bibi Chaiji mencoba membuat Ranvi mengerti “Oh iya, Ranvi ,,, apakah kamu sudah mengabarkan ke bank kalau kita akan membayar angsurannya ?” Ranvi mengangguk “Iya, bibi ,,, aku sudah memberitahu mereka, kalau aku akan membayar angsuran pertama kita hari ini” ujar Ranvi

Tak lama kemudian, Veera dan Ratan memasuki rumah, saat itu wajah Veera dipenuhi oleh susu sapi, Ratan dan Ranvi tertawa melihatnya, Veera juga nampak manyun sambil berkata “Aku akan selalu melakukan hal seperti ini, agar aku bisa melihat kakakku dan ibuku tertawa lepas seperti ini” ujar Veera senang,

sementara itu Baldev sedang minum teh bersama sama teman temannya dan mengatakan pada mereka kalau dirinya tidak bisa menikmati sarapan paginya dengan tenang karena ayahnya “Ayahku selalu saja menghina aku dengan mengatakan kalau aku ini anak yang tidak berguna dan aku tidak mempunyai pekerjaan” ujar Baldev kesal,

Saat itu seorang sutradara film datang ke desa mereka untuk melakukan syuting filmnya, Baldev dan teman temannya mendengar pembicaraan mereka, kemudian Baldev dan teman temannya menghampiri mereka “Heeeiiii ,,, siapa kamu ?” tanya sang sutradara “Aku ini adalah anak kepala desa” ujar Baldev kesal

“Kebetulan sekali, kami akan menemui kepala desa dan meminta ijin padanya karena kami ingin melakukan syuting film disini” Baldev sangat senang mendengar hal ini “Waaah selamat pagi, selamat datang di desa kami, kami yang akan mengurusi semua ijin kalian, kalian tidak perlu minta ijin pada kepala desa, Baldev Singh yang akan mengurusi semuanya, apapun yang kalian butuhkan kalian tinggal mengatakannya pada kami, kami pasti akan membantu kalian” Baldev sangat bersemangat sekali, teman teman Baldev juga mendukungnya

“Dia ini kepala desa kesayangan, dia pasti akan mengurusi perijinan kalian” sutradara dan asistennya hanya mengangguk anggukkan kepala mereka “Tapi aku butuh uang, dengan begitu aku bisa melakukan pekerjaan kalian” ujar Baldev senang “Baiklah, aku akan memberikan kamu 5000 rupee” ujar sang sutradara

“Waaah kalau cuma 5000 rupee itu tidak cukup bahkan untuk mensyuting sepatuku saja masih kurang” sutradara merasa geram “Baiklah kalau begitu bagaimana kalau 20.000 rupee ?” Baldev sangat senang mendengarnya dan langsung memeluk sang sutradara “Bagus ! 20.000 rupee itu baru tepat !” sang sutradara berterima kasih pada Baldev, teman teman Baldev juga memberikan ucapan selamat karena berhasil mendapatkan uang 20.000 dari sang sutradara dalam waktu 2 menit, mereka semua tertawa senang

Bibi Chaiji dan Veera sedang ngobrol membahas sekolah pertanian ‘Krishn Vidyala’ “Veera, ini pasti akan sangat sulit untuk menghibur Ranvi” ujar bibi Chaiji “Aku akan menghibur kakakku, jadi aku akan sangat membutuhkan bantuan bibi” Veera merasa yakin akan usahanya

“Bibi, akan selalu membantu kamu, Veera ,,, bahkan meskipun kamu tidak meminta, bibi tetap akan membantu” Veera merasa senang “Bagus ! Beri salam lima jari tos, bi !” bibi Chaiji bingung “Veera, apa itu artinya salam lima jari ?” tanya bibi Chaiji “Itu salam keberhasilan, bibi” kemudian bibi Chaiji dan Veera saling melakukan salam tos lima jari, Veera langsung memeluk bibi gendutnya,

Sementara itu Ranvi dan Dalbeer sedang ngobrol satu sama lain “Dalbeer, beasiswa Veera dibatalkan dan dia telah kembali ke desa, aku juga sudah membayar angsuran pinjaman bank, aku juga sudah membayar hutang kami pada tuan Surjeet Singh dan kami sudah mendapatkan ladang kami kembali”

Dalbeer tersenyum senang “Itu baru bagus namanya” namun Ranvi menggelengkan kepala “Tidak, Dalbeer ,,, aku harus memastikan untuk membayar angsuran bank setiap bulannya, sehingga kami bisa mendapatkan rumah kami kembali segera, untungnya rumah kami tidak jadi di lelang” ujar Ranvi lega

“Sekarang kamu bisa fokus pada impian sekolah pertanianmu, kita semua akan bekerja bersama sama untuk itu, apalagi juga ada Veera” Ranvi menggelengkan kepalanya “Aku harap kamu tidak usah membahas soal itu lagi, Dalbeer” kemudian Ranvi berlalu dari sana

Pada saat yang bersamaan, Veera sedang memperbaiki motornya, Baldev dan salah satu temannya kebetulan lewat disebelahnya dengan motor “Veera, apa yang sedang kamu lakukan ?” tanya Baldev heran “Aku tadi tidak melihat jalan dan motorku mengenai sesuatu” ujar Veera sambil sibuk memperbaiki motornya

“Veera, kamu seharusnya tidak melakukan hal ini, kamu seharusnya duduk saja dirumah dan belajar membuat roti, itu akan menguntungkan kamu untuk masa depanmu nanti, Veera” Veera bingung “Apaaaa ?” Baldev salah tingkah “Maksudku siapapun yang menikahi kamu, kamu pasti akan membuatkannya roti kan ?” tanya Baldev hati hati

“Aku pasti yang akan bekerja dan suamiku yang akan membuatkan aku roti !” Baldev langsung membayangkan dirinya sedang membuat roti dan Veera duduk disebelahnya sambil mengenakan sorban dan meminum lassi “Heeei, kamu kenapa, Baldev ?”

Baldev terkejut dan tersadar dari lamunannya “Veera, kamu seharusnya tidak menyuruh suamimu membuat roti buatmu, itu tidak baik” ujar Baldev tiba tiba “Kenapa ? Memangnya apa masalahmu, Baldev ? Kalau aku menyuruh suamiku untuk melakukan pekerajaan rumah atau membuatkan roti ?” tanya Veera heran

“Aku ini laki laki di desa ini dan kamu Veera adalah perempuan di desa ini, itulah mengapa aku mengatakan padamu semuanya, ini semua demi keuntunganmu sendiri” Baldev semakin salah tingkah dan memberikan alasan sekenanya saja “Sudahlah Baldev, kamu diam saja ! Aku benar benar cemas karena motorku mogok, padahal aku harus pergi ke kantor depdikbud untuk mengajukan pendaftaran sekolah” ujar Veera kesal

Baldev langsung mengambil kesempatan ini “Bagaimana kalau aku antar kamu ?” Veera pun langsung mengangguk, kemudian Baldev mengatakan pada temannya kalau dirinya akan mengantar Veera dulu “Lalu bagaimana dengan pekerjaan penting yang akan kita lakukan ?” tanya teman Baldev

“Gampang, kita akan kesana setelah selesai mengantar Veera, sudah kamu turun !” Veera merasa kesal dengan kelakuan mereka berdua, Baldev langsung berkata pada Veera “Sudah Veera tidak usah teriak seperti itu, ayoo cepat naik” Veera kemudian membonceng Baldev dibelakang, mereka berdua kemudian pergi dari sana, tidak jauh dari sana tiba tiba motor Baldev mengenai batu dan motornya mendadak berhenti, spontan Veera memeluk Baldev dari arah belakang, Baldev merasa senang melihat hal ini

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *