Pesugihan Gunung Kemukus, Wisata Ziarah, Ritual Seks dan Prostitusi

By: On: 2 views
Pesugihan Gunung Kemukus, Wisata Ziarah, Ritual Seks dan Prostitusi
Pesugihan Gunung Kemukus

Debroo.com. Pesugihan Gunung Kemukus, Wisata Ziarah, Ritual Seks dan Prostitusi. Pesugihan Gunung Kemukus merupakan salah satu dari lima tempat laku pesugihan paling terkenal di Indonesia.

Pesugihan Gunung Kemukus

Pesugihan Gunung Kemukus

Namun, berita simpang siur dan perbedaan pendapat masyarakat tentang hal tersebut menjadikan laku dan ritual di Gunung Kemukus semakin misterius untuk diketahui. Bahkan ada berita yang menghebohkan bahwa pemerintahan setempat mengaku kuwalahan dalam menuntaskan kasus prostitusi di wilayah tersebut.

Loh kok jadi bahas prostitusi? Ya karena ritual pesugihan di wilayah gunung kemukus konon harus dilakukan dengan syarat melakukan perbuatan tidak terpuji. Tak heran jika para wanita tuna susila menjadikan hal ini sebagai ladang penghasilan mereka. Penasaran dengan ritual dan sesaji serta syarat yang dilakukan para pelaku pesugihan gunung kemukus? simak uraian singkat di bawah ini.

Lokasi Gunung Kemukus

Gunung kemukus merupakan salah satu pegunungan yang terletak di wilayah Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Selain pemandangan alam pegunungan yang rimbun dengan pepohonan dan hawa sejuk lokasi ini juga sangat terkenal karena diakui banyak masyarakat sebagai tempat mencari pesugihan.

Lebih heboh lagi syarat dan ketentuan yang berlaku bagi para pelaku pesugihan adalah berbuat tidak semestinya dengan pasangan bukan suami istri. Tak heran jika wikipedia menyebutnya sebagai salah satu gunung yang menyeramkan.

Di atas gunung tersebut terdapat sebuah bangunan kuil/ wihara tua yang sangat dihormati oleh penduduk setempat khususnya bagi mereka yang beragama budha. Konon bangunan ini dibangun oleh Pangeran Samudra yakni salah satu keturunan raja jawa.

Sejarah Pesugihan Gunung Kemukus

Cerita pertama. Asal usul ritual pesugihan gunung kemukus banyak dikaitkan dengan sejarah yang terjadi pada ratusan tahun silam. Yakni pada saat Majapahit mengalami kekalahan dan keruntuhan. Pada waktu itu seluruh keluarga keraton dan para abdi dalem berhamburan melarikan diri dari serangan musuh dan berusaha mencari tempat yang lebih aman di seberang pulau.

Pada sisi lain terdapat salah satu keturunan dari kerajaan majapahit yang memutuskan untuk tidak ikut serta dalam pelarian keluarganya. Adalah Pangeran Samudro, salah satu keturunan dari raja terakhir kerajaan majapahit memutuskan untuk ikut sultan demak tinggal di wilayah Demak Bintara.

Setelah cukup mendapat ajaran agama Islam dari Sunan Kalijaga di Demak Pangeran Samudro kemudian diperintahkan untuk menuntut ilmu agama dari seorang Kiai di wilayah lereng gunung lawu. Kiai tersebuat adalah Ageng Gugur yang merupakan saudara tua dari Pangeran Samudro, dilain sisi Samudro tidak mengetahui bahwa beliau adalah kakaknya sendiri dan Kiai Ageng Gugur baru menceritakan siapa dirinya sebenarnya kepada Samudro sesaat sebelum Pangeran Samudro hendak meninggalkan tempat Kiai Ageng.

Guna melanjutkan hidup dan hendak menyebarkan ajaran islam di wilayah lain Pangeran Samudro meninggalkan Kiai Ageng dan berkelana mencari pemukiman-pemukiman baru untuk meyebarkan ajaran islam. Namun sayang takdir berkehendak lain, beliau wafat semasa dalam perjalanannya untuk penyebaran agama.

Atas petunjuk dan amanah dari Sultan Demak jasad beliau kemudian dimakamkan di atas bukit tidak jauh dari tempat meninggalnya beliau. Bukit tersebut kemudian banyak disebut sebagai gunung kemukus. Adanya makam Pangeran Samudro kemudian dikeramatkan oleh banyak orang dan dijadikan tempat berziarah serta ada pula yang menyalah gunakan untuk mencari pesugihan di tempat ini.

Cerita kedua. Asal usul gunung kemukus dijadikan sebagai salah satu tempat para palaku spiritual sesat untuk mendapatkan pesugihan kiranya memang tak dapat dilepaskan dari keberadaan Pangeran Samudro, hanya saja dalam cerita kedua ini mengatakan bahwa Pangeran Samudro merupakan keturunan dari raja terakhir kerajaan Mataram Kuno melarikan diri dari serangan musuh bersama selir ayahandanya yang bernama Nyai Ontrowulan dan bersembunyi di wilayah Gunung kemukus.

Dari cerita yang tidak banyak menyebutkan sumber tersebut dikisahkan keduanya melakukan hubungan yang dilarang oleh agama apapun, terlebih dengan ibu tirinya sendiri. Usut punya usut kisah tersebut beredar di kalangan masyarakat bahwa sesiapa yang melakukan hubungan yang lebih keji atau lebih memalukan dari keduanya di tempat tersebut maka akan mendapatkan berkah atau keberhasilan baik berupa harta kekayaan, kedudukan dan jabatan, maupun jodoh.

Kepercayaan ini kemudian berkembang pesat di masyarakat hingga kini dan menjadikan tempat tersebut menjadi tempat laku ritual pesugihan yang terkenal dengan sebutan pesugihan gunung kemukus. Entah dari kedua cerita tersebut manakah yang benar hanya Yang Maha Mengetahui yang dapat memastikan kebenarannya.

Pada saat awal kedatangan biasanya para pelaku menemui sang juru kunci untuk membeberkan maksud dan tujuan kedatangannya di tempat tersebut. Setelah selesai konon perlaku dipersilahkan masuk dalam makam serta melakukan ritual sesuai dengan petunjuk juru kunci (entah juru kunci beneran atau jadi-jadian, maksudnya orang yang mengaku sebagai juru kunci dan memanfaatkan situasi tersebut sebagai lahan basah bagi mereka).

Setelah usai melakukan ritual sebagaimana disebutkan oleh pemandu syarat berikutnya yang harus dilakukan para pelaku pencari pesugihan adalah berbuat tidak semestinya di tempat tersebut. Konon untuk menyempurnakan laku sesat tersebut para pelaku diharuskan melakukan perbuatan melanggar norma agama dengan orang yang sama setiap selapan sekali atau 40 hari sekali.

Hal ini kemudian banyak dijadikan sebagai naungan para wanita tidak benar untuk mendapatkan rejeki dari jalan haram. Tak heran jika mereka betah, rupanya pelanggan mereka pasti akan mencarinya setelah jangka waktu tertentu, belum lagi jika mereka para pelanggan yang ketagihan hehe.

Resiko Melakukan Ritual Pesugihan Gunung Kemukus

Sebagaimana hukum akibat yang ditimbulkan oleh suatu sebab. Melakukan ritual pesugihan gunung kemukus tentunya sangat beresiko baik bagi para pelaku, masyarakat setempat, dan lain sebagainya.

Adapun resiko melakukan ritual pesugihan gunung kemukus bagi para pelaku kurang lebih sebagai berikut:
– Hilangnya keimanan karena telah menyekutukan Allah
– Dosa besar karena melakukan syirik
– Berpotensi terkena HIV Aids
– Rusaknya moral diri karena berharap jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu.
– Ketidakharmonisan dalam berumah tangga.
– Mendapat harta yang kurang barokah dan masih dipertanyakan kehalalannya.
– Belum lagi kalau kena razia pol. PP dan masuk berita di media televisi.

Demikian sedikit ulasan mengenai pesugihan gunung kemukus dan resiko bagi para pelakunya. Semoga memberikan sedikit gambaran tentang sesatnya ritual yang dilakukan dengan cara-cara tersebut.

No Responses

Leave a Reply