Mengerikan, Kesaksian Warga Saat Bencana Longsor Banjarnegara Datang

By: On: 0 views
Mengerikan, Kesaksian Warga Saat Bencana Longsor Banjarnegara Datang

kesaksian longsor banjar negara

Debroo.com – Kesaksian Warga Saat Bencana Longsor Banjarnegara Datang. Sore Hari sekitar pukul 17.30 WIB Cuaca Mendung meliputi Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Johan, seorang warga Desa Karangkobar tiba-tiba mendengar suara seperti gemuruh yang makin lama semakin keras. Beberapa saat kemudian, terdengar suara seperti ledakan yang cukup keras. Dia pun segera menuju ke arah suara yang berada di bawah Desa Karangkobar. Ternyata, suara itu berasal dari tanah longsor yang menimpa Dusun Jemblung, Desa Sampang. Beberapa saat kemudian, ia mendengar teriakan minta tolong berulang-ulang.

“Kemarin, sekira pukul 17.30 WIB, cuaca mendung, tetapi tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang makin lama semakin membesar,” kata Johan, di Desa Karangkobar, Sabtu (13/12/2014).

“Ada sekira 40 rumah yang tertimpa longsor,” tambahnya.

Sejumlah mobil dan sepeda motor yang sedang melintas di ruas Jalan Banjarnegara-Karangkobar ikut tertimbun material longsor. Setelah kejadian tersebut, dia mengatakan mendengar teriakan warga Dusun Jemblung yang meminta tolong.

proses evakuasi Longsor Banjar Negara

Sementara Agus, warga lainnya dari Dusun Krakal, Desa Slatri, mengatakan, material longsor kemudian masuk ke Sungai Petir seperti suara air terjun. Bukan yang longsor berjarak 300-400 meter dari sungai.

“Suaranya sangat keras seperti air terjun dan ledakan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa warga Dusun Krakal yang berada di bawah Dusun Jemblung segera diungsikan karena dikhawatirkan terkena material longsoran. “Kondisi tadi malam pascalongsor gelap gulita karena aliran listrik putus,” terangnya.

Seperti diberitakan diberbagai media, longsor tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia (tujuh sudah teridentifikasi), 15 lainnya luka-luka, sementara sekira 100 orang hilang diduga tertimbun material longsor. Sebanyak 200 warga selamat dari musibah tersebut.

Hingga siang ini upaya pencarian korban hilang terus dilakukan. Namun, pencarian berlangsung lambat karena hanya mengandalkan alat seadanya seperti sekop dan pacul. Alat berat belum sampai karena jalan menuju lokasi kejadian tertutup material longsor.

No Responses

Leave a Reply